Merah

Merah
BAB 10 : Banuwarna lagi


__ADS_3

Menikmati keindahan ombak yang bergulung ke tepian pantai, gadis itu tengah menikmati kelapa muda juga sinar matahari yang terik. Tentu saja dia Merah, pantai adalah tempat pelarian masalah paling baik menurutnya.


   "Nona, jam dua siang waktunya Anda masuk ke Hotel. Jangan lupa Non." ujar Satria—pengawal khusus Merah. Satria adalah pengawal yang baik, tampan, dan sangat rajin. Umur Satria hanya selisih 2 tahun dengannya. Merah tersenyum sambil mengangguk, Satria hanya tersenyum kikuk melihat Merah yang begitu menawan padahal usia Merah kini sudah menginjak sembilan belas tahun, tapi tetap saja warisan wajah imut dari Mama membuatnya terlihat seperti anak SMA pada umumnya.


   "Oh iya Sat, nanti tolong urus surat izin saya ya." ucap Merah, Satria mengangguk lalu berbalik dan meninggalkan Merah yang duduk diatas pasir.


   Merah menatap lurus kedepan, kali ini tak ada yang perlu ia khawatirkan. Disini ia bisa bebas mengunakan ponsel dan melakukan apapun yang ia inginkan. Merah sangatlah menikmati liburannya.


   Drettt..drettt


   Dering ponsel itu membuatnya mengeryitkan mata, Merah mengangkat panggilannya itu. Siapa tahu ada sesuatu hal yang penting datang.


   "Halo?"


   "WOY!"


   Seruan itu membuat Merah menjauhkan handphonenya dari telinga, Merah menatap nomer itu dua kali.


   "Why?" tanya Merah, ya, ia tahu ini siapa. Merah tak pernah menyimpan nomer seseorang, ia mengingat angka-angka yang tersusun juga nama pemilik angka.

__ADS_1


   "Kakakku suyungg, ga rindu adek kau yang imut dan seksehh ini.." ujar orang disebrang sana. Merah menghela nafas, tenyata tak bertemu adiknya selama satu tahun lamanya membuat adiknya semakin alay dan menjijikan.


   "Cih," Merah mematikan panggilan itu, ia membalikkan badan. Menikmati rasa panas yang langsung terasa pada punggungnya yang telanjang.


   Merah tersenyum kikuk memandangi camera ponselnya, sudah lama sekali ia tak mengambil potret dirinya. Merah rindu dengan sosmed, sudah lama ia tak mengunggah foto di Instagram miliknya.


Merah mengambil potret dirinya, lalu mengungahnya di Instagram sebagai obat kerinduannya pada medsos.


   Merah meng-scroll kebawah postingannya, terakhir kali foto waktu berada di Amerika ketika ia menjenguk Papa Fisaka. Dan kerinduan langsung mengelayuti hati Merah.


-----


   Banuwarna menatap ujung koridor, berharap ia menemukan gadis bisu itu. Ternyata ia sama sekali tak menemukan gadis bisu itu setelah bel masuk berdering. Banuwarna mengutak-atik ponselnya, siapa tahu dia menemukan akun instagram cewek bisu itu.


   "Merah jambu?"


   "Merah kelabu?"


   "Merah darah?"

__ADS_1


   Tebakan Banuwarna sama sekali tidak benar, mana ada nama seperti itu.


   "Namanya siapa sih njir! Gue cari kaga ada." omel Banuwarna.


   Banuwarna mematikan ponselnya emosi, ia langsung masuk kekelas. Ia mengerutu sembari mengeluarkan buku paket biologi. Kelasnya ramai, penuh dengan teriakan cewek cewek yang sedang beradu argumen dan merasa dirinya benar.


  "Woy bro! Kenapa lu?" tanya Petra, teman sebangku Banuwarna yang juga sahabat Banuwarna.


  "Lu tahu cewek bisu yang dikelas ujung sono kaga?" tanya Banuwarna, Petra menggeleng.


  "Lagian banyak cewek cantik sama bersuara merdu, ngapain lu cari cari cewek bisu." ujar Petra.


  "Gini bro, gue kan udah melakukan penelitian negara adil makmur yes! Jadi si cewek cantik yang bisu itu bisa ngomong bahasa inggris. Jadinya dia pinter, trus kalau bisu kan ya? Trus dia bisa ngomong bahasa inggris lancar. Dia nipu gue berarti kan ya?! Gue mau wawancara dia. Hahahaha.. Pokoknya dia harus gue wawancara." kekeuh Banuwarna, Petra menggelenggkan kepalanya.


   "Iyain aja la." ujar Petra sembari mencoret-coret meja mengunakan Tipe-X.


   "Goblok! Ntar gue yang suruh ngebersihin lagi!" umpat Banuwarna lalu membuang Tipe-X itu jauh jauh.


   "Kampret! gue belinya ngutang, lo seenaknya ngebuang!" Suara Petra meningg, cowok berperawakan tinggi itu langsung berlari mengambil tipe-x yang dibuang Banuwarna.

__ADS_1


   "Dasar orang kaya, punya uang masih aja ngutang!"


**


__ADS_2