Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Memohon


__ADS_3

Sepekan Kemudian......


Sudah hampir sepekan Angeline masih terbaring lemah diranjang Rumah Sakit. Sisca dan Micheel tetap setia menunggu putri bungsunya terbangun dari tidurnya. Aisyah yang sudah dibolehkan pulang oleh pihak Rumah Sakit, tetap menjenguk Angeline bersama teman-temannya walaupun awalnya mereka menolak dengan alasan 'Mager' atau 'Nggak deh aku lagi banyak tugas' dan masih banyak lagi.


"Elin sayang, kamu kapan bangunnya? Teman-teman kamu kesini tiap hari lhoo. Mimpi kamu inndah ya? Bangun yuk! Nanti, Mommy bakal bikin makanan kesukaan kamu. Yuk! Bangun!" Tutur Sisca sambil menggenggam erat tangan Angeline.


Tiba-tiba, pintu diketuk-ketuk. Perlahan dibuka oleh seseorang dari luar. Ternyata itu adalah Aisyah dan keluarganya.


"Siang tante, gimana kabarnya Angeline?" Tanya Aisyah ketika masuk kedalam ruang rawat Angeline. Dan langsung mencium punggung tangan Sisca begitu juga dengan Umi Kulstum.


"Masih seperti biasa." Jawab Sisca dengan lesu.


"Aku yakin. Angeline sebentar pasti bakalan bangun!" Ucap Aisyah seolah memberi semangat sepada Sisca. Sedangkan, Sisca hanya tersenyum dan mengangguk lesu.


Tiba-tiba jari tangan Angeline bergerak-gerak. Semua yang ada disana pun langsung terkejut dan memanggil-manggil Dokter.


Perlahan Angeline membuka matanya. Orang yang pertama dilihatnya yaitu Sisca sang ibunda.

__ADS_1


Dokter pun memeriksa keadaan Angeline. Setelah itu, Dokter tersebut pun tersenyum seraya berkata, "Kabar baik, ananda Angeline keadaannya semakin membaik."


Seakan mendapatkan semangat hidup lagi, Sisca langsung tersenyum riang seraya mengucapkan syukur sembari menyebutkan nama sang Tuhan.


"Elin kamu udah sadar," ucap Sisca sembari menghapus air matanya yang jatuh. Angeline pun mengangguk pelan sembari tersenyum.


Sisca langsung menelfon Micheel tentang kabar bahagia ini.


Beberapa saat kemudian, Micheel datang sembari membawakan buah kesukaan Angeline ---Anggur-----. Wuihh author juga suka tuh ama anggur. Bagi bagi lahh.


"Elin, maafin Daddy yah! Daddy minta maaf tentang waktu itu." Ucap Micheel.


"Terlebih untuk Aisyah dan keluarganya." Sambungnya.


"Maafin Elin, sebenarnya-" Ucapannya terputus tiba-tiba bulir bening keluar dari matanya. Angeline mencoba untuk duduk walaupun tubuhnya terasa lemas tidak lama kemudian, Angeline dibantu oleh Sisca.


"Sebenarnya, Elin yang celakain lo. Cuma karena, gue benci sama lo. Maafin gue ya. Kalo lo mau benci gue, nggak apa. Lo berhak kok buat ngebenci gue. Waktu itu, gue nyuruh orang buat celakain lo. Dari situ, gue hampir puas. Tapi, disaat gue terbaring lemah disini, lo selalu ada disini, sampe sampe lo bujuk teman teman buat bisa jenguk gue. Gue tau gue itu jahat banget ya?" Terang Angeline sambil menatap lekat Aisyah.

__ADS_1


Keluarga Aisyah yang mendengar perkataan Angeline pun terkejut sejadi-jadinya.


"Sebenarnya, kami sudah melaporkan kejadian ini ke polisi. Dan polisi masih mencari keberadaan pelakunya. Tapi, karena kamu mengakuinya, semuanya kita serahkan kepada Aisyah." Ujar Umi Kulstum.


"Hmm. Aku nggak bakal benci kamu kok apalagi marah sama kamu. Aku tau kok perasaan kamu. Amarah itu kadang membuat semua yang biasa-biasa saja menjadi semakin besar. Aku, tetap maafin kamu kok. Kita bisa jadi sahabat kan?" Kata Aisyah sembari tersenyum dari balik cadarnya dengan mata melengkung sipit.


Mata Angeline membulat sempurna dengan senyum merekah dibibirnya.


"Serius?? Makasih Aisyah. Gue nggak nyangka lo itu sebaik ini. Padahal gue itu udah jahat banget sama lo." Ucapnya diiringi dengan isak tangis.


"Semua orang pernah salah kan? Kita semua pasti punya masa lalu yang kelam." Balas Aisyah sembari merentangkan tangannya seolah ingin berpelukan.


Hingga, mereka pun berpelukan dengan isak tangis bahagia.


"Waduhhhh kalian lupa ya sama kita kita?" Cibir Sisca. Hingga membuat gelak tawa disana.


"Gue baru tau, ternyata ini yang namanya arti dari sahabat. Pelukannya, kata-katanya, semyumnya, pokoknya bikin gue bahagia. Selama gue punya teman imajinasi, gue bahkan nggak bisa kayak gini selain ngobrol sama main bareng. Kayaknya, Aisyah emang ditakdirkan oleh Tuhan untuk jadi sahabat gue." Angeline membatin tanpa melepaskan pelukannya malah semakin mempererat.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2