Merah

Merah
bab 39 : perjodohan


__ADS_3

Sebenarnya Merah belum larut dalam mimpinya, ia sempat mendengar ucapan Banuwarna sebelum ia benar-benar tertidur pulas. Bagaimanakah dengan hati Merah? Apakah siap menerima Banuwarna?


"Merah! Bangun!" teriak Banuwarna sambil mengoncangkan pelan bahu Merah. Merah membuka matanya, mantap Banuwarna dengan intens.


"Gue sebenarnya udah perhatiin lu sejak gue jadi pengamen." ucap Merah. Banuwarna yang mendengar itu langsung terkejut, bagaimana bisa Merah tahu tentang dirinya?


"Lu pasti mau tanya kenapa gue tahu lu, gue pengemar lu sialan! Gue suka lu ketika lu baik sama anak-anak jalanan! Gue sering memperhatiin lu dari balik reklame!" Merah meluap-luap, tapi ia sedikit lega bahwa ia sudah bisa meluapkan semua yang ia rasakan.


"Hah? Lu...., lu nggak bercanda?"


"Ngapain sih gue bercanda! Lesung pipit lu yang kadang kelihatan itu bikin gue meleleh. Ah sial!" gerutu Merah.


"Trus kenapa lu nggak nunjukin rasa suka lu ke gue? Padahal gue berkali-kali ngejar lu."


Merah berdecih. "Nggak semudah itu ferguso! Gue bukan tipe-tipe cewek seperti itu. Gue lebih mengesampingkan cinta, gue mementingkan keluarga gue. Bukan cowok sialan macem lu!"


"Lu itu ngode kata 'iya' atau gimana sih? Marah-marah mulu." goda Banuwarna. Merah langsung memukul punggung Banuwarna dengan sadis.


"Nggak sat!" sarkasme Merah.


"Gosah ngegas sayang..," balas Banuwarna dengan lembut dan senyuman yang memperlihatkan lesung pipinya yang memang samar, tidak terlalu dalam lebih tepatnya.

__ADS_1


"Ah sial! Gue jadi meleleh!"


"Tinggal gue bekuin dong, trus gue jilatin!"


"Eh, apa-apaan! Nggak usah macem-macem!" Merah mencubit lengan Banuwarna dengan keras.


"Biarin lu kapok! Biar istri lu nggak lu gituin!"


"Lah, kan calon istri gue elu? Gimana dong, gapapa gue dicubitin, asal sama lu ."


"IH! STOP BIKIN GUE NANGIS DENGAN KATA BUCIN LU ITU!" teriak Merah kesal, sampai tetesan air mata keluar dari pelopak matanya.


----


Merah menyalami tangan ketiganya, ia ikut duduk disamping Lenka. Dan di sebelah Lenka ada Fisaka, didepannya ada Merah yang tengah meminum susu ibu hamil. Merah tidak terlalu dekat dengan Red, jadi ya, ia hanya bicara seperlunya saja dengan Red. Apalagi Red itu orangnya malas membalas ucapan orang.


"Gimana Rah? Udah hafal semua namanya?" tanya Pradiksa, Merah mengangguk ragu. Sebenarnya ia memang sudah hapal, tapi ya ia takut kalau salah sebut.


"Papa sudah memutuskan, untuk menikahkan Red dengan salah satu anak dari teman bisnis Papa. Dia orangnya baik, dan Papa sangat yakin dia dan keluarganya tidak mempermasalahkan janin yang ada di rahim Red. Bagaimana Red? Kamu setuju?" ucap Fisaka menjelaskan, Merah mengangguk mengerti. Lagipula dengan itu Red bisa terbebas dari rumah.


"Whatever." ucap Red, yang dimengerti Fisaka sebagai sebuah persetujuan.

__ADS_1


"Jadi, Red akan menikah secara tertutup. Hanya ada satu media yang masuk untuk mengabarkan pada seluruh dunia bahwa Red menikah. Untuk resepsi akan diadakan ketika anak itu lahir, gimana Rah? Kamu setuju dengan rencana itu?" lanjut Fisaka menerangkan alur.


"Terserah Papa aja gimana baiknya."


Fisaka mengangguk. "Oke, besok kamu akan menikah." final dari Fisaka.


"Tomorrow?" tanya Red dengan nada terkejut.


"Yes baby! Lebih cepat lebih baik."


----


Suasana di rumah keluarga Banuwarna mencengkam, ada Kakeknya dan neneknya yang berarti ada sesuatu yang penting dan harus dibiarkan sekarang juga. Sialnya, Banuwarna gemetaran ditatap oleh Kakek dan neneknya.


"Ada apa sih Yah?" tanya Banuwarna berbisik pada Ayahnya.


"Ayah nggak tahu, Tanya aja sama Kakek."


Nenek menyeruput teh hangat yang baru saja dibuatkan Bunda, Kakek mengelus berulang kumis tipisnya. Bunda terlihat santai, karena ia sedang berakting terlihat kalem, sedangkan Bano menyibukan diri dengan menyusun lego.


"Jadi, anak kamu kan kami jodohkan." ucap Nenek. Kata itu membuat semuanya tercengang, nikah muda? Oh tidak!

__ADS_1


"Besok kita berangkat, jangan lupa berdandan. Dia adalah penanam saham terbesar di perusahaan kita."


"BANU NGGAK MAU NIKAH MUDA!"


__ADS_2