
#RipEnglish.
INI BAHASA INGGRISNYA SETAU SAYA YAK. SOALNYA SAYA GK PANDE BASA INGGRIS. YAUDAH TQ.
Cowok berambut kuning keemasan dengan kulit yang putih bersih tiba di bandara. Ia tengah menunggu kehadiran seseorang menjemputnya, namanya. Maxime.
Berkali-kali Maxime melihat arloji di tangannya. Ia juga terlihat gusar, ada ketakutan dimatanya.
"Hay!" suara yang sangat dikenali Maxime, tentu saja itu adalah pacarnya.
"How are you beb?" tanya Maxime pada cewek yang tengah duduk disampingnya.
"Fine, and you?"
"I very fine. Because I meet you now!"
Maxime mencium pipi cewek itu.
"Go! We back to my home!" sorak cewek itu karena risi Maxime mencium pipinya lama. Cewek itu mengandeng tangan Maxime sampai pada mobilnya.
"Why you don't talk me about this..,"
__ADS_1
"Supraise!!"
"I sorry beb, because belong you in there. We do backstreet. I sorry, I doing mision. I tell you about this. Why you not patient?" mata cewek itu berkaca-kaca menatap Maxime. "How if my mision failed?"
"I sorry beb, I trust. I don't doing it again. Please don't cry." Maxime memeluk ceweknya, dan mengelus punggung cewek itu yang terisak.
"I love you Srayyred Grey Fisaka..." Maxime mencium dahi Merah singkat.
"Too.." Merah juga mencium dahi Maxime singkat.
"Sat, let's go!"
--------
Entahlah, Merah juga bingung hubungannya dengan Banuwarna. Jelas-jelas Banuwarna kemarin memutuskan dirinya, salah sendiri dia tidak mempercayainya. Padahal, menjadi pacar Merah adalah keberuntungan sepanjang masa.
Saat ini Merah berada di mansionnya, apalagi Maxime tidak tahu kalau misinya itu sampai tinggal di rumah gubuk reot. Pasti Maxime akan mengomelienya habis-habisan. Hari ini Merah tidak berangkat sekolah, apa kata Maxime melihatnya memakai seragam SMA padahal ia sedang kuliah S2. Maxime mengatakan padanya bahwa ia akan disini selama seminggu saja.
"Good morning sweetheart," ucap Merah sembari mengecup pipi kiri Maxime.
"Good morning too," balas Maxime, dan melakukan hal sama seperti Merah. Kebiasaan saling mengecup pipi itu terjadi saat ia berada di luar negeri. Dan pergaulannya dulu bebas, tak seperti disini. Mencium pipi saja sudah dibilang mesum. Merah mendengar pernyataan itu dari pelayannya yang kemarin melihatnya mencium pipi Maxime. Bahkan gosip kumpul kebo langsung menyebar ke seluruh rumah. Dan Satria yang memberikannya padanya.
__ADS_1
Disitu Merah langsung melahap roti dengan selai yang sudah disediakan, tak lupa susu tawar juga buah yang melengkapi sarapan paginya.
"Max, stay in here, okay?" Maxime mengangguk.
"Where are you to go?" tanya Maxime.
"I will go to Papa's home." bohong Merah. Maxime percaya saja, ia melanjutkan makannya.
"Satria! Let's go!" tanpa diberitahu, Satria paham tujuan Merah kemana.
----
Sepeninggal Merah, Maxime duduk di sofa diruang tengah. Maxime mengambil banyak cemilan dan makanan dari kulkas yang merupakan persediaan bulanan Merah.
Maxime pun dengan nada memerintah menyuruh pelayan-pelayan rumah Merah mengambilkan hal-hal sepele, yang bisa diambil Maxime sendiri. Bahkan Mbak Oky, senior pelayan disini geleng-geleng kepala melihat kelakuan Maxime. Mbak Oky sedaridulu tak pernah diperlakukan seperti ini, memang dulu Merah sangat sombong tapi Merah tak pernah semena-mena pada pelayan dan orang yang berkerja kepada Merah. Karena menurut Merah tanpa orang kecil disekitar rumahnya ia tak tahu bagaimana rasa nyamannya akan singgah.
-----
Ehe, yuhuuu kembali dengan Saya 😶tunggu next partnya yak!
Komen NEXT kalau mau lanjut?
__ADS_1
Tq, jangan lupa vote. Karena vote dan komen mempengaruhi kapan Merah akan update.