Mentari Istriku

Mentari Istriku
Episode 50


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, sudah 2 bulan terlewati. Kini Tari dan Alga sudah kembali ke rumah mereka, keharmonisan pun sudah kembali seperti dulu. Tari dan Alga mencoba untuk saling terbuka, mereka belajar dari kesalahan yang pernah mereka perbuat.


Hari ini, Tari begitu manja pada suaminya. Bahkan ia tak mengizinkan suaminya beranjak dari rumah. Untung, Alga pemilik perusahaan. Jadi ia bisa bekerja lewat online, bekerja dari rumah. Bisa menghandle pekerjaan sekaligus memanjakan istrinya di rumah.


Kehamilan Tari semakin terlihat, Alga terus mengusap lembut perut yang semakin hari semakin membuncit itu. Tubuh Tari pun sedikit melebar, tapi ia suka dengan tubuh istrinya yang sekarang. Padat dan berisi, semakin betah saja ia bersama istri tercintanya itu.


Hingga kebersamaannya terganggu oleh tamu tak diundang. Ya, Chiko-lah yang menjadi tamu mereka. Karena selama ini, Chiko banyak membantu setelah ayah Tari tiada. Pria itu sudah berlapang dada dengan mengikhlaskan Tari menjadi milik orang lain.


Kini ia menganggap Tari hanya sebagai adik dan menjadikan keluarga dalam hidupnya, bahkan kedatangannya kemari, ia tak sendiri. Ia datang bersama Atika, calon istrinya.


Alga mendengus kesal ketika tahu siapa yang datang, karena kedatangan Chiko, terkadang menjengkelkannya karena selalu meledeknya si bucin.


"Hay, bucin," sapa Chiko. Pria itu tersenyum manis pada Alga. Alga sendiri memasang wajah jengah pada Chiko, terpaksa ia menyuruhnya masuk. Andai pria itu datang sendiri, mungkin Alga sudah mengusirnya.


"Siapa yang datang?" tanya Tari dari arah dalam. "Eh, Mas Chiko. Ayo masuk, Mas," sambut Tari. Karena Tari belum tahu dengan siapa Chiko datang, ia hanya mempersilahkan laki-laki seorang diri untuk masuk.


"Cuma Chiko yang disuruh masuk? Dia datang sama calon istrinya, loh," kata Alga.

__ADS_1


Tari memutar tubuhnya. "Oh, ya? Kenapa tidak bilang? Ayo, Mbak. Masuk? Maaf, aku kira Mas Chiko datang sendiri," kata Tari dengan mimik wajah tak berdosa.


Dan akhirnya, tamu tak diundang itu masuk ke dalam rumah. Chiko meraih tangan Atika, semakin hari, mereka semakin dekat saja. Alga yang melihat, tentu ia langsung meledeknya kembali.


"Sepertinya si bucin akan tergantikam sana si bucin baru!" Dengan usilnya, ia berjalan melewati tubuh Chiko dan Atika. Ia melepaskan pegangan tangan mereka.


Sudah seperti Tom and Jerry, mereka selalu bertengkar diawali dengan masalah sepele.


"Kalau kamu benci sama aku, aku yakin, anakmu pasti mirip denganku nanti," ujar Chiko.


"Enak saja, itu tidak mungkin. Gen Ayah pasti lebih unggul." Alga tak mau kalah karena ocehan Chiko hanya sekedar ingin memancing emosinya saja.


Atika yang awalnya tidak menyukai Chiko, kini ia merasa hangat bila sedang bersamanya. Ada saja tingkah konyol yang dilakukan pria itu. Terkadang, ia suka senyum sendiri bila membayangkan wajah Chiko. Seperti sekarang, ia tersenyum melihat tingkahnya yang seperti anak kecil. Ribut dengan suami Tari, gadis yang pernah disukainya.


Aksinya Atika terciduk oleh Chiko. Kini wanita berumur 23 tahun itu tersipu malu, wajahnya merah merona seperti tomat yang sudah matang.


Tari menyikut tangan suaminya, memberi kode untuk mereka pergi dari sana. Meninggalkan dua insan yang sedang dilanda asmara itu.

__ADS_1


"Ayok, Mas. Sebaiknya kita pergi, biarkan mereka semakin dekat," bisik Tari di telinga suaminya.


"Hmm." Alga mengangguk.


Tanpa Chiko sadari, bahwa si pemilik rumah sudah tidak lagi bersamanya. Chiko mendekat ke arah Atika, merapatkan tubuhnya di samping wanita cantik itu. Meraih tangannya, dan menggenggamnya. Memberi kecupan di tangan itu.


Terbawa suasana, membuat wajah mereka semakin mendekat, Atika memejamkan kedua matanya. Ia sudah siap menerima apa yang akan dilakukan Chiko padanya.


Tapi sayang, aktivitas mereka terhenti karena keusilan Alga. Si pembuat onar. Chiko dan Atika langsung menjauh dalam sekejap. Jangan ditanya bagaimana malunya mereka, wajah keduanya sudah seperti kepiting rebus.


"Ganggu saja," rutuk Chiko.


"Sebaiknya kalian segera menghalalkan hubungan kalian. Jangan berbuat dosa di sini," cibir Alga.


Alga sengaja kabur dari dekapan istrinya, sepertinya ada yang kurang jika tidak menjahili musuh barunya itu. Tari sendiri langsung menyusul suaminya karena berhasil melepaskan diri.


"Mas ... Kamu usil bange sih!" kata Tari pada suaminya. "Maaf ya, Mbak Atika. Sepertinya suamiku tidak bisa jauh dari Mas Chiko. Apa mungkin mereka pasangan sejati?"

__ADS_1


Atika yang mendengar langsung terbahak. Sementara Alga dan Chiko langsung bergidik ngeri.


__ADS_2