
Setelah Angeline memceritakan kejadian dengan Rekayasanya. Siti, Ridho dan Pak Firman memutuskan untuk kembali ke kamarnya masing-masing. Pak Firman pergi terlebih dahulu. Sedangkan, Siti dan Ridho masih ada didepan kamarnya Angeline.
"Angeline! Kau ni pandai kali bersandiwara! Ingat! Suatu saat, pasti akan ketahuan! Ingat itu!" Ucap Siti sambil menunjuk ke arah Angeline.
Dengan santai, Angeline pun menjawab,
"Sebelum ketahuan, gua bakal habisin si Aisyah duluan!"
"Kau iniiii!!!! Ergghhh!!!!" Geram Siti sambil mengepalkan tangannya.
"Ti, sabar ti. Ini tempat umum, lebih baik kamu balik ke kamar kamu ya. Kasihan Aisyah, nanti dia nyariin kamu gimana?" Ucap Ridho menenangkan Siti.
"Huft, iya deh" Ucap Siti menghembuskan nafasnya kasar.
Tiba-tiba, 'Plak!' Satu tamparan keras dari Siti jatuh ke pipi Angeline.
"Auuh sakit lu gi*a ya?!" Ucap Angeline sambil meringis kesakitan.
"Rasain itu!" Balas Siti langsung pergi ke kamarnya. Ridho hanya menaikkan bahunya dan tersenyum kepada Angeline dan langsung pergi menyusul Siti.
"Cih! Si*l! Ngeselin banget sih tuh orang! Awas aja! Gua bakal balas!" Ucap Angeline sambil memukuk tembok.
'Brak!' Karena marah, Angeline pun tidak segan-segan menutup pintu kamar dengan keras. Tidak perduli pintu itu akan rusak atau tidak, sebab, dia merupakan anak dari keluarga yang ternama. Jadi, dia boleh bersikap semaunya. #Sultan mah bebas 😎# .
"Lu kenapa sih ngel? Daritadi marah-marah mulu. Terus juga, Siti, Ridho, sama Pak Firman ngapain kesini? Atau, jangan-jangan lu yang ngebully Aisyah ya?" Tanya salah satu teman satu kamarnya Angeline sebut saja, Rizki bisa dipanggil kiki anak perempuan yang cukup tomboy di kelas 7'2.
"Diem lu! Enggak usah ikut campur! Kalo emang gua yang ngebully Aisyah kenapa?!" Sewot Angeline.
"Ooh lu mau kayak dulu lagi gitu?" Tanya kiki dengan santai.
"Itu bukan urusan lu! Kalo kalian bilang-bilang ke orang lain, kalo enggak, nyawa lu jadi taruhannya!" Ancam Angeline. Yang lain hanya diam dan kembali menjalankan aktivitasnya. Kiki hanya diam dan santai saja.
*
Disisi Siti dan Ridho,
"Dho, kamu ngerasa enggak sih? Kalo si Angeline itu dia bohong? Aku yakin, dia pasti bohong!" Ucapnya tanpa menatap ke Ridho.
"Hmm,, iya aku juga mikir gitu. Kita harus waspada! Jangan sampai lengah! Kalo enggak, dia bakal buat lebih kejam lagi!" Siti hanya mengangguk mendengar respon Ridho.
*
"Udah ya, aku mau balik ke kamar. Capek" Ucap Siti sambil meregangkan tubuhnya. Ridho mengangguk dan melengang pergi ke arah kamarnya.
* Dikamar Siti
__ADS_1
'Tok tok tok' "Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam" 'Kreek'
"Eh, Siti, kamu dari mana aja? Aku cariin tau" Tanya Aisyah setelah membukakan pintu.
"Hehe abisss,,, dari,,"
"Euumm ituu anuu" Ucap Siti terbata-bata.
"Haduhhh jawab apa inii kalo jujur, nanti dia malah bilang 'itu bukan salah dia, kamu jangan asal tuduh'. Jawab apaa dongg iniii" Batin Siti.
"Apa?" Tanya Aisyah menaikkan salah satu alisnya.
"Oohh,, cari angin tadi. Eh, ketemu Ridho sama teman yang lain, jadi ngobrol-ngobrol gitu" Balas Siti berbohong.
"Ooh itu. Ingat! Jangan terlalu dekat sama cowok, enggak baik. Bukan makhram!" Ucap Aisyah memperingarkan.
"Hehe iya. Aku enggak disuruh masuk gitu?" Ucap Siti mengalihkan pembicaraan.
"Ooh iya. Ayok masuk"
*
*Setelah itu,,,
'Apa aku tanya Aisyah aja ya? Tapi, gimana? Ahh basa basi aja lah' Batin Siti.
"Aisyah, egh,, aku mau nanya boleh?"
"Tanya apa ti?" Tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Eumm,, tadi kamu kok bisa bareng sama Pak Firman?" Tanya Siti dengan hati-hati.
"Huft, jadi begini"
"Aku tadi, nyasar ti, aku tiba-tiba, ada di gudang. Disana, cahaya redup, terus aku ketakutan. Aku panggil 'Tolongg tolongg' gitu, tapi, enggak ada sahutan sama sekali. Akhirnya, aku tunggu orang datang tapi, aku malah ketiduran. Terus, aku dibangunin sama pegawai hotel ini. Akhirnya, aku dibawa deh ke kamarnya Pak Firman" Cerita Aisyah berbohong.
'Maafin aku ti, aku harua bohong' Batin Aisyah.
"Tapi, kok kamu bisa ganti pakaian gitu?" Tanya Siti.
"Soalnya, digudang itu berdebu terus kotor. Terus, aku dibawa ke kamar si pegawai, aku disuruh ganti baju disana" Ucap Aisyah. Siti hanya mengguk pelan mencerna perkataan Aisyah.
'Kayaknya, dia diancam sama Angeline' Batin Siti.
__ADS_1
"Yaudah, kita tidur yuk! Udah larut tuh! Besok kita kan mau foto-foto" Ucap Siti bersemangat. Semuanya mengangguk cepat dan berkata "Iya!". Karena, jam sudah menunjukkan pukul 23:30.
*
Kamar Ridho.
Semuanya tertidur. Tiba-tiba,
"Let's kill this love! Teng teng teng teng teng teng! Let's kill this love! Aye aye aye aye!!!" Itulah ucapan si Human ketika mengigau.
Oh iya, FYI (For You're Information), si Human itu ceritanya k-popers ya! Fanboys gitu dehhh, bias dia itu, jeni black pink. Kadang, kalo liat MV BP, dia itu enggak mau kelewatan liat MV baru. Apalagi kalo liat jeni balck pink yang dijadiin pacar halunya wkwk dia bakalan teriak-teriak enggak jelas terus lompat-lompatan. Belahan jiwanya alias si Iman enggak asing sama sikapnya si Human. Jadi, dia terbiasa gitu. Oke, back to cerita!
"Haduuhhh siapa sih yang teriak-teriak enggak jelas begitu?!" Protes Ridho.
"Ah elah! Kayak enggak tau aja! Siapa lagi kalo bukan Human!" Balas Iman dengan santai masih menutup matanya.
"Ck! Mimpi indah gua jadi tertunda!"
"Udah ah sambung tidur aja!"
Akhirnya, mereka tidur lagi dengan keadaan menutup telinga menggunakan bantal.
Wkwkw, kalo readers jadi temannya Human, bakal disumpel pake sapu, atau lanjut tidur kayak mereka 😂😂. Kalo author mah, mulutnya disumpel pake sapu awokwokwok.
*
Hari ini, hari terakhir bagi mereka. Mereka akan berangkat pulang nanti siang.
"Wooeee!!! Kita balik gayss!!!" Teriak Human yang suaranya melebihi toa masjid.
"Berisik"
"Aku tidak pedulii!!"
"Eh, kata Siti, kita diajakin buat foto-foto pafa mau enggak? Kalo mau, cepetan mandi sana!" Ucap Ridho.
"Mau lah!" Ucap semuanya.
"Yaudah sana mandi"
-Bersambung-
Sampe sini dulu gess
Jgn lupa like, coment, and vote! pai pai
__ADS_1