Muhasabah Cinta Hasna

Muhasabah Cinta Hasna
MCH 58


__ADS_3

Bidan yang dibawa Pak Ali ke Villa mereka telah selesai memeriksa Hasna. Bidan itu pun kembali diantar pulang oleh Pak Ali. Berita bahagia pun menyelimuti Raihan dan Hasna, Hasna diperkirakan sudah hamil 7 Minggu.


Raihan langsung sujud syukur saat Bidan mengatakan istrinya itu tengah mengandung. Air mata haru tak henti-hentinya mengalir dari matanya. Mimpi buruk yang Raihan alami justru kebalikannya yang ia alami di dunia nyata. Raihan tidak kehilangan Hasna justru Hasna dinyatakan hamil hampir dua bulan, yang tak lama lagi akan melahirkan anggota baru nantinya di keluarga mereka serta memberikan kebahagiaan dan warna baru bagi Raihan.


Lidah Raihan tak henti-hentinya mengucapkan lafaz tahmid. Dan tertanam di hatinya bahwa ia akan menjaga istrinya itu sebaik-baiknya.


"Sayang, terimakasih.. terimakasih sudah menjadi istri aku.. terimakasih sudah mau mengandung anakku.." Ucap Raihan sambil mengecup kening Hasna berkali-kali dengan mata yang masih berkaca-kaca. Air mata itu kembali mengalir di pipi Raihan.


Hasna hanya mampu tersenyum melihat suaminya itu, Hasna menghapus air mata Raihan dengan perasaan yang juga tak kalah harunya dari Raihan. Hasna hamil anak Raihan, suami yang ditakdirkan Allah untuk mengobati luka yang diciptakan Roby padanya. Seorang suami yang begitu menyayangi dan menghargainya. Hingga luka-luka yang dirasakan Hasna dulu terhapus begitu saja saja dengan hadirnya Raihan dalam hidup Hasna.


Begitu juga dengan Raihan yang mengalami luka karena cintanya dikhianati sang kekasih. Hadirnya Hasna merupakan anugrah bagi Raihan begitu juga bagi orang lain disekitar Raihan, termasuk anugrah bagi Dini yang sekarang bisa menjadi pribadi yang lebih baik semenjak bersahabat dengan Hasna.


Pribadi baik yang dimiliki Hasna membuat ia dicintai banyak orang, hanya orang yang dirinya tertutup hawa nafsu yang tak bisa melihat dan merasakan kebaikan hati Hasna. Ia adalah Roby. Di penjara, Roby merasakan penyesalan yang begitu mendalam karena kelakuannya dulu pada Hasna. Ia yang berjanji setelah keluar penjara akan menemui Hasna untuk meminta maaf padanya. Dan pada Dini, Roby berjanji akan bertanggungjawab sepenuhnya. Walau ia tak tahu, Dini akan menerimanya nanti. Namun Roby yang sudah bertaubat akan berjanji menjadi laki-laki yang baik, dan itu telah ia tunjukkan selama ia dipenjara. Ia berkelakuan baik hingga mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukumannya.


Berita hamilnya Hasna telah sampai pada Bu Lena, Bu Lena begitu bahagia mendengarnya hingga Bu Lena langsung memutuskan untuk terbang ke Padang ditemani Hery. Hery tampak begitu semangat menemani Bu Lena hingga Hery menjadi bahan ledekan oleh Bu Lena.


"Mama tahu kenapa kamu begitu semangat Her?" Ledek Bu Lena pada Hery.


Sedangkan Raihan juga memutuskan untuk membawa Hasna kembali ke Padang. Dan menunda acara bulan Madu mereka.


"Sayang... aku tak mau terjadi apa-apa padamu.. Kita kembali ke Padang saja ya, kamu bisa istirahat di Padang. Nanti urusan kuliah kamu, aku bisa menyuruh orang mengurusnya."

__ADS_1


"Tapi aku masih mau disini dulu Rai... aku mau jalan-jalan.." Ujar Hasna sambil memasang wajah cemberut.


"Nanti aja ya.. setelah anak kita lahir, kita akan jalan-jalan bertiga.. Kamu mau kemana saja akan aku turuti.. Ke Eropa, misalnya?"


"Jalan-jalan dalam Negeri juga tak kalah seru lo Rai... Nggak harus keluar Negeri.."


"Ya sudah... sekarang kamu harus patuh dulu padaku, Okey.."


"Tapi Rai, boleh nggak aku ketemu ..."


Belum selesai Hasna bicara sudah langsung dipotong Raihan.


"Nggak boleh.."


"Apa kamu nggak rindu Buk Par sama Pak Ahmad, Rai?"


"Mmmmh rindu.. Nanti kita temui.."


"Tuh kan... Kamu dengerin aku bicara dulu Rai.. aku tahu, kamu pasti pikir aku ingin ketemu anak-anak yang pernah aku ajar disini. Kamu khawatir aku bertemu kak Haikal kembali kan..? Ayo ngaku..." Ucap Hasna seperti meneror Raihan yang membuat Raihan salah tingkah.


"Nggak, kamu jangan asal nuduh deh.." Ucap Raihan dengan wajah pias.

__ADS_1


"Uweeek, uweeeekh.. Rai.. Kepalaku pusing deh.."


"Tuh kan.. Kamu jangan minta kemana-mana dulu.. Aku akan siap-siap.. Kita kembali ke Padang siang ini."


"Ya Allah.. belum juga sehari disini.. Uweeek, uweeekhhh."


"Sayang... jangan nakal dalam perut Bundanya ya.. jangan buat Ayah Rai panik begini..." Ucap Raihan yang memang tampak sangat panik melihat Hasna yang tak henti-hentinya merasakan mual dan berkata kepalanya sangat pusing. Obat anti mual yang diberikan Bidan sama sekali tak memberikan efek pada Hasna.


Pengalaman pertama menjadi seorang Ayah bagi Raihan sekarang sungguh adalah pengalaman yang benar-benar tak bisa ia lupakan sepanjang hidupnya. Mau tak mau ia harus selalu siap siaga menghadapinya. Anugerah indah yang ia rasakan yang tak semua laki-laki merasakannya. Ada yang ingin punya anak namun tak kunjung mendapatkannya. Ada yang tak siap menjadi Ayah, namun telah dikaruniai anak duluan dikarenakan suatu kesalahan telah menghamili anak gadis orang diluar nikah.


Semoga kisah Raihan dan Hasna ini bisa memberikan pelajaran buat kita semua ya teman-teman. Dan tolong ambil yang baik-baiknya saja dan yang buruknya ditinggalkan. Mohon maaf jika Author belum sempurna dalam menyampaikan cerita ini. Semoga kalian semua terhibur dan bisa memetik hikmah yang terkandung di dalamnya.


Terimakasih buat semua yang telah menemani Author dalam menulis kisah ini dan memberi dukungan buat Author sampai novel ini tamat.


Akhirnya.. Raihan dan Hasna happy ending ya... Bagi yang shock kemarin sempat sedih dikira Hasna meninggal, author minta maaf yaaah, itu cuma shock terapi aja biar karya ini bisa mengena di hati kalian..


Alhamdulillah.. Walau Author belum sehebat Author yang udah famous, namun Author juga bahagia bisa menyelesaikan cerita ini.. Sekali lagi terimakasih.. Sampai jumpa di kisah selanjutnya... Semoga otak Author makin cemerlang dan kemampuan menulis Author makin bertambah sehingga bisa menghadirkan cerita yang lebih baik lagi.. Aamiin..


Salam santun dan sayang dari Author Gadih Hazar buat semua.. 🙏🥰🤗


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

__ADS_1


~TAMAT~


__ADS_2