Merah

Merah
BAB 23 : Lukisan


__ADS_3

Ya seperti biasa, Merah harus setor ke Ibunya karena Ibunya kira Merah menjual diri sehingga lupa pulang. Dan Ibunya tak mempermasalahkan itu asal Merah membawa banyak uang. Tadi pagi Merah menyerahkan uang lima ratus ribu dan membuat ibunya seketika diam, dan menyibukan diri menghitung lembaran sepuluh ribuan itu.


"Mata duitan..," ucap Merah jengah. Ia memakai seragam berwarna merah dikarenakan sudah hari Rabu. Merah memakai ikat pinggangnya, dasi, sepatu. Tak lupa memasukan buku kedalam tas yang sudah jelek. Merah tak sabar menyelesaikan misinya.


"Assalamualaikum...., Merah berangkat!" teriak Merah, ia tak butuh jawaban Ibunya. Karena Merah yakin Ibunya tidak akan menjawab salamnya.


Benar-benar santai, namun ia sedikit jijik dengan dandanannya sekarang yang sama sekali tidak cantik. Tapi ya bagaimana, demi misinya.


Sesampai di jalan raya, Merah mencegat angkot dan memasukinya. Oke, ini pertamakalinya Merah menaiki angkot yang padat. Dan banyak poin yang harus ia tulis : Oksigen berkurang, bau, ugal-ugalan, banyak copet, kondisi angkot buruk. Dua puluh menit bertahan di angkot itu, Merah akhirnya bisa bernafas dengan bebas. Kini, Merah ada didepan gerbang SMA. Ia jadi rindu.


lama kelamaan banyak orang yang mulai cuek atas kehadiran Merah. Merah kembali mendapatkan satu poin penting,  gosip yang sama akan membuat bosan


si pengosip. Setelah menulis itu di note kecilnya Merah melanjutkan jalannya.


"Woy!" Merah menghela nafas, ia sangat mengenal suara cowok itu.


"Bentar, jangan jalan lagi!" teriaknya lagi. Merah hanya diam, ia tahu bahwa ia menjadi bahan tontonan.


Dia Banuwarna, "Gue mau ngasih sesuatu buat lu, yang." Merah mengangkat bahunya acuh, dan melanjutkan jalannya.


"Dengerin gue dulu!" teriak Banuwarna.


Merah berbalik, ia menaikan sebelah alisnya dan mendekatkan bibirnya di telinga Banuwarna. "Lo mau gue dalam masalah?" bisik Merah. Merah berjalan santai, ia yakin Banuwarna tidak mengejarnya.


Banuwarna diam, sibuk dengan pikirannya. Kenapa cewek bisu itu juga bisa ngomong bahasa indonesia. Atau jangan-jangan...


"Anjir! Gue ketipu!" umpat Banuwarna mengacak rambutnya frustasi.

__ADS_1


"WEH ADA APA INI BOY?" tanya Petra yang berteriak sembari berjalan mendekati Banuwarna.


"Cewek sialan itu bisa ngomong bahasa Indonesia cuk! "


Petra menyungingkan alisnya. "Lo beneran suka dia ya?"


"GAK!"


"Gue ambil nih....,"


"Yaudah kalau beneran gak mau..,"


"IYA, GUE SUKA DIA!" teriak Banuwarna dan membuat perhatian menuju ke dirinya. Termasuk Violet yang menahan sakit hatinya mendengar itu.


-----


Merah menundukan kepalanya, akh! Manusia satu itu membuat perhatian semua orang tertuju padanya. Bahkan semua orang tengah membicarakannya.


Cewek bisu itu kegatelan, ya nggak heran gue


Bisu aja sok!


Bisu? Bahkan Merah hampir saja tertawa. Kenapa orang menganggapnya bisu? Aneh sekali. Soal Banuwarna memang akan menjadi urusannya nanti. Ia akan berbicara pada Banuwarna.


-----


Sepulang sekolah, Banuwarna menunggu Merah untuk menuntut penjelasan. Tak menunggu lama, Merah terlihat dari ujung sana keluar dari kelasnya. Karena sudah sore, jadi, Merah  berani menghapus seluruh tatanan dirinya. Ya jadilah, Merah asli yang cantik. Banuwarna yang melihat itu takjub, namun memalingkan wajahnya agar ia tak larut.

__ADS_1


"Red!" teriak Banuwarna. Banuwarna tahu nama itu dari Instagram yang Merah tuliskan waktu itu.


"Why?" tanya Merah enteng.


"Nggak usah sok inggris deh lu!" gertak Banuwarna.


"Oke, oke, Minta maaf.." ucap Merah.


"Tunggu disini, gue mau kasih sesuatu ke lu. Sampai lu pergi, gue yakin rahasia lu bakal kebongkar." ucap Banuwarna dengan nada mengancam.


Merah sebenarnya tak apa jika Banuwarna membongkar identitasnya, tapi jika ia sudah selesai dengan misinya.


Merah menunggu dua menit, akhirnya Banuwarna membawa sebuah benda persegi panjang yang terbungkus kertas cokelat.


"Nih buat lu!" setelah menyerahkan benda itu Banuwarna pergi dengan motornya. Benar-benar aneh.


Karena benda ini, ia harus kembali ke mansion. Akh, membuang waktu saja. Merah melepas handphone dari pahanya. Dan segera menghubungi Satria.


Dua puluh menit menunggu, Satria datang. Merah membuka pintu mobil. Ia menyuruh Satria menaruh benda itu di bagasi.


----


Sesampainya di mansion, Merah masuk kekamarnya dengan finger scan. Turut serta membawa benda itu, ia jadi penasaran apa isinya. Merah menyobek bungkusan itu sedikit melihat ujung benda itu. Mungkin foto.


Merah menyobek semua kertas itu dengan sekali tarik, Merah mengerjabkan matanya kagum atas apa yang dilihatnya. Dilihatnya gambar dirinya yang sangat artistik, ia sangat cantik di lukisan itu. Matanya turun lagi keujung lukisan itu, disana tertulis. 'By Banuwarna yang tampan'


Merah mengambil gambar lukisan itu, lalu memostingnya di Instagram dengan caption. 'Keren, Thanks hadiahnya.'

__ADS_1


-----


NEXT KAGA WOY?


__ADS_2