
-POV AUTHOR-
.
Angeline sedang menatap sinis ke arah Aisyah dan Siti. Dia seperti sedang merencanakan rencana jahat. Kali ini, ia sedang tidak diawasi oleh para guru, ia berjanji tidak akan melakukan perbuatan jahat lagi, mendengar ucapan Angeline yang terlihat sangat bersungguh-sungguh, para guru akhirnya memperbolehkan Angeline untuk pergi sendiri. Namun, ucapan itu memang berlaku, tapi, hanya sekarang bagaimana besok?
.
POV AUTHOR END
.
POV ANGELINE
.
"Gua harus bikin rencana yang lebih aman. Jangan sampe terulang lagi kejadian kemarin."
"Tapi, gimana caranya?"
"Atau?? Disekolah aja?"
"Enggak enggak! Jangan disekolah!"
"Kalo perlu,, besok aja!"
"Nah iya! Besok!"
"Good sekali! Tapi, gimana caranya?"
"Hmmmm" Gumam Angeline sambil berpikir.
"Ck! Gua bakal ngenyuruh suruhan gua!"
"Lebih baik, nanti malam aja!"
"Lebih cepat, lebih bagus!" Gumam Angeline
.
POV ANGELINE END
.
POV SITI & AISYAH
.
Aku sedang membaca buku novel kesukaanku bersama Siti. Suasana sangat hening. Tiba-tiba, Siti memecahkan keheningan,
"Eh, syah!" Ucap Siti sambil menepuk bahuku
"Hmm?" Ucapku sambil tetap fokus membaca novel
"Besok kita udah selesai ni study tournya, kira-kira, kita ngabisin waktu dimana ya?" Tanya Siti sambil memegang dagunya
"Seterah kamu aja." Ucapku singkat tanpa beralih pandang
"Keliling hotel aja yuk! Sambil foto-foto, mau gak? Buat dijadiin kenang kenangan" Ucapnya senang
"Boleh,, kita ajakin siapa aja?" Tanya ku. Kali ini, aku beralih pandang menatap Siti
__ADS_1
"Euumm gimana kalo kita ajakin,,, Fatimah, Zahra, sama Ridho?"
"Mau gak?" Ucap Siti
"Boleh juga"
"Tapi,, masa lelakinya cuma Ridho doang?" Ucapku tidak setuju dengan keputusan Siti
"Yaudah kita ajakin yang lain" Ucap Siti mengusulkan. Aku hanya mangguk mangguk mengiyakan, dan kembali membaca novel.
.
POV RIDHO
.
Ridho sedang bersantai dikamarnya bersama teman-temannya. Ada yang makan, ada yang main gem eh maksudnya games, ada yang asik rebahan sambil halu halu, ada juga yang senyum-senyun sendiri kayak orang kesambet, enggak, enggak kesambet kok cuma berjanda eh bercanda maksudnya wkwk.
"WWOOOAAHH!! YEAHH!! AKHIRNYAAA!!! KALAH JUGA KAN LU!!!" Teriak salah satu teman satu kamar Ridho sebut aja namanya Human. Btw, kayak bahasa inggris ya, Human \= Manusia wkwkwk.
"Et dah! Suara lu bisa dikecilin kagak sih?! Suara lu kayak toanya pak Dido dah! Kencengnya melebihi toa masjid" Ucap salah satu teman satu kamar Ridho bisa disebut Iman.
"Lah, ngapa sewot sih?! Suka suka gua! Mulut mulut gua ngapa lu yang ribet?! Gua abis booyah nih! Bukannya dikasi pujian malah dikasi kritikan! Hellooww gua gak nerima keritikan!" Balas Manusia alias si Human dengan jurus suara yang sangat cempreng.
Mereka yang mendengarnya hanya diam seribu bahasa sambil nutup kuping.
"Tau lah! Males gua mau beli trek! Kuping gua langsung dioprasi nih sampe 5 jahitan gara-gara suara lu yang melebihi suara ayam berkokok. Dah ah! Gua mau pergi!" Ucap Iman lalu dia langsung pergi sambil nutup kuping pakai earphone.
"Lah dia pergi. SEMOGA SELAMAT SAMPAI TUJUAN!" Teriak si Human
"BODO AMAT! GUA ENGGAK DENGERRR!!!!" Sahut si Iman yang masih menutup kupingnya.
"Wah wahh singa ngamuk gayss" Ucap Human yang terlihat agak ketakutan
"Sukirin! Lagian udah mancing berani mancing mancing singa! Kena imbasnya kan! Yuk gays! Kita keluar! Takut singanya makin ngamuk!" Ucap satu manusia yang bernama Banu sambil mengajak teman-temannya terutama Ridho untuk keluar.
"Yuk! Jagain singanya baik-baik ya" Ucap Ridho langsung turun dari tempat tidurnya dan menepuk nepuk bahu si Human.
"Makk!! Tolongin!! Huwaa!! Makk!! Atuttt!!!" Teriak si Human ketakutan dan langsung kabur dari tempat si singa alias si Iman dan pergi menuju tempat yang bagi dia paling aman yaitu KAMAR MANDI. Semua yang melihatnya hanya tertawa dan kembali melaksanakan aktivitasnya yang sangat sibuk alias REBAHAN.
.
POV RIDHO END
POV AUTHOR
.
Dimalam hari yang cerah,,, iya kan? Cerah? Kan ada sinar bulan. Oke oke serius ges.
Angeline sedang menelfon temannya yang lebih tepatnya lagi, anak buahnya. Untuk melakukan rencana jahatnya.
Aisyah, Siti dan lainnya sedang berjalan-jalan dihotel. Tiba-tiba,
"Eh, Aisyah dicariin tuh" Ucap Angeline
"Sama siapa?" Tanya Siti sambil menaikkan satu alisnya
"Tau dah. Enggak kenal gua" Balas Angeline sambil mengangkat kedua bahunya
"Serius ni? Awas kalo bohong!" Ucap Siti meyakinkan
__ADS_1
"Iya serius. Ngapain juga bohong" Balas Angeline yang terlihat agak kesal
"Yaudah deh, Siti, Fatimah, Zahra, aku kesana dulu ya" Ucapku tanpa pikir panjang
"Iya dehh" Balas mereka berbarengan
"Eh, Aisyah. Huft, dicariin tuh sama bu Khadijah katanya, temuin dia dikamarnya." Ucap salah satu perempuan yang tidak aku kenal
"Kayaknya Angeline bener deh" Ucap Siti
"Iya ti, yaudah ya. Nanti aku nyusul" Ucapku langsung pergi bersama Angeline.
Setelah sampai ditempat tujuan,
"Lho, ngel, kok kita ada disini? Bukannya kita ke kamarnya bu Khadijah?" Ucapku yang mulai curiga
"Hahahaha dasar b***h!"
"Siapa juga yang mau kesitu"
"Udah! Lu diem aja!"
"Gayss!! Keluar! Kita bakal bermain sama dia!" Perintah Angeline
"Hay Aisyah! Apa kabar?! Baik-baik aja kan?"
"Kita bakal main sama kamu!"
"Oh iya, mana bahannya?"
"Ini"
'Byuuurrrr' tanpa basa basi lagi, mereka langsung menumpahkan seember air dingin
"Kurang kali, masa cuma gini doang?"
"Nih masih ada"
'Srekkkkk' mereka juga menaburkan terigu
"Masih ada enggak?"
"Yahh kasian kamu jadi putih gitu. Nih aku bersihin"
'Plokkkk' mereka juga memecahkan telur ke kepalaku. Amis sangat amis
"Sekarang udah enggak putih lagi kan?"
"Euuww kamu jadi bau amis"
"Nih aku kasih biar kamu jadi wangi"
'Byuurr mereka langsung menuangkan pewangi pakaian dan juga pembersih lantai atau karbol. Baunya sangat menyengat dan membuatku pusing.
"Aisyah, dengerin ya, ini baru yang kedua. Apa kamu mau tau? Kebapa aku sangat membencimu?"
"Karna kamu itu sok alim! Pakaian kamu doang yang alim! Hatinya paling busuk! Aku benciii banget sama orang yang kayak gitu!" Ucap Angeline dengan penuh amarah.
Tiba-tiba aku tak sadarkan diri.
-Bersambung-
__ADS_1