
Hari sudah makin siang namun pihak rumah sakit belum mengantarkan makanan khusus untuk Fida. Waktu menunjukan pukul 12:00. Ini sebenarnya sudah masuk jam makan siang, namun dokter masih asik dengan urusan urusannya.
Sementara itu, di tempat ayah Bambang kerja:
Pak Bambang pov.
Aku masih terduduk diam diatas layar monitor komputer yang masih menyala dengan menampilkan beberapa arsip dan berkas berkas miliku. Aku sudah tak tau lagi bagaimana nasib anakku yang baru berumur 12 tahun dan harus di jodohkan pada Fida temannya padahal umur mereka belum cukup untuk berpacaran. Heuuh, bikin pusing saja mama Fida tuh. Gerutu pak Bambang dalam hati sambil menggaruk kepalanya yang gatal. Pak Bambang pov end
Arif pov.
Aku masih setia menunggu makanan untuk Fida datang. Sampai:
Tok, tok, tok.
"Selamat siang, kami dari petugas kebersihan saya izin membesihkan ruanganya."
Ujar pak kebersihan dengan alat pembersih lantai di kedua tangannya.
"Oh, iya silahkan pak."
Sahutku singkat. Bapak kebersihan itu pun mulai menyapu seluruh ruangan. Sampai tak terasa, suster pun masuk dengan senampan makanan seperti bubur atau nasi tim ah aku nggak tau apa itu.
"Ini dek, makan dulu."
Ujar suster itu tenang dan segera meletakan nampan diatas meja.
"Oh, iya sus."
Sahutku. Lalu suster itu mencubit pipi Fida dengan lembut dan segera berlalu dari hadapan kami.
__ADS_1
"Silahkan dek, makan dulu. Saya udah selesai kok."
Ujar pak kebersihan itu.
"Iya pak. Makasih."
Sahutku. Aku lanjut berkemas untuk selanjutnya akanku bawa pulang karena ini adalah hari terakhir Fida di rumah sakit.
"Makan, rif."
Tawar Fida padaku.
"Iya fid. Sok aja."
Aku menyahut dengan wajah datar. Setelah semuanya selesai, aku pun lantas pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Setelah selesai, aku pun beranjak menuju ranjang Fida.
Sapaku. Fida pun tersenyum.
"Hai juga."
Sahutnya.
"Udah beres cantik makanya."
"Udah."
Sahutnya singkat.
__ADS_1
Ayah Bambang pov.
Aku selesai dengan pekerjaanku. Lalu aku berjalan menuju ke besment. Setelah menancabkan kunci motorku ke motorku, aku lalu menuju rumah sakit untuk menjemput Arif dan Fida untuk pulang ke rumah.
Arif dan Fida pov.
Waktu menunjukan pukul 16:05 sambil menunggu ayah, aku iseng iseng berbincang-bincang dengan Fida.
"Eh fid, ibumu serius mau jodohin kita?"
Fida nampak terkesiap.
"Emmm, i iya. Ke kenapa?"
Tanya fida sambil gelagapan.
"Aku berharap, semoga nggak jadi ya."
Lanjut Fida.
Aku menghela nafas panjang.
"Iya sih, aku juga berharapnya kayak gitu."
Sahutku lagi. Tak lama kemudian, ayah datang. Dan ayah pun mengajak kami untuk segera pulang. Fida sengaja menginap di rumahku karena memang masih banyak kamar yang kosong. Setelah siap, aku pun segera naik keatas motor milik ayah. Kubiarkan rambut fida yang wangi menutupi wajah dan mataku karena dia memang dia duduk di tengah. Sesampainya dirumah, aku segera besih bersih dan tidur. Namun aku tidak bisa tidur. Lantas aku pun memainkan hp sambil mendengarkan musik dari hp ku. Tak lama kemudian, aku pun terlelap namun masih dengan hp yang menyala.
Bersambung..
Note author.
__ADS_1
Halo semuaaaaa, maaf ya hari ini author nggak bisa lebih teliti lagi untuk membuat ceritanya. Jadi mohon maafkan author kalau ceritanya amburadul. Terimakasih yang udah mau baca cerita author.