Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 15. Goes to Kebun Raya Cibodas part4.


__ADS_3

Lalu,,,, pak kepsek datang ke kelas dan guru-guru mengikuti dibelakangnya.


"Ada apa ini? Kalian, pagi pagi sudah ribut aja!" Ujar pak kepsek yang terlihat marah.


"Eeeeee i..ini a...anu pak.....ta" Belum selesai Siti berbicara pak kepsek langsung memarahi satu kelas.


"Kalian ini sudah besar, seharusnya tuh kalian jangan seperti anak kecil lagi! Kalian semua mau masuk TK lagi hah?! Sudah! Siapa tadi yang berantem?!" ucap pak kepsek dengan nada tinggi hingga membuat para siawa takut.


"Sini kalian ikut Bapak" Ucap pak kepsek sambil menunjuk aku dan Angeline.


"Semuanya masuk ke kelas masing-masing! Gak ada yang keluaran! Kalo kalian berani keluar, bapak hukum kalian lari keliling lapangan selama 30 putaran!" Ucap pak kepsek, semua yang mendengar kaget tak karuan.


"Mengertikah kalian?!" Ucap pak Kepsek lagi.


"Mengerti pak!" itu yang hanya bisa diucapkan para murid.

__ADS_1


Akhirnya, semua murid belajar dengan tenang dan tidak ada yang berisik.


Diruang BK,,,,,


"Sebenarnya kalian ada apa? Kenapa sampai sampai tadi ada yang berteriak? Aisyah, bapak tau kamu ini anak yang baik. Tapi Angeline, kamu ada masalah apa sama Aisyah? Dia kan 2 minggu yang lalu baru masuk. Memangnya ada apa Angeline?" Tanya guru BK.


"Itu gara-gara Aisyah pak. Jadi, tadi saya lagi duduk tiba-tiba Aisyah nyamperin saya terus marah-marah ke saya. Saya kan gak terima pak, akhirnya saya marah balik ke Aisyah pak." Jawab Angeline dengan berbohong.


"Hah? Gak, ga mungkin ini pasti Angeline bohong. Ya allah berilah hamba mu ini petunjuk jauhkan hamba dari orang orang yang membenciku" Ucapku dalam hatinya hingga aku pun menangis di dalam hatinya.


"Aisyah, kamu kenapa? Kamu sakit?" Tanya guru BK.


"Yasudah kalo begitu. Aisyah, apakah itu benar yang dikatakan oleh Angeline? Bapak mau, kamu menjawab jujur" Ucap guru BK.


Akhirnya, air mata yang tadinya berada didalam, pun keluar dengan derasnya aku pun menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Pokoknya gua harus bikin si Aisyah itu menderita. Pokoknya Aisyah harus dihukum. Gua harus bersandiwara di depan ni guru. Tapi gimana caranya?" Ucap Angeline dalam hati, akhirnya dia mememukan cara agar dia bisa bersandiwara.


Angeline tiba-tiba memelukku dan berpura-pura menangis dipundakku.


"Hiks, udah syah, u-udah ga-ga usah n-nangis b-begitu hiks." Ucap Angeline sambil berpura-pura menangis terisak-isak.


"Aisyah, udah lu jawan aja iya! Atau ga, gua bakal bikin lu lebih menderita daripada ini! Sekarang lu jawab sama tu guru! Lu jawab iya pak! Kalo lu gak jawab, lu bakal tau akibatnya! Inget! Ini baru permulaan belum apa-apa! Gua bakalan senang kalo lu itu menderita!" Ucap Angeline berbisik kepadaku.


"Maksudnya kamu a-apa?" Balasku sambil kembali berbisik.


"Udah lu jawab aja!!!" Balas Angeline sambil menatap tajam kepadaku.


"Aisyah! Tolong jawab. Bapak tidak mau membuang waktu bapak hanya dengan mengurus ini! Ayo Aisyah cepat jawab" Ucap guru BK dengan tegas.


Aku kembali melihat Angeline, dan lagi-lagi Angeline menatap lebih tajam kepadaku.

__ADS_1


"I-iya pak. Sa-saya melakukan itu. Jik-jika bapak ingin menghukum saya, saya akan melakukan apapun itu" Jawabku dengan menunduk.


-Bersambung-


__ADS_2