Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 51. Aisyah - Angeline?


__ADS_3

Masih berada ditaman.


"Aisyah, gimana kalo sekarang kita jalan-jalan. Anggap aja sebagai permintaan maaf Angeline" Ujar Sisca.


"Ah, nggak usah tante hehe. Takut ngerepotin. Lagi pula, Angeline nggak ada salah sama aku kok tan" Tolak Aisyah dengan halus sambil melirik sekilas kearah Angeline.


"Nggak apa-apa. Elin, kamu nggak keberatan kan?" Ucap Sisca sambil meminta pendapat Angeline putrinya.


"Hm" Angeline hanya berdehem lalu mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Nah, Angeline aja mau. Yuk, tante nggak ada niatan jahat kok" Bujuk Sisca sekali lagi


"Aisyah tau tante orang yang baik. Tapi, Aisyah takut ngerepotin aja." Tolak Aisyah lagi.


"Nggak apa. Tante mau bicara sama kamu tentang hal penting" Ucap Sisca yang langsung To the point.


"Yaudah kalo tante maksa" Pasrah Aisyah.


Mereka bertiga pun menaiki mobil milik keluarga yang mempunyai marga 'Nasution'.


Sesampainya disebuah Mall, Mereka bertiga turun dari mobil. Angeline terlihat sangat tidak suka. Namun, apa daya, Angeline tidak bisa berbuat apa-apa karena, ada Momynya sekarang.


"Aisyah, kamu mau beli apa? Atauu kita nonton dulu?" Tanya Sisca.

__ADS_1


"Terserah tante aja hehe" Jawab Aisyah dengan cengiran kecil diakhir kalimatnya.


"Oke. Gimana kalo kita nonton dulu? Elin, kamu mau?" Ucap Sisca.


"Yaudah deh. Tapi, filmnya harus Ellin yang pilih" Ucap Angeline sambil mengacungkan jari telunjuknya.


"Okay. No problem" Balas Sisca sambil menaikan sedikit alisnya.


Aisyah merasa kagum dengan keluarga Angeline. Keluarga yang harmonis walaupun kehilangan seorang gadis cantik yaitu Calista. Walaupun Angeline memiliki sifat yang keras kepala dan semua keinginannya harus dituruti, tetapi, Sisca dan Michlle sebagai orang tua selalu sabar menghadapi sikap putrinya itu.


##


Sesampainya dibioskop, Sisca menyuruh Angeline untuk memilih film apa yang akan ditonton.


"Kamu yakin pilih film itu?" Tanya Sisca sambil mengerutkan keningnya. Angeline langsung mengangguk antusias.


"Okay. Aisyah, kamu nggak keberatan kan?" Ucap Sisca.


"Nggak kok tan. Aisyah kalo nonton film biasanya ber-genre Horror" Jelas Aisyah. Sisca mengangguk pelan.


Tiba-tiba, Sisca teringat kejadian minggu lalu.


Mungkin, gara-gara Angeline indigo, Angeline lebih suka hal-hal yang berbau mistis.

__ADS_1


Skip, setelah nonton bioskop //kalo dibioskop kan ga boleh digituin. Wkwk. Dipidioin aja nggak boleh. Udah udah skipppppp


##


"Kita makan dulu yuk Baru beli-beli. Momy laper nih" Ucap Sisca sambil memegang perutnya.


'Krrukkk krrukkk'


"Tuh, cacing diperut Momy pada ngadu" Celetuk Sisca hingga membuat Angeline dan Aisyah tertawa kecil. Namun, beberapa detik kemudian mereka berhenti tertawa.


"Mom, kita makan disana yuk" Ucap Angeline sambil menunjuk ke restoran seafood. Sisca mengangguk lalu menggandeng tangan Angeline dan Aisyah berjalan ke restoran tersebut.


Sesampainya disana, Sisca langsung memesan makanan berupa : Kepiting saus pedas, Kerang ijo tumis, Ikan bakar asam manis. Serta minuman berupa : Jus jeruk, es teh manis, dan es timun.


"Oh iya, tante mau ngomong sama kamu" Ucap Sisca kepada Aisyah. Aisyah terlihat bingung lalu berkata "Ngomong apa tan?"


"Sebenarnya, kamu itu mengingatkan tante kepada sahabat tante. Dia punya anak, namanya itu Aisyah. Aisyah dan Angeline sahabatan sejak kecil. Sikap Aisyah semuanya hampir ada didalam diri kamu" Jelas Sisca


"Tapi, ketika mereka berumur 9 tahun. Aisyah dan keluarganya pergi dengan alasan, ada urusan keluarga. Kami memakluminya. Tapi, sampai sekarang belum ada kabar darinya" Ucap Sisca dengan nada sedikit bergetar.


"Tante sabar yah. Mungkin, suatu saat nanti, tante bakal ketemu sama mereka lagi" Ujar Aisyah menenangkan Sisca. Sisca pun tersenyum dan langsung memeluk Aisyah bagaikan ibu dan anak. Angeline yang melihatnya hanya diam dan melipatkan tangan didadanya.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2