Muhasabah Cinta Hasna

Muhasabah Cinta Hasna
MCH 50


__ADS_3

Satu jam kemudian, Hasna pun selesai bersiap-siap kemudian turun ke lantai bawah. Di bawah, ia pun kembali dihadang Hesti yang tampak senang karena sudah menemukan apa yang ia cari, dan ingin menyetorkan pada Hasna tentang tugas dua malaikat yang menjaga manusia tersebut.


"Mbak Hasna, aku udah dapat nih mbak, mbak dengarin ya.." Ucap Hesti dengan antusias pada Hasna.


"Beneran? Ya udah, mbak dengarin ya.." Balas Hasna dengan sabar.


Hesti mulai membacakan informasi apa yang ia dapat.


"Judulnya: Tiap Manusia Dijaga oleh Dua Malaikat Sampai Ajal Tiba. Kristina - detikHikmah." Ucap Hesti sambil tersenyum pada Hasna dan Hasna membalas senyuman Hesti dengan tulus.


Hesti kembali melanjutkan membacanya di depan Hasna.


[Setiap manusia dijaga oleh dua malaikat sampai ajalnya. Setiap manusia disebut akan dijaga oleh dua malaikat sampai ajal menjemputnya. Malaikat ini bernama al-mu'aqqibat min Allah.]


Hesti membacanya dengan lancar, dan itu membuat Hasna menatap takjub pada Hesti. Ia pun dengan sabar menunggu Hesti sampai selesai membacanya.


[Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar mengatakan dalam Kitab 'Alam al-Mala'ikah al-Abrar & Alam al-Jinn wa asy-Syayathin, Ibnu Abbas menafsirkan al-mu'aqqibat min Allah adalah para malaikat yang ditugaskan Allah SWT untuk menjaga manusia, baik dari depan maupun belakang.]


[Menurut Mujahid, malaikat ini bertugas menjaga manusia baik dalam keadaan terjaga maupun dalam tidurnya dari gangguan jin, manusia, maupun serangga yang menyakitinya.]


[Tidaklah seorang hamba, kecuali memiliki satu malaikat yang ditugaskan untuk menjaganya, baik dalam jaga maupun dalam tidur, dari jin, manusia, maupun serangga yang menyakiti. Setiap kali satu di antaranya mendatangi manusia maka malaikat itu berkata, 'Mundurlah!' Terkecuali yang diizinkan oleh Allah untuk menyentuhnya maka ia bisa menyentuhnya (manusia)," terangnya.]


[Keberadaan malaikat penjaga manusia ini dijelaskan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman,]


"Mbak, tapi maaf disini tertulis huruf Arabnya, aku tidak bisa membacanya, aku bacakan artinya saja ya mbak." Ucap Hesti yang awalnya tertegun melihat tulisan arab tersebut dan di balas acungan jempol oleh Hasna.

__ADS_1


[Artinya: "Sama saja (bagi Allah), siapa di antara kamu yang merahasiakan ucapan, siapa yang berterus terang dengannya, siapa yang bersembunyi pada malam hari dan siapa yang berjalan pada siang hari. Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah." (QS Ar-Ra'd: 10-11)]


[Dalam ayat lain Allah SWT juga berfirman yang artinya; "Dan Dialah Penguasa mutlak di atas semua hamba-Nya, dan Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya." (QS Al-An'am: 61)]


[Disebutkan dalam Kitab Al-Bidayah, malaikat penjaga manusia ini berjumlah dua malaikat. Mereka akan menjaga manusia terhadap apa yang ada di luar kemampuannya. Hal ini merujuk pada perkataan Ali bin Abi Thalib.]


[Diceritakan, ada seorang laki-laki mengatakan kepada Ali bin Abi Thalib, "Ada sekelompok orang yang hendak membunuhmu." Ali menjawab, "Sesungguhnya, bersama setiap orang itu ada dua malaikat yang menjaganya terhadap apa yang ada di luar kemampuannya. Jika takdir datang, kedua malaikat itu menyingkir darinya. Sesungguhnya, ajal adalah perisai yang kukuh."]


[Selain disertai oleh malaikat penjaga, manusia juga di bersamai oleh dua malaikat lain, yakni Malaikat Raqib dan Malaikat Atid. Masing-masing bertugas mencatat amal baik dan buruk setiap manusia. Wallahu a'lam.]


"Nah itu dia mbak... Bagaimana?" Ucap Hesti setelah mengakhiri bacaannya yang memang sudah habis.


"Masyaallah, dari yang kamu baca, apa dik Hesti mempercayai kalau memang ada Malaikat yang akan menjaga kita baik dari depan maupun belakang ?"


"Tentu mbak, makanya aku nggak takut bila kemana-mana sendirian.." Ucap Hesti dengan percaya dirinya yang memang tinggi.


"Tapi dengan itu juga kita harus percaya bahwa setiap perbuatan kita baik yang kita lakukan terang-terangan maupun tersembunyi, semuanya pasti akan terlihat oleh dua Malaikat Penjaga tersebut dan Malaikat Raqib Atid yang nantinya bertugas mencatatnya yang akan dilaporkan nanti di hari pembalasan." Hasna melanjutkan penjelasannya dengan nada yang ditekankan pada kalimat tersebut.


"Dan semuanya tak akan luput dari catatannya itu. Malaikat Raqib yang berada di sebelah kanan kita dan Malaikat Atid di sebelah kiri kita. Baik kebaikan yang kita lakukan sekecil-kecilnya pun akan dicatat dan akan diberi balasan pahala oleh Allah untuknya, begitu juga keburukan yang kita lakukan akan diberi ganjaran dosa." Hasna mengucapkannya kembali dengan nada tegas pada Hesti dan itu membuat Hesti sampai bergidik ngeri.


"Namun Allah Maha baik dik Hesti, jika manusia itu cepat bertaubat, maka keburukan itu tadi tak jadi ditulis oleh Malaikat Atid tersebut, Makanya Ulama ada yang mengatakan;


["Malaikat di sebelah kiri mengangkat pena catatan amal selama 6 jam ketika ada seorang hamba muslim yang melakukan maksiat. Jika dia menyesal dan beristighfar kepada Allah dari maksiat itu, maka malaikat ini tidak jadi mencatatnya. Jika tidak, maka malaikat ini akan mencatatnya satu kesalahan." (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, 8/158 dan dishahihkan al-Albani)~konsultasisyariah.]


"Mbak jadi merasa ngeri dik, bila tak sengaja memiliki niat merebut hak orang lain atau yang sudah menjadi miliknya orang lain, dan itu pasti akan kita pertanggungjawabkan nanti dihadapan Allah jika sampai itu kita lakukan. Makanya kita perlu beristighfar setiap hari kalau bisa 100 kali dalam sehari sebagai tameng juga supaya terhindar dari melakukan kesalahan. Manusia Mulia yang sudah dijamin oleh Allah masuk Syurga saja tidak pernah bosan untuk terus beristighfar, padahal Allah telah mengampuni dosa beliau yang telah lalu maupun yang akan datang. Dialah Rasul kita Muhammad Salallahu 'Alaihi wassalam, suri tauladan kita. Allahumma Shalli 'Ala Muhammad wa'ala Ali Muhammad."

__ADS_1


"Iya mbak..." Hesti menundukkan kepalanya. Hasna bisa melihat aura ketakutan dari wajah Hesti.


"Sesuai janji mbak, mbak akan kasih hadiah untuk dik Hesti..." Ucap Hasna sambil melepas sebuah cincin emas yang melingkar di tangannya.


Walaupun dalam keadaan menunduk namun Hesti dapat melihat Hasna melepaskan cincin di jarinya dan itu membuat Hesti deg-deg an, apa mungkin itu cincin pernikahan Hasna dari Raihan yang akan diberikan Hasna padanya. Namun Hesti memang melihat ada satu cincin lagi yang melekat di jari Hasna.


"Ini, mulai sekarang kamu yang pakai, ini cincin adalah peninggalan Nenek mbak, jika kamu membutuhkan untuk hal yang mendesak kamu boleh menjualnya." Hasna menyodorkan cincin itu ke tangan Hesti.


Hesti menunduk malu. Ia pun tak langsung menerimanya.


"Mbak, bukannya aku nggak mau, tapi aku malu mbak.. Itu cincin pasti harganya sangat mahal.."


"Nggak apa.. semoga kamu bisa memanfaatkannya nanti untuk hal hal yang positif.." Hasna meletakkan cincin itu di telapak tangan Hesti lalu Hasna melipat jari-jari Hesti menutupi cincin tersebut. Kemudian Hasna menggenggam tangan Hesti dengan lembut.


"Te-terima kasih mbak Hasna...hiks hiks hiks.." Ucap Hesti yang malah menangis terisak-isak.


"Maafkan aku mbak, aku kemarin punya niat merebut Mas Raihan dari mu..hiks hiks." Ucap Hesti yang masih terisak-isak namun sayang ucapannya hanya bisa ia ucapkan dalam hatinya.


"Dah jangan nangis, kamu jaga Mama ya di rumah, mbak berangkat dulu.." Ucap Hasna kemudian dan Hesti menganggukkan kepalanya.


Baru saja Hasna berjalan menjauhi Hesti, Bu Lena yang baru keluar dari kamarnya menghentikan langkah Hasna.


"Hasna, kok udah bawa koper segala, jangan bilang kamu mau berangkat sekarang?" Tanya Bu Lena pada Hasna.


"Iya Ma, kami berangkat sekarang ya Ma.. ini juga perintah dari Raihan.." Ucap Hasna sembari berjalan mendekati Ibu Mertuanya itu. Dan Hasna memang berniat ingin menemui Bu Lena dulu sebelum menemui Raihan lagi di kamarnya.

__ADS_1


"Haaaa, maksudnya?" Ucap Bu Lena seakan tak mengerti dan tak percaya mendengar ucapan Hasna.


TBC...


__ADS_2