Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 35. Kehidupan Angeline {3}.


__ADS_3

"Huft, untung mom enggak bisa liat aku" Ucap Calista.


##


Dimimpi Angeline.


"Aku. Aku dimana? Momy!!! Momy dimana? Dady!!! Kenapa disini sepi sekali?" Ucap Angeline kebingungan.


"Dek,,," Tiba-tiba, ada seseorang yang menghampiri Angeline lalu memanggilnya dengan sebutan 'Dek'.


Dan, yap. Orang itu adalah Calista.


"Ka-Kakak? Ini beneran kakak??" Tanya Angeline. Calista hanya mengangguk pelan dan tersenyum.


"Kak, kita ada dimana?"


"Kita sekarang ada dialam lain. Disini lah tempat tinggal kakak sekarang. Kakak tunjukkan beberapa tempat disini ya dek" Jelas Calista.


"Kak, mom sama dad dimana? Kok mereka enggak ada?" Tanya Angeline kebingungan.


"Hmmm" Calista menarik nafas lalu memegang pundak Angeline dan berkata "Mereka enggak disini. Sekarang, kita berada ditempat lain. Mereka ada didunia sedangkan, kita ada di alam lain" Ucap Calista.


"M-maksud kak lista, kita ada dii-" Tiba-tiba ucapa Angeline terpotong karena mulut Angeline ditutup oleh jari telunjuknya Calista.


"Stt. Yuk, ikut kakak. Kamu pasti bakalan senang" Ucap Calista sambil menarik tangan Angeline.

__ADS_1


"Tunggu!" Angeline pun menolak Calista langsung menoleh ke arah Angeline. "Aku enggak mau disini kak. Tempat aku itu dialam dunia bukan disini! Aku mau pergi!" Ucap Angeline dan langsung pergi. Namun, terhenti oleh Calista.


"Dek, kamu sekarang ada disini. Kamu sama kakak selamanya. Kamu enggak percaya? Ayok ikut kakak." Ucap Calista sambil memegang tangan Angeline dan berjalan pergi.


'Wushhh' Bagaikan melewati awan yang lembut, mereka berdua pun menembus dinding.


"Lihat, itu kamu" Ucap Calista sambil menunjuk ke jasad Angeline.


"Hah? Enggak, enggak mungkin!!! Aku masih hidup kak!! Aku masih hidup kan kak??!! Kak!!!" Ujar Angeline sambil tersedu-sedu ia tidak bisa menangis karena ia adalah arwah.


"Dek, kamu harus sabar. Ini merupakan kehendak tuhan, kamu enggak bisa mengembalikannya lagi" Balas Calista yang masih memegang Angeline.


"Enggak kak!! Enggak!!! Aku masih hidupp!!!"


"Mom, dad. Ini elin!!! Elin ada disini mom!! Mom!! Mom tolong dengar kata elin!!! Mom!!! Dad!! Dad bisa dengar elin kan??! Dady!!! Mom dad!!! Please listen me!!!!!" Angeline pun sangat sedih. Ia ingin memeluk sang ibunda namun,


"Kenapa?!! Kenapa?!!!"


"Aghhhh!!!!!" Tiba-tiba Angeline terbangun dari mimpi buruknya itu.


"Hah? Aku aku?? Aku masih hidup kan??"


"Mom!! Mom!!!" Teriak Angeline. Namun, tak ada yang menyahut.


"Kenapa? Aku coba sekali lagi!! Mom!! Mom!!!!" Angeline berteriak sekali lagi. Namun, hasilnya nihil.

__ADS_1


"Oh iya! Aku coba buka pintu"


'Ceklek'


"Aku bisa kok buka pintu" Ucap Angeline sambil memegang tubuhnya.


"Elin?" Tiba-tiba, ada seseorang yang memanggilnya dengan nada yang samar-samar. Angeline pun berbalik badan. Ya, seseorang itu merupakan Sisca momynya Angeline.


"Mom!!!" Teriak Angeline.


"Kamu kenapa teriak-teriak begitu?" Tanya Sisca.


"Tadi, elin mimpi buruk mom" Jawab Angeline dengan nada sedih.


"Ooh, yasudah. Kalo begitu, mom temenin kamu tidur ya" Ucap Sisca. Angeline langsung mengangguk dan memeluk momynya.


Mereka berdua pun masuk kedalam kamar Angeline. Mereka berbaring diranjang milik Angeline. Hingga masuk kedalam alam mimpi.


Disudut sisi, terdapat Calista yang melihat mereka berdua tertidur.


"Maafkan kakak yang sudah masuk kedalam mimpimu dek. Kakak cuma mau, kamu ingat pesan kakak itu. Kakak mau, kamu kembali menjadi dirimu yang dulu. Tolong ingat pesan kakak lin"


"Atau,, aku harus menulis surat supaya elin bisa mengingat pesanku? Tapi, bagaimana?"


"Oh iya!" Calista pun menulis surat menggunakan kekuatan magicnya.

__ADS_1


"Selesai. Semoga kamu ingat pesan kakak" Ucap Calista dan langsung menghilang bagaikan debu tersapu oleh angin.


-Bersambung-


__ADS_2