Muhasabah Cinta Hasna

Muhasabah Cinta Hasna
MCH 39


__ADS_3

"Soal tiket pesawat, kami sudah memesankan untuk Pak Raihan, jadi pak Raihan tinggal berangkat, keberangkatannya terhitung 1 setengah jam lagi dari sekarang."


"Baik, kalau begitu, terimakasih." Raihan menutup ponselnya. Ia kembali menatap Hasna.


"Sayang, aku harus segera kembali ke Padang, karena ada masalah yang harus segera ku tangani, kamu gimana..?" Ucap Raihan sambil menghela napas berat.


"Kalau boleh, aku disini saja ya Rai... soalnya aku udah janji pada diriku sendiri untuk merawat Dini disini.." Ucap Hasna sambil menatap Raihan namun sesaat kemudian ia menunduk demi menyembunyikan perasaannya.


"Sebenarnya aku tak sanggup bila jauh darimu Rai..." Ucap Hasna kemudian yang ternyata hanya bisa ia ungkapkan dalam hatinya.


"Huuuft, sebenarnya aku maunya kamu itu ikut aku.. tapi kasian juga nantinya kamu juga akan banyak aku tinggal karena kesibukan ku." Raihan menatap lekat wajah istrinya itu.


"Rai, kamu nggak usah mikirin aku.. Insyaallah aku akan baik-baik saja disini.. Kamu berangkatlah.."


"Baiklah sayang, aku akan menghubungi Mama, beritahu Mama kalau kamu sendirian disini jadi Mama bisa nemenin kamu disini."


"I-iya Rai... hati-hati..."


"Terimakasih sayang... Love you.. Assalamu'alaikum."


"Love you too, Rai, wa'alaikumussalam.."


Raihan pun mencium kening Hasna sekilas karena ia tahu mereka sekarang berada di tempat umum. Lalu Raihan mengusap lembut pucuk kepala istrinya itu tanda keridhoan darinya. Hasna pun berusaha tegar melepas kepergian suaminya itu.


"Oh ya gunakan kartu ini, kamu sekarang pasti membutuhkannya."


Raihan menyerahkan sebuah kartu ATM yang dulu ia kasih ke Hasna namun Hasna malah menitipkan kartu itu pada Bik Ina agar dikembalikan pada Raihan waktu itu.


Hasna menatap kartu itu. Lalu ia pun tersenyum sambil berucap,


"Terimakasih sayang.." Ucap Hasna dengan senyum manisnya yang bikin Raihan semakin berat meninggalkan istrinya itu.


"Sayang, aku pasti merindukan senyummu.."

__ADS_1


Hasna pun mengangguk dan mengedipkan matanya.


"Berangkatlah Rai.. doaku selalu menyertai mu, semoga urusan mu lancar dan cepat selesai."


"Aamiin, tunggu aku ya sayang.." Ucap Raihan dengan menyentuh dagu Hasna. Dan Hasna pun kembali menganggukkan kepalanya.


Raihan pun akhirnya bergegas pergi dan mempercepat langkahnya agar tak telat sampai di Bandara.


Saat tiba di parkiran, Raihan hendak menghubungi Mamanya namun Ponsel Raihan malah berdering duluan. Ternyata Bu Lena, Mamanya sendiri yang menghubunginya.


"Assalamu'alaikum, iya Ma.."


"Wa'alaikumussalam, Rai, kamu lagi di mana?"


"Di Rumah Sakit Ma, tapi kebetulan juga Raihan mau menghubungi Mama bahwa Raihan harus segera kembali ke Padang Ma, ini rencana udah mau ke Bandara. Kalau Mama nggak sibuk, Raihan minta tolong Mama temenin Hasna di Rumah Sakit buat jagain Dini."


"Sebentar Rai, Mama minta waktunya sebentar. Mama mau tanya sesuatu padamu. Ini sangat penting sekali, jadi tolong jawab dengan jujur ya nak.." Ucap Bu Lena dengan suara seperti menahan tangis.


"I-iya Ma.. selama ini aku juga nggak pernah bohong sama Mama kan.." Jawab Raihan tergagap. Ia mulai merasakan sesuatu tak enak telah terjadi pada Mamanya itu.


"Ma-maksud Mama?"


"Rai, maafkan kekhilafan yang Mama perbuat, karena minimnya ilmu Agama Mama, Mama menjadi penyebab kamu berdosa nak.. Coba masih ada Papamu, Mama pasti tak akan salah langkah seperti ini.. hiks hiks hiks." Ucap Bu Lena dengan tangis yang tak bisa lagi ia tahan.


"Ma.. Mama baik-baik saja kan..?" Tanya Raihan yang mulai khawatir dengan Mamanya itu.


"Rai.. Semalam Tante Silvi tiba-tiba saja menelpon Mama.. Ia menanyakan kebenaran tentang apa yang terjadi dengan dirimu pada Mama.. Karena ia melihat di Sosial Media tentang berita tak mengenakkan mengenai dirimu nak.." Ujar Bu Lena membuka ceritanya dengan suara yang mulai serak. Tante Silvi adalah adik Bu Lena yang tinggal di Arab Saudi mengikuti suaminya.


"Jadi ia ingin minta kejelasan pada Mama Rai, karena yang beliau tahu hanya tentang pernikahanmu dengan Hasna. Dan berita yang tak mengenakkan itu sekarang menyebar di Sosial Media adalah ("Raihan putranya Raam Jaya seorang pengusaha sukses yang terkenal sholeh dan dermawan, putranya malah rela menyakiti hati istri pertamanya yang notabene adalah kekasihnya juga sampai-sampai istrinya tersebut masuk Rumah Sakit hingga terpaksa melahirkan bayi prematur dan mengalami kebutaan pasca melahirkan hanya demi mengejar dan menikahi seorang janda."


"Astaghfirullah..." Raihan pun langsung beristighfar karenanya.


"Rai, Mama pun akhirnya bercerita sedetail mungkin pada beliau..."

__ADS_1


"Kamu tahu Rai, beliau sangat terkejut mendengar kamu yang terpaksa menikahi Dini karena Mama yang suruh, Dan beliau mengecam pernikahan itu tidak sah dan haram Rai. Tante mu sampai marah-marah pada Mama karena ternyata kalian sudah menikah selama tiga bulan dan menyalahkan Mama karena telah merahasiakan darinya. Makanya Mama tanya kamu, apa kamu sudah menggauli Dini Rai, hiks hiks hiks..."


"Ma, bersyukurlah pada Allah karena Raihan tak jadi membebankan dosa untuk Mama.."


"Rai, apa itu maksudnya kamu belum sama sekali menggauli Dini nak..?"


"Iya Ma, belum sama sekali.."


"Syukurlah Rai, Mama jadi lega, habis ini mungkin Mama akan sering ikut pengajian biar Mama tak salah langkah lagi.."


"Iya Ma, udah dulu ya Ma, Raihan takut terlambat.."


"Iya Nak, kamu hati-hati ya.. Nanti setelah kamu pulang kita bicarakan lagi."


"Iya Ma, makasih.."


Raihan pun menutup telpon dari Mamanya, ia langsung mengirimkan pesan pada kawan lamanya yang ahli di bidang IT agar bisa menghapus semua berita tentang rumah tangganya itu.


"Biarkan waktu saja yang berbicara, semua kebenaran akan terbongkar dengan sendirinya." Monolog Raihan setelah mengirim pesan itu. Ia tak terlalu mengambil pusing berita yang tak mengenakkan itu. Tujuannya dengan menghapus berita itu agar tak ada lagi netizen yang akan berdosa karena prasangka mereka sendiri, apalagi sampai ber ghibah karenanya.


Raihan pun tersenyum, ia sekarang mendapatkan kejelasan tentang pernikahannya dengan Dini yang selama ini sebenarnya menjadi tanda tanya bagi Raihan. Berarti ia terlepas dari pertanggung jawabannya sebagai suami pada Dini, jika memang ternyata pernikahan mereka itu haram dilakukan.


"Tapi bagaimana caranya aku menjelaskannya nanti pada Dini..?" Tanyanya sendiri dalam hatinya.


"Dan Hasna... Aku harus segera memberitahu dan mengingatkan juga pada Hasna agar Hasna berhenti menyuruhku menunaikan kewajiban juga sebagai suami pada Dini."


"Ya Allah.. maafkanlah atas kekurangan ilmu kami dalam hal ini.." Ucap Raihan yang seperti berperang dengan pikirannya sendiri.


Namun ia segera tersadar bahwa ia harus segera berangkat. Raihan pun masuk ke dalam mobilnya. Dan mobil Raihan pun melaju meninggalkan Rumah Sakit.


TBC...


Dari sini kita bisa memetik hikmah bahwa manusia tempatnya khilaf dan salah, maka pentingnya untuk saling mengingatkan. Dan itu kenapa Author kadang suka berharap adanya komentar dari pembaca, kasih kritik saran atau apalah tentang karya ini, soalnya author juga manusia yang lemah tempatnya salah dan khilaf. Jadi.. yuk kritik dan sarannya author tunggu ya...!

__ADS_1


Oh ya, insyaallah author akan kasih reward tiap hari Jum'at bagi pembaca dengan dukungan terbanyaknya sampai novel ini tamat.. Dan hitungan sudah kita mulai dari kemarin sampai Kamis depan jam 10 malam. Data itu author ambil dari data Top Fans ya.. Jadi jangan lupa dukung terus ya.. dengan like, komentar dan bintang limanya.. Makasih... Jazakumullah Khairan Katsiran...🙏🥰🤗


__ADS_2