
Angga terkesiap mendengar ucapan Hasna. Ia langsung bergegas pamit pada Raihan. Sedangkan Raihan bisa melihat sikap perhatian Angga pada Hasna sehingga membuat hatinya sedikit memanas.
"Aku pamit dulu ngantar Hasna, kamu nggak apa-apa kan?"
"Maaf kak Angga, biar aku saja yang mengantar Hasna, Hasna adalah calon istriku. Kami akan segera menikah." Ucap Raihan langsung to the point saja pada Angga. Membuat Angga terkejut mendengar ucapan Raihan. Sedangkan Hasna, matanya langsung membulat mendengarnya. Ingin rasanya Hasna memarahi Raihan dan memaki Raihan, tapi ia sadar ada Angga di sana.
"Kalau gitu, aku pamit dulu. Assalamu'alaikum." Ucap Angga yang tampak seperti patah hati. Ia langsung membalikkan badannya kemudian berjalan masuk ke dalam mobilnya. Angga sudah bela-belain cepat-cepat terbang ke Padang demi bertemu Hasna kembali, memastikan Hasna selamat sampai di Padang walau urusannya belum selesai di Jakarta. Namun harapannya kembali pupus sebelum berkembang. Sama seperti dulu saat tahu Roby adalah calon suami Hasna.
"Wa'alaikumussalam.." Jawab Raihan sedangkan Hasna hanya mampu menjawab salam Angga dalam hatinya. Setelah Angga pergi, Hasna seperti bom waktu, yang meledak begitu saja saat waktunya tiba.
"Kenapa kamu begitu jahat padaku Rai... Kenapa? Asal kamu tahu, dulu perempuan itu yang datang mengaku hamil anak mas Roby dan sekarang ternyata kamu diam-diam sudah menikah dengan perempuan itu.. Kenapa Rai? Kenapa? Dan Kenapa kamu masih ngotot mau menikahi ku Rai? Apa kamu tak memikirkan perasaanku? Atau perasaan perempuan itu? Rai jawab." Ucap Hasna pada Raihan dengan emosi yang meluap-luap seolah tak bisa lagi ia bendung.
"Na, ikut aku dulu.. Aku akan menceritakan semuanya padamu. Setelah aku bercerita nanti, jika kamu masih marah padaku, aku siap.. a- aku.. aku akan pergi jauh dari mu.. Begitu juga dari Dini.." Ucap Raihan dengan pelan. Raihan bisa mengerti akan kemarahan Hasna.
Hasna melirik ke arah sekitar, orang-orang pada melirik ke arah mereka. Sehingga Hasna pun patuh atas ajakan Raihan. Karena Hasna juga nggak mau mereka jadi tontonan orang banyak.
Raihan mengambil alih tas pakaian yang dipegang Hasna, ia menenteng tas itu menuju mobilnya dan Hasna terpaksa mengikuti Raihan dari belakang.
Mobil yang dikendarai Raihan pun melaju membelah jalan ByPass. Raihan membawa Hasna singgah di sebuah Mesjid yang cukup besar di pinggir jalan Bypass itu.
"Kita sholat Maghrib dulu disini.." Ucap Raihan saat mobilnya sudah terparkir sempurna di lapangan Mesjid itu.
Hasna hanya menanggapi ucapan Raihan dengan anggukan kecil. Mereka pun turun dari mobil dan Adzan Maghrib pun terdengar berkumandang merdu dari dalam Mesjid.
__ADS_1
Hasna dan Raihan sama-sama larut dalam ibadah shalat Maghrib berjamaahnya di Mesjid itu, bacaan shalat Imam terdengar begitu merdu dan menyayat hati hingga air mata tak terasa menetes dari pelupuk mata Hasna, begitu juga dengan Raihan.
Dan disaat sujud terakhir mereka, Raihan begitu khusyuk memanjatkan do'a pada Rabb-nya.. Karena saat sujud itulah momen terdekat antara hamba dengan Tuhannya. Begitu pula dengan Hasna, Hasna sampai terisak-isak dalam sujud terakhirnya tersebut.
Setelah shalat wajib dan diikuti dengan sholat sunnah rawatib ba'diyah Maghrib, Raihan duluan keluar dari Mesjid. Ia menunggu Hasna diluar. Dan tak lama Hasna pun keluar dari Mesjid itu.
"Kita cari makan dulu ya, kamu pasti lapar."
Hasna pun mengangguk, ia memang sudah lapar sekali karena selama perjalanan tak sedikitpun makanan masuk dalam perut Hasna kecuali air mineral.
Raihan membawa Hasna ke sebuah rumah makan.
"Kamu nggak apa-apa kan makan disini?"
Raihan memesan makanan untuk mereka, Raihan tak mau bertanya lagi pada Hasna, ia memutuskan memilih menu yang langsung di hidangkan di atas meja, sehingga Hasna bisa langsung memilih menu lauk yang ia suka.
Mereka pun makan dalam diam.
"Na... Maafkan aku.. Aku memang laki-laki pengecut Na, aku telah merahasiakan Dini darimu.." Ucap Raihan memecah keheningan diantara mereka. Hasna dan Raihan sudah menyelesaikan makan malam mereka.
"Apa kamu masih ingat saat kejadian di Danau? Saat itu aku juga begitu marah pada Roby, karena Roby ternyata hanya main-main sama Dini. Dan Dini sudah rusak karenanya. Dini, ia adalah masa lalu ku Na, ia memang cinta pertama ku.." Raihan berusaha untuk berkata jujur, ia tak mau ada kebohongan lagi, walau nanti resikonya Hasna tak mau menerimanya lagi.
Mendengar Raihan menyebut Dini cinta pertamanya, hati Hasna terasa perih namun Hasna cepat menyadari bahwa Raihan juga bukan cinta pertama Hasna.
__ADS_1
"Dan saat kamu hendak pulang dari Rumah Sakit, aku hanya bisa minta tolong Hery untuk menjemputmu dan mengantarmu tinggal bersama Bik Ina. Karena saat itu aku harus menikah dengan Dini yang sedang dirawat di Rumah Sakit juga, Na.." Ucap Raihan dengan tatapan mata bersalah.
Hasna langsung teringat akan foto yang dikirim Dini, foto itu latarnya memang seperti di dalam salah satu ruang rawat rumah sakit, tampak Dini yang masih memakai slang infus ditangannya.
Hasna tak menyela sedikitpun penjelasan Raihan, ia mendengar dan menelaah setiap apa yang disampaikan Raihan.
"Saat itu Dini terluka Na, ia terluka di rumahku saat dua orang tak dikenal menyusup ke dalam rumah. Mama seolah berhutang nyawa pada Dini karena Dini berani melawan penyusup itu. Dan saat itu juga, Dini mengajukan keinginannya pada Mama bahwa ia ingin sekali bisa menikah denganku walau pada akhirnya ia akan meninggalkan dunia ini. Dini kembali mengaku dan meminta maaf pada Mama bahwa ia dulu hanya korban dari Roby sehingga Mama menjadi iba pada Dini, takut itu adalah permintaan terakhir dari Dini Na.."
Raihan berhenti sejenak, ia menghela napasnya dalam karena tiba-tiba merasakan sesak di dadanya. Kemudian Raihan melanjutkan ceritanya kembali. Sedangkan Hasna mencoba menelisik ke arah wajah Raihan lalu menatap mata Raihan, Hasna bisa merasakan tak ada kebohongan di sana.
"Memang sebelumnya Mama sempat memintaku kembali pada Dini saat kamu menghilang. Mama pikir aku akan kembali memiliki semangat hidup jika kembali bersatu dengan Dini. Tapi aku terus menolak Na, aku sudah tak memiliki rasa lagi pada Dini, saat tahu Dini telah bermain dengan Roby, saat itu juga cintaku hilang padanya. Dan saat aku bertemu denganmu kembali nyawaku seolah kembali sepenuhnya Na, aku kembali memiliki semangat hidup hingga aku tak mau kehilanganmu lagi. Tapi, takdir berkata lain Na, aku terpaksa menikahi Dini, karena aku tak mungkin membuat Mama malu pada dirinya sendiri yang berjanji akan mengabulkan permintaan yang dianggap permintaan terakhir Dini tersebut.."
"Dan aku minta maaf.. ternyata aku terlalu pengecut untuk berkata jujur padamu sehingga akhirnya kamu mengetahui nya dari orang lain.." Ucap Raihan dengan wajah tertunduk malu. Ia begitu malu pada Hasna. Namun Raihan kembali berusaha melanjutkan ceritanya. Agar masalahnya dengan Hasna selesai malam itu juga.
"Dan soal kenapa aku masih mau menikahimu, dan aku seolah tak memikirkan perasaan Dini. Itu sudah aku ajukan pada Dini sebelum kami menikah, aku memberikan persyaratan pada Dini bahwa aku akan menikah dengannya asalkan aku tetap bisa menikah denganmu. Dan Dini menyetujui persyaratan itu Na.."
"Dan aku tak menyangka ternyata Dini tak benar-benar menyetujui persyaratan ku itu, hingga ia menerormu dengan foto pernikahan kami. Dini juga yang mengirimkan foto-foto kebersamaan mu dengan Angga, hingga hatiku memanas. Namun aku bersyukur karena foto itu juga aku jadi tahu kamu akan kembali ke Padang. Dan kebetulan sekali aku memang sedang mengurus perusahaan Papa di Padang Na."
Hasna sempat terkejut mendengar ucapan Raihan yang berkata bahwa Dini juga mengirimkan foto-fotonya bersama Angga pada Raihan. Dan Raihan malah tak marah padanya. Hasna bisa melihat kedewasaan dan kesabaran Raihan dalam menyikapi tingkah Dini. Begitu juga kesabaran Raihan padanya yang tak bisa mengontrol emosi.
"Sekarang, aku serahkan padamu Na.. mungkin aku tak pantas mendapatkan cintamu..." Ucap Raihan sendu.
Seketika keheningan kembali tercipta diantara mereka. Raihan deg-deg an menunggu jawaban Hasna, namun ia berusaha keras untuk ikhlas menerima apapun keputusan Hasna. Walau hatinya sangat berharap Hasna akan menerima dirinya.
__ADS_1
TBC...