
1 Bulan kemudian~
Sudah 1 bulan Aisyah terbaring lemah diruangan ICU. Aisyah masih setia memejamkan matanya, walaupun darah Umi Kultsum sudah ditransfusikan tetapi Aisyah masih setia untuk berada dialam bawah sadarnya.
Setiap harinya, Siti, Fatimah, Zahra, Ridho dan teman-teman yang lainnya selalu setia menjenguk Aisyah setiap pulang sekolah ataupun libur. Mereka berbicara dengan Aisyah layaknya berbicara dengan orang yang tersadar walaupun Aisyah tidak merespon, mereka yakin Aisyah pasti masih bisa mendengar.
"Dek, kamu kapan bangunnya? Kakak kangen banget. Mama sama Papa juga kangen banget sama kamu. Kakak kangen berantem sama kamu, berdebat sama kamu, main bareng sama kamu. Kamu kapan sadarnya? Kamu itu kayak Princess Aurora si Sleeping Beauty hehe." Tutur Umu Kultsum sambil memegang erat tangan Aisyah.
"Maafin kita yah, kita belum ketemu pelakunya sama sekali. Tapi, kakak janji! Kakak pasti bakal ketemu pelakunya!" Sambung Umi Kulstum dengan sungguh-sungguh.
"Kamu bangun dong! Kalo kamu bangun, nanti kakak bakal janji deh beliin apa aja yang kamu mau!" Bujuk Umi Kulstum sambil terus memegang tangan Aisyah semakin erat.
"Biasanya kan kalo kamu dibujuk gitu langsung bangun kok sekarang enggak sih." Ucapnya sambil cemberut.
"Dek! Ayo bangun!" Tukas Umi Kulstum sambil menggoyang-goyangkan tubuh Aisyah yang masih setia menutup matanya. Tiba-tiba bulir bening keluar dari mata Umi Kukstum tanpa seizinnya.
Seharusnya, Aisyah sekarang sudah duduk dibangku SMP kelas 8 minggu lalu. Tetapi, Aisyah lebih memilih terbaring lemah diranjang rumah sakit.
****
Tiba-tiba tangan Aisyah bergerak perlahan lahan Aisyah membuka matanya.
"Dek?! Kamu udah sadar?!" Ucap Umi Kulstum dengan mata berbinar dan langsung berdiri dari tempat duduknya untuk memanggil dokter.
"DOKTER! DOKTER!" Pekik Umi Kulstum memanggil manggil dokter. Dokter pun langsung menemuinya.
"Ada apa?" Tanya Dokter itu.
__ADS_1
"Adik saya siuman dok! Saya lihat tangannya bergerak-gerak terus dia membuka matanya." Jelas Umi Kulstum kepada Dokter itu.
"Baik biar saya periksa. Mbaknya tunggu diluar yah." Ucap Dokter itu lalu masuk untuk memeriksa keadaan Aisyah.
***
"Harus kasih tau ke Mama sama Papa pasti mereka senang banget!" Ucap Umi Kulstum lalu mengambil ponselnya dan menelfon sang Papa.
"Halo? Assalamu'alaikum Pa!" Sapa Umi Kulstum dari balik telfon.
"Iya Wa'alaikumussalam. Ada apa?" Jawab Pak Shodiq ketika mendapat telfon dari si sulung.
"Aisyah Pa! Aisyah siuman! Sekarang Aisyah lagi diperiksa sama Dokter!" Ucap Umi Kultstum to the point.
"Alhamdulillah! Yasudah, nanti Papa sama Mama kesana. Kamu jaga adek kamu yah!" Syukur Pak Shodiq dari balik telfon.
"Wa'alaikumussalam." Jawab Pak Shodiq dan langsung mematikan telfon sepihak.
Setelah dokter memeriksa Aisyah, dokter itu langsung keluar dan berakata.
"Alhamdulillah keadaan pasien sudah membaik. Jika satu minggu ini keadaannya semakin membaik, maka diperbolehkan untuk pulang." Tutur Dokter itu sambil tersenyum.
"Alhamdulillah." Syukur Umi Kulstum sambil mengusap wajahnya lembut.
"Terimakasih dok!" Sambung Umi Kukstum dengan mata berbinar.
"Iya sama-sama. Kalau begitu, saya pamit dulu. Permisi." Pamit Dokter itu sambil terus tersenyum.
__ADS_1
##Disisi lain
"Kenapa uang diperusahaan semakin kesini semakin menurun?! Padahal kan uang perusahaan dipakai hanya untuk keperluan penting selain itu, nggak dipakai." Micheel bermonolog sendiri ketika melihat uang diperusahaannya semakin menurun.
"Lila! Tolong panggil Peggy kesini!" Ucap Micheel sambil menyuruh sekretaris pribadinya.
"Baik Pak!" Balas Lila si sekretaris.
****
'Tok tok tok'
"Masuk!" Ucap Micheel dari dalam.
"Ada apa ya Pak?" Tanya Peggy si manager keuangan ketika masuk kedalam ruangan Micheel.
"Kamu tau? Kenapa uang diperusahaan ini semakin hari semakin manurun?" Tanya Micheel sambil menunjukkan berkas pengeluaran uang.
"Maaf Pak! Saya tidak tau. Yang saya tau, uang itu dipakai untuk gaji karyawan dan keperluan penting lainnya. Selebihnya, saya tidak tau." Jelas Peggy sambil melihat lihat berkas tersebut.
"Benarkah?" Tanya Micheel yang dibalas anggukan oleh Peggy sebagai respon.
"Yasudah. Kamu boleh kembali bekerja." Ucap Micheel.
"Baik Pak!" Balas Peegy lalu beranjak pergi dari ruangan tersebut.
-Bersambung-
__ADS_1