Muhasabah Cinta Hasna

Muhasabah Cinta Hasna
MCH 54


__ADS_3

"Ma, Please Ma, jangan ya.. Biarkan Raihan menyelesaikan sendiri rencananya, Hery yakin Raihan tak akan kuat lama-lama harus berpura-pura di depan Hasna."


Bu Lena tampak berpikir sejenak,


"Ya sudah.. Mama mau tidur dulu... semoga jalan hidupmu tidak semuluk Raihan jika telah berumah tangga.."


***


"Tuan Muda, maaf kita sudah sampai.." Ucap sang sopir membangunkan Raihan.


Raihan pun terbangun, ia mengucek matanya dan melihat ke arah luar. Kemudian ia merasakan pegal di kakinya. Ia melihat istrinya itu masih saja lelap dalam tidurnya. Sudah hampir dua jam perjalanan, Hasna tidur pulas di pangkuan Raihan.


"Pak, tolong bantu bawa kopernya ya, aku akan menggendongnya." Ucap Raihan sedikit berbisik pada sang sopir.


Dan sopir pun juga hanya menganggukkan kepalanya, ia seakan mengerti kenapa Tuan Mudanya berbicara sangat pelan seperti itu.


Raihan seperti tampak mudah saja menggendong tubuh Hasna walau jalan yang ia tempuh sedikit menanjak. Hawa dingin langsung terasa menusuk tulang, Raihan merapatkan tubuh Hasna pada tubuhnya agar istrinya itu tetap merasakan nyaman dalam tidurnya dan tidak kedinginan.


"Ya ampun sayang... kamu itu pasti sangat kelelahan sekali, sampai nggak bangun-bangun aku gendong seperti ini. Maafkan aku sayang.. karena telah merepotkan kamu selama aku di rumah sakit." Ucap Raihan dalam hatinya. Ia memang merasakan tubuh Hasna jauh lebih kurus dan ringan dari sebelumnya.


Dan malam itu Raihan sama sekali tak menjalankan rencananya yang memang sangat menyiksa dirinya karena menahan rasa ingin dan rindu yang begitu tinggi pada istrinya itu. Raihan tak tega membangunkan Hasna yang begitu tak terusik tidurnya walau sudah berpindah-pindah tempat. Dan sekarang Raihan menatap Hasna yang sedang tertidur pulas di atas ranjang empuk ber alaskan sprei putih dan taburan kelopak bunga mawar merah di atasnya. Ruangan itu juga sudah di desain bernuansa romantis.


"Wajahmu begitu damai sayang, namun aku seakan belum percaya bahwa kamu ini beneran cinta padaku atau nggak. Aku itu paling nggak bisa marah padamu. Dan sekarang aku sungguh tersiksa sendiri saat harus berpura-pura marah dan bersikap dingin padamu.." Ucap Raihan sambil mengitari jari-jarinya dengan lembut di wajah Hasna.


Hasna menggeliat dan Raihan cepat-cepat turun dari tempat tidur itu. Ia pun menutupi tubuh Hasna dengan selimut, dan itu malah membuat Hasna semakin nyaman dan lelap. Kemudian Raihan mengambil satu bantal dan ia beranjak pindah ke sofa. Ia lebih memilih tidur di sofa karena selain ia yang masih harus berpura-pura, ia juga tak kuat menahan gejolak dalam dirinya bila tidur disamping istrinya itu.


Subuh pun menyapa, Hasna terbangun karena suara Adzan dari ponselnya.


"Astaghfirullah, aku lupa menyetel alarm buat shalat malam." Ucap Hasna yang kecewa saat mengetahui sudah waktunya subuh.


Hasna pun bangkit dari tidurnya, saat ia duduk ia merasakan suasana romantis menyelimuti kamar itu. Ia meraih satu kelopak mawar yang menempel di lengannya, lalu menciumnya. Wanginya masih segar. Tiba-tiba saja jantung Hasna berdebar tak karuan, Ia langsung kepikiran, apakah suaminya itu beneran sudah bisa menerimanya sebagai istrinya sehingga menyiapkan semuanya seolah mereka pengantin baru kembali.


Tanpa sadar Hasna langsung mengecek pakaiannya. Ternyata pakaiannya masih sama dengan pakaian yang ia pakai kemarin di perjalanan dan hijabnya masih utuh melekat di kepalanya walau sedikit acak. Tak ada tanda-tanda bahwa mereka melalui malam layaknya pengantin semalam.

__ADS_1


Dengan perasaan aneh yang ia rasakan, Hasna mencoba mencari sosok Raihan dengan netranya mengitari ke sekeliling kamar, namun ia tidak menemukan Raihan di sana.


"Rai..."


Tak ada sahutan apapun dari panggilannya itu. Hasna pun tak mengambil pusing, mungkin saja Raihan sedang shalat subuh begitu pikirnya. Lalu Hasna beranjak masuk ke dalam kamar mandi untuk bersuci, ia akan melakukan kewajiban shalat subuhnya terlebih dahulu.


Lama Hasna menunggu Raihan, namun Raihan tak kunjung datang, pagi pun menyapa, Hasna menyibakkan gorden jendela hingga sinar Matahari pun langsung masuk menyinari dan memberi kehangatan kamar itu. Ruangan yang begitu dingin tanpa bantuan alat pendingin sedikitpun.


Hasna menatap ke arah luar jendela, ia bisa melihat pemandangan danau yang terhampar luas dari kamar itu.


"Masyaallah sungguh indahnya ciptaan Mu ya Rabb.." Puji Hasna seketika.


"Kamu suka Hasna?"


Ucapan itu langsung mengagetkan Hasna.


"Rai.."


"Kamu pasti lapar, aku membawakan sarapan untukmu." Ucap Raihan yang memang membawa sebuah nampan yang berisikan makanan dan minuman di tangannya.


"Ya, makanlah.." Sahut Raihan dengan nada dinginnya.


"Kamu bagaimana?"


"Aku sudah duluan sarapan, makanya aku sedikit terlambat balik kesini."


Hasna mengernyitkan keningnya. Baru saja ia berharap moment romantis dari suaminya itu seperti makan berdua. Namun seketika Hasna harus menelan kekecewaan dan menepis jauh-jauh harapannya itu.


Dengan menghela napas berat karena kecewa. Hasna pun akhirnya menerima nampan yang diberikan Raihan padanya.


"Kamu itu penuh dengan misteri Rai.." Ucap Hasna sambil menatap punggung Raihan yang memang beranjak dari situ tanpa permisi.


Setelah selesai sarapan, Hasna merasakan bosan berada di dalam kamar. Raihan entah hilang kemana. Hingga Hasna memutuskan untuk keluar dari kamar itu. Hasna mengenali tempat itu. Itu adalah Villa nya almarhum Pak Raam, Papanya Raihan. Dimana dulu saat Raihan menjemput Hasna ke rumah Yulia, Hasna dibawa dulu ke Villa itu sambil menunggu yang lainnya bersiap-siap untuk melakukan perjalanan ke Padang.

__ADS_1


"Ya Allah... aku semakin dibuat bingung saja dengan semuanya ini, Raihan seolah tahu kalau aku memang ingin berbulan madu disini dikala ia sembuh dari komanya. Dan sekarang Raihan membawaku kesini... Ada apa ini Ya Rabb..? Kalau memang ia berniat mengajakku bulan madu disini tapi kenapa sikapnya masih begitu dingin padaku..? Atau jangan-jangan Raihan tak hilang ingatannya sama sekali, tapi bagaimana mungkin ia bisa bersikap dingin seperti itu jika ia mengingatku ini istrinya...?" Ucap Hasna sambil terus menerka-nerka apa sebenarnya yang terjadi padanya. Rasanya Hasna hampir gila bila memikirkannya.


Hasna pun memilih keluar dari Vila. Ia berjalan menuju tepi Danau. Ia ingin menenangkan pikirannya. Dan Hasna memang sangat merindukan tempat itu, sebuah tempat dimana dulu ia sering bermain air ketika menemani Yulia mencuci dan mandi. Namun Hasna tahu Yulia tak balik kampung liburan kali ini, karna Yulia ingin menghabiskan liburannya hanya di Padang.


Hasna membawa dirinya untuk duduk di pinggir Danau sambil menyibak air Danau dengan satu tangannya. Dan mulutnya pun malah bersenandung lagu Muhasabah Cinta yang dulu pernah ia senandungkan.


Tuhan, kuatkan aku


Lindungi ku dari putus asa


Jika ku harus mati


Pertemukan aku dengan-Mu


Kata-kata Cinta terucap indah


Mengalir berdzikir di kidung doaku


Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku


Butir butir cinta air mataku


Teringat semua yang Kau beri untuk ku


Ampuni khilaf dan salah selama ini


Ya ilahi, Muhasabah cintaku


Bulir bening mengalir begitu saja dari mata Hasna setelah melantunkan bait demi bait lagu yang berjudul Muhasabah Cinta itu. Hasna teringat akan ujian demi ujian yang telah menimpa dirinya, lalu sekarang ujian dimana Raihan tak mengenali dirinya terasa begitu menyiksa. Beberapa kali dulu ia hampir menyerah menghadapi ujian demi ujian tersebut, namun Allah seolah menyapa dirinya agar tetap kuat menjalani cobaan demi cobaan itu.


"Ya Allah... Aku seakan kuat diuji berkali-kali tapi kali ini aku merasa aku sudah tak kuat lagi ya Rabb.. Aku tak kuat menghadapi sikap dinginnya... huhuhu..." Hasna malah menangis tersedu-sedu di sana. Hingga sebuah tangan menyentuh pundaknya dengan lembut membuat Hasna langsung berhenti menangis.


TBC...

__ADS_1


**Tak terasa udah hari Rabu aja ya teman-teman... Sungguh hari terasa begitu cepat berlalu dan tak terasa MCH udah sampai 54 Bab aja... Oh ya, tinggal hari ini dan esok menuju Kamis jam 10 malam nih, author akan mengumumkan siapa pembaca pendukung terbanyak periode kali ini..


Yuk jangan berhenti beri dukungan kalian buat karya ini..! Kemungkinan karya ini beberapa episode lagi menuju tamat ya teman-teman.. Dan yang udah pernah beruntung masih berkesempatan beruntung lagi ya.. Karena author tak tebang pilih siapa yg tertulis poinnya paling banyak maka ia lah yang beruntung mendapatkan reward dari author ya... terkecuali bagi yang boom like, siip ya.. Terimakasih atas dukungannya.. semoga hadiahnya berkah nantinya.. 🙏🥰**


__ADS_2