Muhasabah Cinta Hasna

Muhasabah Cinta Hasna
MCH 41


__ADS_3

Seminggu pun berlalu, Hasna memperlakukan Dini sebaik mungkin, Hasna sudah menceritakan bahwa Raihan ada urusan penting yang harus ia selesaikan di Padang, Dini pun mengerti karena masalah yang rumit dihadapi Raihan di Kantor Cabang Padang, tak lepas dari campur tangan Papanya yang pernah ia mintai tolong. Ada perasaan penyesalan yang timbul dari dalam jiwa Dini namun nasi udah jadi bubur, ia tak mungkin meminta tolong Papanya lagi, sedangkan Papanya sendiri tak datang-datang menjenguknya.


Sedangkan Mamanya hanya datang sebentar lalu pergi lagi dengan alasan sibuk. Kehadiran Hasna yang menyamar jadi perawat khusus Dini membuat hidup Dini terasa lebih hidup, ia bisa merasakan adanya kasih sayang dari orang terdekatnya sekarang melalui Hasna, saat Raihan menghubungi Hasna, Hasna selalu menyarankan Raihan agar berbicara juga pada Dini walau hanya untuk sekedar menanyai kabar.


Hasna yang sudah diberi tahu bahwa pernikahan Raihan dengan Dini tidak sah di mata Agama, menurut pendapat yang disampaikan Tantenya Raihan, namun sikap Hasna sama sekali tidak berubah pada Dini. Hasna sudah menyayangi Dini layaknya saudaranya sendiri. Ia pun malah mengusulkan pada Raihan dan Bu Lena setelah semuanya membaik, Raihan bisa menikahi Dini kembali alias menikah ulang agar tidak terjadi kewas-wasan setelahnya sekalian meresmikan pernikahan mereka pada khalayak ramai. Bu Lena begitu bersyukur memiliki menantu seperti Hasna yang memiliki jiwa yang besar dalam hal tersebut. Kata Hasna pada Bu Lena, Dini adalah wanita yang baik hanya saja kekurangan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya membuat Dini seperti hilang kendali dalam hidupnya.


Dini pun sangat menyukai pelayanan Hasna yang dikira perawat khusus yang disewa Raihan untuknya. Tak ada curiga sedikitpun yang tampak dari Dini bahwa perawat khusus itu adalah Hasna.


Namun mereka malah bisa jadi akrab layaknya sahabat. Tak jarang Dini juga curhat pada Hasna. Dan Hasna selalu bisa jadi pendengar yang baik buat Dini. Bagi Hasna dengan dekatnya dengan Dini, ia jadi bisa mengusir sepi karena jauh dari Raihan. Dan Dini sama sekali tak menceritakan Hasna dalam curhatannya seolah ia tak ingin mengingat dan mendengar lagi nama tersebut. Yang terpenting bagi Dini sekarang, Raihan sudah mau membuka hatinya saja padanya itu sudah sangat disyukuri Dini.


Kondisi Dini pun semakin membaik. Sudah dua hari, mereka tinggal bersama dirumahnya Bu Lena setelah Dini diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit.


Sebelumnya Dini juga telah dibawa Hasna untuk melihat anaknya yang berjenis kelamin laki-laki itu yang masih tampak begitu kecil dan butuh perawatan intensif. Anak yang dulunya tak diinginkan Dini itu sekarang begitu dikhawatirkan oleh Dini akan perkembangannya, ia ingin segera bisa melihat anaknya tumbuh sempurna dan sehat agar ia bisa menebus kesalahannya dengan memberikan kasih sayangnya pada putranya itu, itu semua berkat dukungan penuh dari Hasna. Dan untuk penglihatan Dini, menurut Dokter biasanya bisa kembali normal dalam rentang waktu 6 Minggu atau lebih.


Sudah tiba waktunya Raihan akan kembali ke Jakarta karena urusannya sudah selesai. Mungkin sebentar lagi pesawat Raihan akan landing karena Raihan memberi tahu bahwa pesawatnya sudah take off lebih dari 1 setengah jam yang lalu.

__ADS_1


Hasna begitu deg-deg an menanti kedatangan suaminya yang sangat ia rindukan itu. Hasna masih menyuruh Raihan agar tetap tidak membuka rahasianya yang sebagai perawat khusus Dini setelah Raihan pulang nanti. Begitu juga pada Bu Lena. Bu Lena yang awalnya tidak setuju namun sekarang ia membiarkan Hasna dekat dengan Dini melalui cara tersebut. Karena Bu Lena sebenarnya juga tidak tega melihat kondisi Dini yang membutuhkan perhatian mereka.


Hasna dan Dini sedang duduk di taman belakang Rumah Bu Lena setelah melakukan sarapan. Semenjak di rumah, Dini memang diajak oleh Hasna untuk berjemur menikmati panasnya pagi yang bagus untuk kesehatan tulang apalagi kondisi Dini yang habis melahirkan. Karena sunar UVB juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung vitamin D3.


"Rum.. aku udah nggak sabar deh menunggu Raihan pulang... Tapi apa ia benar-benar sudah mau membuka hatinya kembali untuk ku? Soalnya setiap nelpon Raihan hanya terkesan dingin padaku." Ucap dan tanya Dini pada Hasna yang ia panggil Rumi itu.


Semenjak mereka memutuskan bersahabat, Dini memanggil Hasna dengan sebutan nama saja tanpa embel-embel Suster lagi dan Hasna juga menyebut nama Dini langsung tanpa embel-embel Nona lagi.


Hasna memperkenalkan dirinya pada Dini dengan nama Rumi karena nama kepanjangan Hasna adalah Rumi Hasna Amara yang memiliki arti "wanita yang cantik berseri, memiliki daya tarik serta pribadi yang baik" (dilangsir dari laman id.theasianparent.com). Namanya sangat sesuai dengan sikap yang ditunjukkan Hasna. Sungguh sebuah nama adalah bentuk do'a setiap orang tua.


Hasna menggenggam tangan Dini, pertanda ia membenarkan ucapan Dini tersebut. Namun hatinya tiba-tiba saja terasa was-was bagaimana geraknya nanti dengan Raihan sang suami yang pastinya tak bisa sebebas dulu lagi seperti masa mereka tinggal berdua, karena ia masih berpura-pura sebagai susternya Dini. Dimana sikap Raihan yang kadang suka usil padanya, walaupun di depan Bik Ina sekalipun. Hasna jadi tiba-tiba merindukan sikap usil sekaligus romantis dari suaminya itu yang maunya kadang suka nempel terus juga dengan Hasna. Hasna tersenyum, ia mencoba untuk bersabar.


Hasna menarik napasnya pelan, ia menikmati menghirup udara pagi yang terasa segar masuk ke kerongkongannya.


"Rum, menurutmu aku ini wanita jahat atau nggak?"

__ADS_1


Hasna terkesiap mendengar pertanyaan Dini. Ia bisa melihat bulir bening jatuh dari mata Dini.


"Mmmmh, setau aku.. kamu wanita yang baik kok, buktinya aku bisa berteman dan bersahabat denganmu, padahal aku kan seorang perawat saja.. Sedangkan kamu..."


"Ssst Rum, nggak boleh dilanjutin.. Aku itu bahagia bisa punya teman seperti kamu.. Kamu itu baik.. sabar... dan suka nasehatin aku.. Selama ini aku tak menemukan sahabat seperti kamu.. Aku jadi sadar bahwa aku itu sudah banyak melakukan dosa.. Semoga Allah mengampuni aku ya Rum.."


"Aamiin, tetap optimis ya Din, Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Ucap Hasna sambil merangkul dan memeluk Dini. Dini pun membalas pelukan Hasna.


Bu Lena yang melihat dan mendengarnya langsung jadi terharu melihat kedekatan mereka.


Bik Minah tiba-tiba datang menghampiri Bu Lena.


"Maaf Bu, a-ada telpon dari pihak kepolisian.." Ucap Bik Minah dengan tubuh yang sudah gemetar pada Bu Lena.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2