
"Awas Pak Amir.." Sahut Pak Raam ketika melihat mobil truk yang sudah ada di depan mobil mereka.
Pak Amir membanting stir mereka berhasil melewati truk namun naas mobil itu seperti tak bisa dikendalikan lagi.
"Astaghfirullah, Remnya tak berfungsi.." Ucap Pak Amir yang mulai panik.
"Lahaula wala Quwata Illa billah.."
"Allahuakbar."
Teriak salah satu dari mereka, dan ada yang berteriak membesarkan nama Allah itu. Sungguh disaat manusia berjuang antara hidup dan mati, Allah lah satu-satunya harapan sebagai sebaik-baiknya penolong.
Karena penurunan yang mereka lewati cukup tajam, mobil itu akhirnya terjun bebas ke jurang.
Pintu bangku tengah bagian posisi duduknya Bu Lena terbuka, hingga Bu Lena dan Hasna yang ada disampingnya ikut terlempar ke luar, saat mobil baru jatuh sekitar 3 meter dari permukaan jalan. Mobil itu pun terus berguling hingga akhirnya sampai ke dasar jurang yang kedalamannya diperkirakan mencapai puluhan meter tersebut.
Sebuah mobil yang ternyata dari awal perjalanan sudah mengikuti mobil mereka berhenti. Seorang laki-laki yang ada di dalamnya tersenyum, ia tampak puas dengan hasil kerja orang suruhannya.
"Jika kau tak mau kembali padaku maka tak akan ada siapapun yang akan menggantikan posisi ku Hasna... Hahaha." Ucapnya kemudian sambil tertawa lepas.
Laki-laki itu segera turun dari mobilnya, lalu berjalan mendekati lokasi kejadian. Bekas pembatas pinggiran jalan tampak remuk. Posisi kejadian pun terjadi ditengah hutan yang lebat dan tempat itu pun sepi, dan kendaraan lainnya juga tampak lengang.
Laki-laki itu menoleh ke bawah, senyumnya kembali terkembang, ia melihat Hasna tengah berjuang naik ke atas.
"Sungguh Allah mentakdirkan kamu itu hanya untuk ku.. buktinya kau masih selamat Hasna.." Ucapnya dengan mata berbinar.
Hasna tampak kesusahan terus berusaha mendaki mencapai permukaan. Kakinya berhasil berpijak pada sebuah batang pohon.
__ADS_1
"Hasna, cepat raih tanganku.." Roby mengulurkan tangannya untuk menolong Hasna.
"Mas Roby...?"
Hasna melihat wajah mantan suaminya di sana. Ia seakan tak percaya kenapa Roby bisa ada di sana menawarkan pertolongan padanya. Ia yang masih takut bertemu Roby, menolak menerima bantuan dari Roby.
"Dalam keadaan seperti ini kau masih aja jual mahal.. Apa kau tak sayang nyawamu..?"
Hasna hendak membalas ucapan Roby, namun batang pohon yang ia pijak mulai tak kuat menopang tubuhnya.
"Ayo lah Hasna, aku tak akan memaksamu untuk kembali padaku, dan aku juga minta maaf saat kejadian di Danau itu aku sungguh tak sengaja Hasna.. Maafkanlah aku.. Apa kau tak sayang Nenekmu yang menanti kedatanganmu..?
Hasna yang memang sudah panik, terdiam sesaat saat Roby mengatakan tentang Neneknya. Ia langsung terbayang akan wajah Neneknya yang bahagia menyambut ia datang dan ia akan menikah dengan Raihan. Dan Hasna seperti merasakan Raihan juga selamat nantinya dan ia tentu harus optimis untuk bisa selamat dari kejadian itu.
Hasna pun akhirnya berusaha menggapai uluran tangan Roby, hingga saat tangannya menyentuh tangan Roby batang kayu yang ia pijak itu pun jatuh, namun beruntung Roby sudah memegang tangan Hasna dengan erat. Roby menarik Hasna dengan sekuat tenaganya ke atas, kemudian Hasna yang terluka di kakinya tak mampu lagi untuk berdiri, hingga tubuhnya di gendong Roby.
Roby sangat puas, keadaan jalan sedang lengang, dan hujan masih saja setia turun membasahi bumi.
"Kau mau bawa aku kemana Mas..?" Ucap Hasna ketika ia sadar bahwa Roby membawa ia pergi dari situ.
"Kau butuh pengobatan segera untuk kakimu.."
"Tapi yang lainnya bagaimana? Mereka juga butuh di selamatkan..?"
"Kau tenang saja.. Nanti pasti akan ada yang datang menolong mereka."
"Ya Allah.. tolong selamatkan mereka.." Ucap Hasna penuh harap dalam hatinya. Buliran bening jatuh begitu saja di pipinya, Hasna seolah tak merasakan sakit akan kakinya yang terluka, ia hanya fokus akan keselamatan Raihan calon suaminya dan lainnya.
__ADS_1
"Nih diminum dulu.."
Roby menyodorkan sebotol air mineral pada Hasna, sebelumnya ia sudah membantu membuka tutup botolnya.
Hasna menerima begitu saja air yang ditawarkan Roby karena ia memang sangat merasakan haus. Tak lama setelah minum Hasna meraba keningnya, pandangan matanya tiba-tiba berubah menjadi gelap.
Roby tersenyum puas, hari itu keberuntungan seolah selalu berpihak padanya.
***
Berita jatuhnya mobil yang ditumpangi Hasna dan Raihan calon suaminya beserta keluarga ke dalam jurang baru sampai ke telinga Nenek Hasna di malam harinya. Nenek Hasna pun begitu shock, hingga akhirnya Nenek Hasna jatuh pingsan dan langsung di bawa ke Rumah sakit oleh orang yang memberi tahu mereka itu. Nenek Hasna akhirnya menghembuskan napas terakhirnya saat diperjalanan menuju Rumah Sakit.
Bu Lena yang juga selamat dalam kecelakaan itu. Begitu terpukul saat mengetahui Nenek Hasna yang sudah meninggal. Karena Bu Lena lah yang menyuruh orang untuk memberi tahu Nenek Hasna. Ia jadi merasa bersalah karena ia merasa ia lah penyebab Nenek Hasna meninggal.
Bu Lena sebenarnya yakin bahwa Hasna selamat dari kecelakaan itu karena saat ia yang terlempar duluan keluar saat itu ia tak sengaja menarik tangan Hasna, sehingga ia melihat Hasna juga ikut terlempar seperti dirinya. Namun Bu Lena jatuh lebih dalam dari Hasna sedangkan ia bisa melihat Hasna saat merangkak naik. Tapi Bu Hasna merasakan keanehan akan Hasna yang dikatakan sebagai korban yang hilang dalam kecelakaan tersebut. Keberadaan Hasna tak diketahui.
Selain Raihan dan Hery yang berhasil diselamatkan namun masih dalam keadaan kritis. Bu Lena harus berusaha tegar menghadapi cobaan tersebut. Ia bersusah payah menguatkan dirinya, bahwa ia harus mengikhlaskan kepergian Pak Raam suaminya, Pak Amir beserta istrinya yang juga menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut.
Bu Lena harus kuat karena masih ada putranya dan Hery yang nantinya membutuhkan dirinya.
***
Si sebuah rumah yang di sewa Roby di Kota Solok. Roby berhasil mengelabui pemilik rumah bahwa ia mengaku Hana adalah istrinya, suatu kejadian telah menimpa mereka dan mereka butuh tempat istirahat sementara sebelum kembali pulang. Roby menggunakan foto pernikahannya dulu bersama Hasna agar pemilik rumah percaya bahwa mereka adalah pasangan suami istri.
Hasna masih belum sadar, karena Roby memberikan obat tidur dalam air mineral yang di minum Hasna. Lalu Hasna di gendong Roby masuk ke dalam rumah yang cukup besar itu. Hasna dibaringkan di tempat tidur oleh Roby. Roby pun menjalankan rencana selanjutnya. Karena Hasna selamat maka ia menggunakan kesempatan itu. Dan ia yakin Hasna tak akan berkutik dibuatnya setelah ini.
"Dulu aku belum sempat menunaikan hajatku padamu dan sekarang aku akan..."
__ADS_1
TBC...