
Bu Lena begitu shock setelah mendapatkan kabar dari petugas kepolisian tersebut.
Bu Lena terduduk lemas di sofa ruang keluarga dimana ia menjawab telpon di sana.
Bik Minah yang sudah diberi tahu duluan oleh Polisi semakin panik saat melihat kondisi Bu Lena. Bik Minah langsung berteriak memanggil Dini dan Hasna.
"Non Dini... Non Hasna... cepat kesini Non... Ibu Non...."
Hasna pun terkesiap saat namanya dipanggil Bik Minah setelah nama Dini tersebut. Ia langsung kelimpungan karena Dini juga mendengar suara Bik Minah. Padahal Hasna sudah mewanti-wanti Bik Minah agar memanggil ia dengan nama Rumi.
Sedangkan Bik Minah karena dalam keadaan panik, jadi tak mengingat lagi bahwa ia disuruh Hasna memanggil Hasna dengan panggilan Rumi. Karena Bik Minah awalnya mengenal Hasna dengan nama Hasna bukan Rumi saat pertama kali dikenalkan Raihan waktu mereka ke rumah Bu Lena setelah dari Rumah Sakit waktu itu, sebelum Raihan membawa Hasna ke rumahnya yang sebelumnya ditempati Hasna.
"Hasna? Apa ia ikut kesini bersama Raihan kah?" Tanya Dini segera saat ia mendengar adanya pergerakan dari Hasna yang duduk disampingnya, seperti berdiri dari tempat duduknya itu.
Hasna terdiam sesaat, ia tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan Dini tersebut. Namun kemudian Hasna segera berlari ingin melihat apa yang terjadi, karena teriakan suara Bik Minah seperti menandakan sesuatu yang buruk telah terjadi.
"Rum.. kamu mau kemana?" Panggil Dini saat tahu Hasna sudah berlari menjauh darinya.
"Rum, kenapa kamu jadi yang pergi saat Bik Minah memanggilku dan Hasna..? Atau jangan-jangan... kamu itu Hasna, Rum..?" Terka Dini.
Dini pun semakin penasaran, ia pun berdiri, dan berusaha sendiri masuk ke dalam rumah dengan meraba-raba.
"Mama, kenapa Bik?" Tanya Hasna dengan raut wajah cemas saat sampai di dekat Bu Lena. Bu Lena seperti tak sadarkan diri, namun matanya tetap terbuka dengan tatapan kosong, hanya saja tak ada pergerakan dari tubuh Bu Lena. Tubuhnya tersandar di punggung sofa.
"Ma.. Mama kenapa..? Tanya Hasna dengan suara yang agak dikeraskan pada Bu Lena yang hanya diam terpaku. Dini yang mendengar suara Rumi sang perawat sekaligus sahabatnya itu memanggil Bu Lena dengan sebutan Mama semakin membuat ia berpikir bahwa Rumi adalah Hasna.
"Bik.. apa yang telah terjadi, kenapa Mama seperti ini?" Hasna kembali bertanya pada Bik Minah, karena Bu Lena tetap tak merespon.
"Barusan Ibu mendapatkan telpon dari pihak kepolisian, Nak Raihan.. nak Raihan... Ia.." Bik Minah seperti tak sanggup meneruskan ucapannya. Ia tak kuat untuk menyampaikannya.
"Bik, jawab Bik...? Mama kenapa...? Dan Raihan kenapa...?" Hasna mengguncang-guncang bahu Bik Minah. Dada Hasna bergemuruh hebat saat Bik Minah menyebut nama Raihan suaminya itu.
"Apa yang telah terjadi pada Raihan Bik..?" Desak Hasna kembali karena Bik Minah tak kunjung bersuara. Hanya tubuh Bik Minah saja yang semakin gemetaran.
Dini pun berhasil sampai di dekat mereka. Ia berusaha mencerna apa yang telah terjadi. Sedangkan Hasna segera mengambilkan minum untuk Bik Minah dan Bu Lena. Hasna sampai tak melihat keberadaan Dini di sana. Karena Dini berdiri bersandar di balik Lemari pajang ruang keluarga tersebut.
__ADS_1
Setelah Bu Lena dan Bik Minah minum. Hasna dengan sabar menunggu mereka sampai tenang. Sedangkan Dini masih diam terpaku berdiri bersandar di sana.
Namun Bu Lena tetap tak mampu berkata-kata. Dan Bik Minah lah yang akhirnya bersuara menyampaikan pada Hasna.
Bik Minah pun menceritakan, mereka mendapatkan telpon dari kepolisian bahwa mobil yang dikendarai nak Raihan dari Bandara dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal di Tol Sedyatmo. Dan Raihan sekarang sudah dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Husada, menurut keterangan dari petugas kepolisian itu, luka yang dialami Raihan cukup parah terlebih di bagian kepalanya.
Dini yang mendengar berita itu langsung jatuh pingsan ke lantai. Bik Minah yang mendengar bunyi sesuatu dibalik lemari langsung berlari untuk melihatnya.
"Astaghfirullah, Nona Dini.." Teriak Bik Minah saat melihat Dini yang tergeletak di lantai.
"Surti, Hesti, segera kesini..? Teriak Bik Minah memanggil pembantu Rumah Tangga Bu Lena yang lainnya. Bik Minah adalah yang paling senior di sana.
Sontak Hasna langsung saja berdiri saat mendengar teriakkan Bik Minah dengan tubuh yang sudah gemetaran. Baru saja ia mengalami shock berat mendengar berita akan suaminya, ia juga harus dihadapkan dengan kondisi Dini yang tiba-tiba pingsan.
"Ya Allah.. aku harus kuat..." Ucap Hasna menyemangati dirinya sendiri. Panik, sedih, dan takut akan kehilangan suaminya juga bercampur aduk yang Hasna rasakan. Ia pun membantu Bik Minah mengangkat Dini menuju kamar.
Bik Surti dan Hesti yang tadinya sibuk di dapur juga muncul di sana setelah dipanggil Bik Minah dan mereka pun ikut membantu mengangkat Dini ke kamar.
Setelah sampai di kamar mereka merebahkan tubuh Dini di atas kasur. Hasna meninggikan kepala Dini dengan bantuan tumpukan bantal. Lalu ia melonggarkan pakaian Dini dengan membuka kancing bajunya.
"Bik, tolong jaga Dini di rumah, bantu ia untuk sadar dulu ya bik.. Aku dan Mama akan segera ke Rumah Sakit, kalau ada apa-apa nanti sama Dini segera beri tahu aku ya Bik..." Ucap Hasna pada Bik Minah. Beruntung Hasna masih bisa berpikir waras dan tenang.
"Insyaallah Bik, bantu aku dengan doanya.."
Bik Surti dan Hesti tampak bingung dan hanya diam saja karena mereka belum tahu jelas apa yang telah terjadi.
Hasna pun segera keluar dari kamar itu. Ia menghampiri Bu Lena yang masih duduk di sofa dengan tatapan yang masih kosong.
"Ma, kita ke Rumah Sakit sekarang ya.. Mama kuat kan..?" Tanya Hasna sambil memegang lengan Bu Lena.
Bu Lena merespon ucapan Hasna dengan anggukan kepalanya.
"Sebentar, biar aku pesan taksi dulu ya Ma.." Ucap Hasna sambil merogoh saku gamisnya untuk mengambil ponselnya.
Hasna pun segera memesan taksi via telpon. Karena Pak Ujang supir pribadi Bu Lena sedang cuti pulang kampung.
__ADS_1
Sambil menunggu taksi datang, Hasna memijit-mijit kaki Bu Lena dan berucap,
"Ma, Mama harus selalu sehat dan kuat ya Ma.. do'akan Raihan terus Ma, Hasna yakin.. do'a seorang Ibu itu mampu menembus langit.. Insyaallah Raihan akan baik-baik saja.." Ucap Hasna lembut dan penuh ketegaran.
Bu Lena merespon kembali dengan anggukan kepalanya. Namun dalam hatinya ia berucap,
"Ya Allah sayang.. maafkan Mama telah merepotkan mu.. Mama tahu, perasaanmu pasti sangat kacau dan sedih, namun kamu berhasil menyembunyikannya dari Mama dan malah memberi kekuatan pada Mama..."
"Sebentar ya Ma.. ada yang perlu Hasna ambil dulu di kamar." Ucap Hasna kemudian, ia ingat harus membawa sesuatu ke Rumah Sakit.
15 menit kemudian, taksi yang Hasna pesan sudah sampai. Hasna sudah siap dengan tas yang berisikan sepasang pakaian ganti sebagai persiapan bila ia terpaksa menginap nantinya di rumah sakit. Tak lupa dompet dan mukenanya juga dimasukkan di dalam tas tersebut.
Mereka pun menuju Rumah Sakit Mitra Husada sesuai yang dilaporkan petugas kepolisian tersebut dimana Raihan dibawa oleh pihak terkait.
Sepanjang perjalanan yang membutuhkan waktu 1 jam an itu, lidah Hasna tak henti-hentinya berdzikir. Ia terus menggenggam erat tangan Bu Lena, Ibu Mertua nya itu. Tampak wajah Bu Lena telah basah oleh air matanya. Sebuah tangisan yang tak bersuara.. mungkin lidahnya tak henti-hentinya berdo'a demi keselamatan putranya itu.
Hasna seolah merasakan kekuatan entah dari mana, ia sama sekali tak menangis. Cuma jantungnya saja berdetak lebih cepat dari ukuran normalnya.
Setiba di Rumah Sakit, Hasna langsung mencari tahu di bagian administrasi. Sedangkan Bu Lena ia suruh duduk dulu di kursi yang ada di sana.
"Sus, apa ada korban kecelakaan Tol yang dibawa kesini atas nama Raihan Raam Jaya?" Tanya Hasna pada petugas di sana.
"Sebentar kak saya cek dulu.."
"Raihan Raam Jaya.. sekarang masih di ruang ICU karena kondisi pasien cukup kritis."
"Astaghfirullah.." Hasna menghela napasnya yang tiba-tiba berat.
"Terima kasih kak.." Ucap Hasna kemudian pada petugas Administrasi Rumah Sakit itu.
Tubuh Hasna gemetaran, pandangannya tiba-tiba buram. Dan hatinya menjerit memohon pada Rabb-nya.
"Allah, tolong kuatkan aku..."
TBC...
__ADS_1
Alhamdulillah.. Author udah dapat datanya bagi pendukung terbanyak sesuai yang author sampaikan sebelumnya ya.. Terimakasih atas dukungannya ya... Semoga siapa saja yang beruntung nantinya author bagi tahu lagi nantinya lewat data Top Fans ini... Sampai jumpa kamis depan... Salam santun dan sayang dari Author buat semua yang udah mampir disini.. 🙏🥰🤗