
Aku masih sedikit bertanya tanya sih, mengapa dia melenggang pergi begitu saja saat ku berbicara. Lagian dia kenapa dan mau apa menuju aula? Ah, entahlah. Aku ambil HP, dan aku nge chat dia.
"Fid,"
Begitu kataku. Tak perlu menunggu waktu lama ia menjawab dengan dua huruf saja. Yaitu:
"Ap."
Kaget bukan main. Aku menunggu lagi dia membalas karena tertera dilayarku, Fida, mengetik.
"Jangan pernah hubungin aku lagi. Aku nggak mau kamu ada dihidupku lagi."
Setelah berkata seperti itu, foto profil Fida menghilang dan ketika kutanyakan kenapa chat nya ceklis 1. Ditelfon, hanya memanggil. Fiks diblok fikirku. Aku menghela nafas dan aku pun tidak mau ambil ribet aku menuju pintu dan aku berjalan menuju garasi. Kutarik sepeda yang biasa ku pakai untuk sekolah dan nonton persib diwarung. Aku melajukan sepeda dengan tenang menuju konter. Sesampainya dikonter, aku memilih kartu perdana axis untuk aku menyamar sebagai orang lain. Nanti aku akan merencanakan untuk mengubah nama akunku juga. Segala persiapan sudah dipersiapkan dengan matang dan aku pun meminta diregristasi oleh mas mas yang berjaga. Setelah diregristasi, aku pun segera memasang kartu itu di handphone ku. Tak lupa aku menggandakan whatsappku. Setelah digandakan, aku mendaftar dan mencari kontak Fida. Beruntungnya aku, karena aku menggunakan whatsapp mod. Karena ada fitur voice canger nya. Maka dengan mudah aku merubah suaraku ke suara laki laki seumuran kak Haikal untuk mengepranknya.
"Halo cantik,"
Sapaku dengan voice note. Dia pun membalas dengan satu huruf saja.
"Y."
Aku semakin kelabakan ketika dia membalas satu huruf saja. Aku cek foto profilku dan ternyata itu bukan aku. Itu foto pemain persib yang sempatku foto waktu nonton bola. Ya mantaplah. Fikirku. Tapi aku tidak tinggal diam. Aku mencari cara lain. Hingga aku pun sedikit menge prank nya dengan memfotokan ban bis yang tidak terpakai di samping konter ini. Foto ban itu akan aku jadikan foto profil. Aku akan menyamar sebagai tukang ban. Aku chat lagi dia.
"Maaf dek, itu anak bapak. HP bapak lagi dipinjem sama anak."
Kataku. Ia menjawab:
"Oh, iya pak. Nggak papa."
Yes. Berhasil. Fikirku. Aku terus merencanakan rencana berikutnya. Tanpa diduga, ia meminta nomor whatsapp si anak. Aku tanpa pikir panjang, langsung mengubah fotoprofilku menjadi anak yang tampan. Kebetulan ada satu kakak anak SMA yang lewat.
"Eh kak, tunggu."
__ADS_1
Teriakku. Dia menghampiri dan berkata:
"Aya naon euy, Eeehh, gening si Ariiif. Cageur jang?"
Tanyanya. Setelahku ingat ingat, ternyata dia anak sma yang biasa nobar sama aku diwarung. Eh iya lupa, artinya yang diucapkan kaka ini adalah,
Iya ada apa? Eeeeeehh ternyata si Arif. Sehat jang? Jang itu nama panggilan kepada anak lakilaki di Sunda.
"Eeh, gening kang Fauji."
Kataku ketika ku ingat namanya.
"Hehe enya. Rek kamana maneh? Eh, iraha persib maen deui nya?"
Iya, mau kemana? Eh, persib kapan main lagi ya? Begitu artinya. Aku jawablah.
"Kadieu. Eh nya kang, abdi bade nyungkeun bantosan tiasa?"
"Memang menta tulung naon?"
Memang mau minta tolong apa?
"Kamana si Pida?"
Kemana si Pida? Biasa, kalau orang sunda itu susah buat nyebut huruf F Sama V.
"Nya justru eta kang. Abdi teh bade nyungkeun bantosan eta."
Nah justru itu kak, aku pengen minta tolong itu.
"Punten, kang. Tiasa di poto?"
__ADS_1
Maaf kak, bisa difoto?
"Oooooh. Sok atuh ari kitumah."
Ooooh. Silahkan kalau begitu.
"Emangna, kunaon si Pida?"
Memangnya kenapa si Fida? Tanya kak Fauji ketika aku sudah menjepretnya. Aku ceritakan semua. Dan kak Fauji pun mengangguk paham.
"Oh kitu. Muhun atuh ah. Urang kaditu heula nya."
Ujarnya yang artinya. Oh gitu, iya atuh. Aku kesana dulu ya. Sambil melangkah menjauh.
"Nuhun kang."
Teriakku. Karena jarakku dengan kak Fauji sudah menjauh.
"Nyaa, ngke, mun aya nanaon kabaran weh. Tong poho ngke persib maen."
Teriaknya. Iyaa, kalau ada apa apa kabarin aja. Jangan lupa nanti Persib main. Sahutnya.
"Nyaaa."
Teriakku. Huh, Persib weh jeung Persib. Pikirku. Aku lanjut membalas chat Fida.
"Iya ini pake nomor anak saya. Kalau mau nge chat, kesini aja. Bapak nggak pake HP."
Kataku. Aku melihat Fida terakhir dilihat hari ini pukul 13:30. Hah, yasudahlah. Gumamku sembari melangkah menuju rumah. Tak lupa memasukan HP kesaku celana.
Bersambung.
__ADS_1