Muhasabah Cinta Hasna

Muhasabah Cinta Hasna
MCH 30


__ADS_3

"Kenapa bisa begitu?" Ucap Raihan yang tiba-tiba meraih tangan Hasna.


Hasna terkesiap saat tangannya dipegang Raihan. Raihan membawa Hasna berdiri tepat berhadapan dengannya. Jantung mereka sama-sama berdetak kencang. Mereka saling menatap satu sama lain. Tatapan itu semakin dalam.


"Kenapa mmmmh...?" Ucap Raihan dengan lembut, hingga membuat hati Hasna meleleh dan bulu roma nya seketika berdiri.


"Mmmmh, karena kamu terlalu percaya diri bahwa aku akan menerimamu untuk menjadi istrimu, sampai-sampai kamu berani menyiapkan semuanya sebelum mendapatkan kepastian dariku. Aku yakin, kamu sudah sedia payung sebelum hujan, ya kan..." Ucap Hasna sambil tersenyum mengejek.


Senyuman Hasna itu membuat tangan Raihan tergerak untuk mencubit pipi Hasna.


"Kamu belum tahu saja, aku ini calon CEO jadi apapun bisa aku perbuat dalam waktu singkat."


"Yeeaa baru calon CEO kan.. nggak boleh sombong lho..." Ucap Hasna sambil mengelus pipinya karena cubitan Raihan. Pipinya langsung berubah merah. Hasna pun menundukkan wajahnya dari pandangan mata Raihan yang tampak gemas dan memuja dirinya.


"Na..." Raihan meraih dagu Hasna.


"Mmmmh..." Balas Hasna pelan.


Mereka kembali saling tatap. Raihan mendekatkan wajahnya pada Hasna, ia hendak menikmati indahnya bibir ciptaan Allah yang sudah halal ia sentuh itu, namun akhirnya mereka tampak canggung dan salah tingkah.


"Na.. Ma-maaf, ini kali pertama bagiku.. Jadi aku masih kaku untuk memulai.." Ucap Raihan tergagap sambil berusaha keras menetralisir detak jantungnya yang berdetak tak karuan.


Hasna seakan tak percaya mendengar ucapan Raihan. Dan dari tatapan mata Hasna, Raihan seolah bisa melihat keraguan dari Hasna.


"Na, kamu boleh tak percaya, tapi sungguh ini kali pertama bagi ku Na... Walau aku dulu pernah dekat dengan Dini, tapi aku sama sekali belum pernah menyentuhnya. Dan saat telah menikah pun dengan Dini, aku sama sekali belum menyentuhnya Na.. Apalagi aku tahu akan batas yang diajarkan Agama kita bahwa seorang istri yang hamil anak laki-laki lain, suaminya pun dilarang untuk itu.. Kamu pasti tahu akan hal itu."


"Jadi... Kamu masih..." Hasna belum menyelesaikan pertanyaannya namun udah langsung disela Raihan.


"Iya Na.." Raihan menganggukkan kepalanya cepat.

__ADS_1


Hasna pun tersenyum, lalu ia berucap.


"Rai.. Masyaallah, sungguh Allah telah menjaganya untukku dan kamu juga harus tahu Rai... Allah juga menjaga kesucianku hanya untukmu."


"Benarkah?" Ucap Raihan seakan tak percaya.


Hasna mengangguk cepat dengan senyum manis terkembang di bibirnya.


"Tapi kamu sudah sempat mencuri ini dulu saat di Danau..." Ucap Hasna sembari meletakkan ujung jari telunjuknya di bibirnya.


"Masyaallah... aku minta maaf ya karena sudah mencuri startnya di sini.." Ucap Raihan dengan suara begitu lembut, ia mengelus lembut bibir Hasna dengan jarinya.


"Sholat sunnah dulu yuk..!" Ucap Raihan kemudian merangkul pinggang Hasna.


Hasna pun menganggukkan kepalanya tanda setuju, rangkulan Raihan sungguh membuat darah Hasna berdesir. Mereka pun berjalan bergandengan ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar itu.


"Ladies fisrt.." Ujar Raihan kemudian setelah sampai di depan pintu.


Raihan mengerlingkan matanya pada Hasna sambil mengayunkan satu tangannya ke depan dan punggung yang membungkuk, mempersilahkan Hasna masuk duluan ke dalam kamar mandi. Hingga Hasna menjadi serasa diperlakukan seperti Ratu oleh Raihan dan itu membuat Hasna tersenyum malu.


Di depan pintu, Raihan menunggu Hasna dengan perasaan begitu bahagia. Ternyata ini adalah sama-sama malam pertama bagi mereka untuk menikmati nikmatnya Surga Dunia yang diturunkan Allah bagi pasangan suami istri.


Dan malam itu adalah malam terindah yang dipersiapkan Allah untuk mereka. Raihan memperlakukan Hasna dengan begitu lembut dan seolah bisa mengikuti nalurinya sebagai laki-laki yang beriman pada Tuhannya dalam memperlakukan seorang istri sesuai syariat-Nya. Hasna pun sudah siap menyerahkan dirinya sepenuhnya sebagi seorang istri yang taat pada suaminya. Hingga bertambah lah rasa cinta dan sayang diantara mereka.


"Alhamdulillah.. Terimakasih sayang.." Ucap Raihan dengan begitu lembut dan mesra di telinga Hasna yang sudah tampak memejamkan matanya. Mereka sudah sama-sama membersihkan diri sebelum mereka beranjak lagi ke tempat tidur.


"Mmmh, Rai aku ngantuk sekali.."


"Tidurlah sayang... semoga Allah meridhoi mu.." Ucap Raihan sambil mengecup kening Hasna, lalu mengusap pucuk kepala Hasna dan tak lupa mendoakan istrinya itu.

__ADS_1


Hasna pun tidur dengan senyum manis terkembang di wajahnya. Hasna tidur dengan perasaan bahagia. Karena perlakuan lembut dari Raihan sungguh membuat Hasna kembali mengucapkan syukur pada Rabb-nya. Benar kata Bik Ina akan ada kebaikan dibalik kesedihan yang menimpa Hasna.


Hasna beruntung mendapatkan Raihan yang mengerti dengan Agama. Apalagi ia mendapatkan ridho dan doa dari Raihan sebelum ia tidur tanpa ia minta. Sungguh jika ia tidak bangun lagi nantinya, Surga pun sudah menantinya. Karena Surga seorang istri terletak pada ridho sang suami. (Jadi untuk para istri ingatlah untuk selalu meminta ridho pada suami kalian setiap malam menjelang tidur ya...)


***


Di saat Raihan dan Hasna tengah berbahagia, ada seseorang yang tengah patah hati. Ia adalah Dini. Dini mengamuk sendirian di dalam kamarnya di rumah Mamanya setelah melihat status sosial media dari Raihan. Dini memang tak pulang ke rumah Bu Lena. Karena ia tiba-tiba malas bertemu Bu Lena yang menurut Dini terlalu cerewet padanya. Padahal Bu Lena hanya menjalankan tugasnya saja sebagai mertua dalam memperhatikan kesehatan Dini yang tengah hamil. Walau sebenarnya Bu Lena kadang sedih melihat sikap Dini yang kasar padanya. Namun Bu Lena seperti memiliki jiwa yang lapang dalam menghadapi tingkah Dini.


Sebelum tidur Raihan memang menyempatkan dirinya membuat status pernikahannya dengan Hasna, dengan niat semua orang bisa mengetahui bahwa ia telah menikah dan istrinya adalah Hasna. Berbeda saat dulu ia menikah dengan Dini yang digelar tertutup sehingga tak ada satupun teman, kolega, sanak keluarga yang mengetahui pernikahan mereka kecuali yang hadir saat itu saja termasuk Hery.


Dan Raihan memang menyembunyikan pernikahannya dengan Dini dari orang-orang dan itu juga sebagai salah satu syarat dari Raihan agar Dini atau keluarganya tidak mengumbar pernikahan mereka pada khalayak ramai. Karena pada akhirnya Dini juga yang akan menanggung malu. Ia yang hamil di luar nikah tapi malah Raihan yang kesannya bertanggung jawab padanya.


Dini yang masih memiliki Mama, namun Mama Dini bahkan jarang pulang ke rumah itu. Sehingga Dini meluapkan emosinya sendirian tanpa siapapun yang tahu. Karena pembantu di rumah itu seakan tak berani ikut campur atas apa yang dialami majikannya itu. Mereka hanya mampu menutup telinga mereka karena selama ini hanya bentakan yang akan mereka dapatkan jika berani bertanya dan ikut campur.


"Aaaaaak... kalian berdua jahat... Kalian tak memikirkan perasaanku... Aku benci kalian, aku benci..." Maki Dini sambil melempar ponselnya yang masih memperlihatkan foto pernikahan Raihan dan Hasna di sana.


Dini mondar mandir di dalam kamarnya itu, ia mengamuk seperti orang tak waras lagi. Dan akhirnya ia pun lelah sendiri dan badannya tiba-tiba terasa begitu lemas, akhirnya Dini jatuh tak sadarkan diri.


Sang pembantu yang tadinya lewat kamar Dini, pura-pura tak mendengar Nona Muda nya itu, namun setelah tak mendengar suara lagi, ia jadi tergerak ingin tahu keadaan Nona Mudanya, sehingga ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu, tak ada respon dari dalam kamar. Ia pun mengetuk pintu itu berulang kali lagi, namun masih tak ada suara lagi yang ia dengar.


Hinga ia memanggil teman-temannya untuk membantunya mendobrak pintu kamar Dini.


"Saya tak berani Bik.." Ucap salah satu dari mereka.


"Kalau terjadi apa-apa dengan Nona, apa kalian mau dipecat?" Ucap seorang pembantu yang paling senior di sana.


"Tentu kami tak mau dipecat." Ucap mereka kompak.


Dan akhirnya mereka mendobrak pintu itu. Karena untuk kunci cadangan kamar itu mereka tak diizinkan untuk menyimpannya. Dan mereka pun langsung panik melihat Dini tergeletak di lantai tak sadarkan diri.

__ADS_1


TBC...


__ADS_2