
Waktu sudah petang, mereka sudah ngos-ngosan karena berlari tanpa henti. Dirumah Fida Indah masih tidur dengan nikmat masih dengan posisi yang memeluk Fida. Sepertinya dia masih kalut fikirannya. Sisilain di jalanan.
"Hah hah hah hah. R, rif, gu, gue capek. Hah, hah, hah."
Haikal terengah sambil duduk diatas trotoar dipinggir jalan. Mereka dengan lutut gemetaran mulai meluruskan kakinya.
"Gue masih kagak nyangka, kenapa Indah memeliki ide konyol begini."
Ujar Haikal.
"Heeh, gue juga. Udah nggak bisa dikelabui lagi, kami sapeda biru club sudah benar benar hapal dengan seluruh barang barang yang dimiliki oleh seluruh anggota gengnya."
Kata Arif. Tak lama kemudian, Joe dan Raka menyusulnya. Mereka langsung ambruk dan ikut meluruskan kaki.
"Heh, heh, heh, heh. Mi, minumm."
Ujar joe panik.
"Heh, dimana ada minum? Sementara kita lagi di tengah jalan begini."
Ujar Raka. Akhirnya mereka menyepakati untuk mencari sungai yang siapa tau ada disekitar mereka. Tak lama, mereka menemukan sungai yang tak jauh dari jalanan itu. Tak peduli warnanya yang coklat. Sampai tiba tiba,
"Hueeeeekkkkk. Hueeekk."
Haikal memuntahkan airnya kembali seraya melepehkan satu cuil kotoran manusia yang mengambang diatasnya.
"Hueeekkk. Ih, ada eeknya."
Pekik Joe. Mereka pun muntah berjamaah. Mereka tak tau harus bagaimana lagi.
Disisilain dirumah Fida.
"Kak, gimana kalau kita menyamar jadi begal demi membuktikan bahwa yang mengintai itu mereka, dan tidak ada Raka diantara mereka."
Usul Fida. Indah yang sedaritadi melamun menatap layar ponselnya yang sedang menampilkan isi chat mereka pun tidak mendengarnya. Fida pun iseng untuk menjaili kakaknya dengan menyembunyikan jaket tebalnya. Tanpa kedengaran, Fida sukses menyembunyikan jaket hitamnya diatas lemari. Indah pun jenuh dan meletakan HP nya begitu saja diatas meja dengan sangat kasar. Fida memaklumi itu karena dia tau karena dia sedang merindukan pacarnya. Siapa yang suruh, nge prank kak Raka. Sudah kubilang jangan nge prank ka raka, sekarang kamu merasakan akibatnya. Fida bernyanyi. dalam hati. Indah yang ingin memakai jaketnya untuk sekedar menutupi mukanya yang mulai sembab pun keheranan mencari keberadaannya. Fida yang menyadari itu dengan sigap menarik jaketnya untuk menyerahkan ke kakaknya. Indah dengan kasar merebut jaket itu dari tangan Fida tanpa berkata apapun. Bahkan dia tidak mempedulikan mulut Fida yang sedaritadi menganga karena takut dan kaget. Indah dengan gerakan tanganya menunjuk pintu dan segera menutupi mukanya lalu ia menangis. Maaf sayang, aku harus melakukan ini demi memberikan kejutan untukmu. Indah membatin. Fida tak berani untuk menghampiri kakanya dan langsung keluar begitu saja. Baru saja fida sedikit menjauh dari kamar Indah sontak dibuat terkejut sambil membelalakan matanya ketika daribelakang terdengar suara pintu yang dibanting oleh kakanya.
"Anjing!!! Ehh, astagfiruloh."
Pekik Fida kecelosan sambil cengengesan. Ia langsung saja memasuki kamarnya.
Arif, Haikal, joe dan Raka pun berjalan menuju warkop dengan berlari. Setellah sampai diwarkop, mereka langsung mengayuh sepeda menuju rumah masing masing. Petang berganti malam suasana dirumah Indah pun sedikit terkesan lebih sepi dan mencekam. Tidak banyak yang pasutri itu bicarakan. Bahkan cenderung senyap hanya menyisakan suara TV dan hewan malam yang saling bersahutan.
"Guys, apa yang menyebabkan kalian untuk tiba tiba mencurigai rumah Fida secara tiba tiba? Sementara kalian samasekali tidak ada bukti."
Tanya Arif di siaran di aplikasi hijau yang dibuatnya hanya bertiga.
"Ah, entahlah, feeling ku begitu kuat untuk mengarahkan aku dan kalian untuk segera menyelidiki rumahnya."
Sahut Joe. Raka sengaja tidak diundang karena ini obrolan mereka saja yang sudah tau akan kebohongan Indah dengan bukti yang kuat. Dimulai dari sandal, sepeda, dan tergeletak juga HP miliknya diatas meja kamar tamu dirumah Fida.
"Lagian menurut gue, Indah itu terlalu bodoh. Kalau mau prank kita atau salah satu dari kita harusnya dia bisa mehilangkan jejak dengan sempurna tanpa ceroboh seperti itu."
Sahut Haikal.
"Guys, gue mau ini dirahasiakan dari raka ya. Kasian."
__ADS_1
Ya, selama ini otak raka tidak sanggup jika harus membayangkan pacarnya tega membohonginya. Jadi dia masih dibuat pusing dengan tanda tanda yang dicitakan oleh kecerobohan Indah sendiri. Sementara tiga lainya bukan tipekal orang yang suka banyak bicara, mereka bertiga lebih suka menyusun rencana tanpa banyak pertimbangan dan tidak melakukan hal bodoh yang sekiranya tidak perlu bagi mereka.
"Gue faham apa yang ada difikiranya, tapi menurut gue ini terlalu berlebihan dengan cara seperti ini. Jika dia terbukti membohongi pacarnya sendiri ya. Sungguh, ini hanya menyiksa dirinya sendiri."
Jelas Arif yang begitu tepat sasaran ke gawang terungkapnya kasus tersembunyi ini. Mungkin sebagian orang akan menganggap Indah itu wanita bodoh, namun dibalik sikapnya yang konyol, dia adalah wanita yang penyayang juga perhatian saat pacarnya hendak ultah atau apa pun itu.
Keesokan harinya, Arif dan tim pun segera berangkat sekolah seolah tidak terjadi apa apa. Mereka membawa raut wajah yang polos dan terkesan seperti orang linglung saat berpapasan dengan Raka.
"Ingat guys,"
Haikal memberikan kode yang tidak bisa difahami oleh Raka namun ia dan tim memahami kode dengan kata, ingat ya guys itu. Itu pertanda haikal tidak memperbolehkan timnya membocorkan rahasia ini kesiapa pun.
"Siap, boss."
Raka yang mendengar kode kode asing ini hanya bisa geleng geleng. Waktu masuk pelajaran pun tiba. Seluruh anak anak masuk kelas dengan tergesa gesa.
Di kelas 8A.
"Ih, guys, liat itu."
Jerit Priska.
"Hmm, iya, sudah kuduga dia tidak akan masuk lagi."
Sahut bela.
"Dia itu bener bener bodoh ya, mau maunya dibodohin oleh Indah."
Tambah bela.
Sahut Priska.
"Ntar dulu deh guys, gue mau nanya nih. Emangnya sesempurna apa sih sosok Raka itu di mata kalian?"
Ika tiba tiba saja ikut nimbrung.
"Bagi aku sih dia itu orangnya kalem dan cool. Ini yang membuat suka bet sama dia."
Sahut Bela.
"Aku mah sukanya adalah karena dia tinggi dan idungnya yang pesek itu membuat gue selalu pengen nyubit terus-terusan."
Timpal Priska. Tanpa sadar, guru yang mengajar TIK pun masuk. Beliau melongo melihat muridnya sedang asyik ngerumpi. Aku masih tak nyangka, ternyata anak sekarang ngerumpinya lebih hot daripada ibu ibu ditetangga sekitar rumahku. Gumam bu Arni dalam hati.
"Pagi semuaaaa. Apakah sudah ngegosipnya?"
Teriak bu Arni lagi. Anak anak sontak berlari dan mempersiapkan laptop masing masing.
"Pagii buuu."
Sahut mereka serempak.
Istirahat pun tiba. Mereka berjalan menuju kantin dan hendak ngegosip lagi disana. Tapi baru saja mereka hendak masuk,
"Maaf neng, disini tidak diperbolehkan untuk ngerumpi."
__ADS_1
Ibu kantin memperingati. Mereka bertiga pun hanya cengengesan sambil melangkah kembali menuju taman.
Di dekat parkiran. Arif dan tim sedang berbincang mengenai mengungkap kebohongan Indah teman baik mereka. Mereka hanya butuh bukti dan kejelasan mengapa dia begitu mati matian untuk mengerjai mereka.
"Sudah jelas barang baranb itu milik dia."
Joe memulai perbincangan.
"Teruus?"
Sahut Haikal.
"Kita pura pura bertamu aja nape si?"
Arif menimpali.
"Aha, lu kan lagi ada tugas biologi ya kalau nggak salah?"
Tambahnya.
"Iya, nape?"
Sahut haikal.
"Nah kan kebetulan kelas 8B dan 8A kan disatuin,"
Arif tau jadwal dari haikal yang tempo lalu pernah dibicarakan.
"Terus,"
Haikal penasaran.
"Ya elu tinggal ngasih tau aja ke si fida bahwa nanti kelasnya ada pelajaran biologi."
Usul Arif.
"Jadi kita bagi tugas aja. Lu yang membawa Fida ke taman rumahnya, terserah mau depan mau belakang. Gue yang coba mengetuk pintu kamar Indah dan berkata baik baik ke dia, terus joe bantuin gue buat ngomong ye."
Arif memberi pengarahan.
"Setujuuuuuuuu."
Sorak joe dan haikal bersamaan.
"Jam 15:00 harus udah ada di depan rumah Fida ya. Telat dikit nggak papa. Paham?"
Tanya arif memastikan.
"Faham boss."
Sahut yang lain serempak.
Bersambung. Note author.
Mohon maaf jika author jarang up, karena author kehabisan ide buat nulis alurnya. Dan mohon maaf juga jika author tidak membalas komentar kalian karena sedikit ada gangguan di sinyal ya. Makasih semua.
__ADS_1