Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 25. Ternyata!


__ADS_3

Sesampainya kami dihotel, Angeline di awasi oleh beberapa guru perempuan. #kayak d penjara y gays? wkwk🤣😂# banyak yang tidak tau bahwa Angeline pelakunya. Bahkan, ada dari mereka yang tidak tau apa masalahnya. Sesampainya dikamar,


"Syah, kita bakal jagain kamu. Sepulangnya dari sini, kita tetap jagain kamu. Aku tau gimana Angeline itu, dia gak bakalan kapok walaupun dia udah kena hukuman sekalipun" Ucap Siti sambil duduk ditepi ranjang. Fatimah langsung berjalan dari tempat duduknya.


"Iya syah, apalagi kejadian dulu. Itu hampir sama. Lebih parahnya lagi, dia hampir mau bunuh orang yang dia benci. Orangnya hampir mirip sama kamu syah, dia alim, bedanya dia enggak kayak kamu. Aku enggak tau, kenapa dia bisa jadi psikopat gitu. Huft,,," Ucap Fatimah duduk ditepi ranjang sambil memandang ke arah depan.


"Hah? Iya kah? Astagfirullah,,,"


"Apa kita bisa ngerubah sikap dia?" Balasku serius


"Kita enggak bakal bisa syah."


"Angeline yang sekarang beda sama yang dulu. Dulu, dia ceria, baik hati, ramah, bahkan dia enggak mandang status seseorang. Dia mau berteman sama siapa aja. Aku dulu satu sekolah sama dia waktu SD. Aku sampe kagummmm banget ngeliat dia yang sangat murah hati. Dia cantik, tapi bukan parasnya aja yang cantik tapi hatinya dan akalnya. Aku rinduuu sama Angeline yang dulu. Walaupun, kita memang beda keyakinan. Tapi, aku udah anggap dia sebagai saudara aku. Mungkin itu enggak berlaku sama Angeline yang sekarang. Hiks,,"


"Semenjak kepergian kakaknya, dia mulai murung. Dia lebih suka menyendiri. Sampe sampe, dia hampir putus sekolah. Dan, akhirnya dia tau, siapa yang menyebabkan kakaknya bisa pergi untuk selama-lamanya." Ucap Fatimah menceritakan sambil menangis. Aku yang mendengarkannya ikut iba dan sedih. Siti yang sudah lama mengenal Angeline, baru tau siapa Angeline sebenarnya.


"Kamu yang sabar ya imah,, kita pasti bisa ngerubah sikap dia. Enggak ada yang enggak mungkin, jika kita berusaha. Iya kan semuanya?" Ucapku menenangkan sambil melihat temanku satu persatu. Mereka semua tersenyum dan mengangguk tanda 'iya'. Kami semua tenggelam dalam pelukan dan air mata.

__ADS_1


"Sumpah sih, aku kira Angeline emang sikapnya dari dulu kayak begitu. Ternyata tidak. Hiks."


"Kalo boleh tau, siapa yang bunuh kakaknya Angeline" Ucap Siti. Fatimah mengambil napas panjang dan langsung bercerita.


"Orang yang bunuh kakaknya Angeline, dia itu perempuan. Dia pake baju gamis gitu warna hitam, terus jilbab panjang, ditambah dia pake cadar. Dia mulai aksinya, malam hari sewaktu kakaknya Angeline pulang ngampus. Pertama-tama, dia bekap mulutnya kak Calista, terus, dibawa ke dalam gudang yang tertutup. Kak Calista dikurung disana selama 3 hari. Parahnya, selama 3 hari itu, kak Calista enggak dikasih makan sama sekali. Setelah 3 hari, kak Calista dikeluarin dari gudang. Kak Calista disiksa sama dia. Mulai dipukul, kepalanya dibentur ke tembok dan kepalanya dikeluar masukkin kedalam air dingin. Beruntungnya, orang disekitar dengar suara orang minta tolong. Akhirnya, para warga sepakat buat periksa rumah yang dijadiin tempat penyiksaan kak Calista. Warga ngeliat kak Calista pingsan tak berdaya, dan si pelaku yang coba buat kabur, dihadang sama warga. Kak Calista langsung dilaporin ke keluarganya bahwa kak Calista mengalami penyiksaan dan mau dibawa ke rumah sakit. Si pelaku dibawa ke kantor polisi. Keluarga kak Calista yang mengetahuinya, langsung bergegas pergi ke rumah sakit, disana, kak Calista masih ditangani dokter. Karena kritis, kak Calista dirawat diruang ICU. Sebelum pergi, kak Calista menceritakan semuanya. Dia bilang, katanya yang buat dia kayak begini adalah temannya yang bernama Annisa. Annisa yang terkenal baik dan alim dimata keluarga kak Calista, langsung sangat membencinya. Dan, Angeline yang mendengarnya, dia bersumpah akan membalas dendam. Tapi, kak Calista tidak setuju. Karena, perbuatan jahat tidak harus dibalas dengan jahat namun, Angeline tetap bersikeras. Hingga kak Calista menitip pesan untuk jangan selalu merasa dendam, kita semua manusia, tuhan akan membalasnya. Angeline tetap melaksanakan niatnya. Sampai kak Calista pergi untuk selama-lamanya. Dari situ, Angeline mulai banyak berubah. Dan sangat membenci orang yang terlihat alim, katanya, mereka cuma alim penampilan tapi hatinya tidak." Jelas Fatimah panjang lebar.


"Astagfirullah, terus mah, gimana nasib pelakunya?" Ucapku penasaran.


"Nasib pelakunya, ya sama Angeline dibalas dendam. Angeline melakukan apa yang dia lakukan kepada kakak tersayang itu, bahkan, dia tidak segan-segan memaki-makinya. Di akhir permainannya, dia menancapkan pisau tajam kedada pelakunya sampe kena jantung. Mulai dari situ, Angeline berubah jadi psikopat" Jelas Fatimah. Kami semua kaget dan hanya diam seribu kata.


"Tapi, gimana syah? Kalo sampe dia nekat, gimana?" Balas Fatimah ragu


"Iya syah, kalo dia nekat gimana?" Sambung Siti. Zahra hanya diam tak bicara.


"Kita pasti bisa. Kalo dia nekat, aku pastiin dia udah berubah." Ucapku kembali bersikukuh


"Apapun usulan kamu, itu pasti yang terbaik. Aku do'a kan semoga berhasil" Balas Siti merangkulku.

__ADS_1


"Aamiin"


"Yaudah yok, kita keluar!" Ajakku


"Keluar? Kemana?" Tanya Siti


"Kesana. Kita belum kesana kan? Sambil santai aja gitu. Disini boring" Ucapku langsung melengang keluar. Mereka mengikuti ku dari belakang.


____ Keesokkan harinya


Hari ini, kami hanya berkeliling dihotel dan bersantai. Didalam hotel, ada beberapa tempat yang belum kami lihat. Ada perpustakaan, ada warung kecil dan ada kolam renang. Sebagian dari mereka ada yang berdiam dikamar. Kami memilih untuk berkeliling karna bosan didalam kamar. Aku, Siti, Fatimah dan Zahra memilih pergi ke perpustakaan. Disana, kami membaca berbagai macam buku. Mulai dari novel, komik, dan buku lainnya.


"Waw! Ada novel kesukaan Siti guys!!" Ucap Siti kegirangan


"Disini juga ada novel kesukaan Aisyah" Ucapku. Kami membaca novel masing-masing. Tanpa disadari, Angeline melihat kami dan mempunyai rencana jahatnya itu.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2