
Skip setelah 1 minggu melaksanakan PAS, para siswa merasa lega. Karena, pertempuran telah berakhir. Mereka tinggal menunggu hasil dan mereka berharap, mendapatkan hasil sesuai ekspetasi mereka.
##
Dirumah Angeline. Angeline merasa senang, karena setelah melaksanakan PAS selama 1 minggu, sang kepala sekolah mengusulkan untuk berlibur selama 2 minggu. Namun, kesenangannya hilang setelah mengingat beberapa kejadian yang menghantuinya. Mulai melihat sosok perempuan yang berdiri dibawah pohon lebat. Sosok itu hanya menundukkan kepalanya jika didekati, wajahnya terlihat hancur dicampur lumuran darah. Tidak hanya itu, ketika berjalan bersama Sisca, Momy Angeline, Angeline selalu bersikap aneh. Mulai untuk berhenti karena didepannya ada seseorang yang ingin menyebrang.
Belakangan ini Sisca merasa aneh dengan sikap Angeline. Semenjak hari ulang tahunnya sikap Angeline berubah menjadi anak yang selalu berdiam diri dan lebih suka menenggelamkan wajahnya.
Setelah mengingat-ingat, Angeline memutuskan untuk mengurung dirinya dikamar. Karena, jika dikamar hanya ada beberapa teman tak kasat mata yang bisa dilihat oleh Angeline.
"Angeline!" Teriak salah satu teman tak kasat matanya itu yang bernama Kevin.
"Ada apa Kevin?" Tanya Angeline sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Tidak hehe" Jawab Kevin sambil cengengesan. "Kita main yuk!" Lanjutnya yang dibalas anggukan oleh Angeline.
"Tapi, jangan keluar yah. Disini aja. Aku takut" Ucap Angeline sambil bergidik ngeri. Kevin tau sebabnya.
__ADS_1
Tiba-tiba,
"Angeline!" Seru beberapa teman tak kasat matanya lagi. Namun, kali ini perempuan. Mereka bernama Risa, Sarah, Windi dan Keysha.
Angeline menoleh ke sumber suara tersebut.
"Kita main yuk!" Ajak Risa lalu yang lainnya mengangguk.
"Yaudah ayuk. Kita juga mau main. Kita main bareng" Ucap Kevin.
"Eum, kalian" Ucap Angeline dengan hati-hati.
"Ada apa?" Jawab mereka serentak.
"Kenapa aku bisa melihat kalian? Tapi, Mom sama Dad tidak bisa melihat kalian" Tanya Angeline.
"Kita itu makhluk tak kasat mata lin, hanya manusia yang terpilih yang bisa melihat kami" Ucapan Kevin membuat Angeline tidak mengerti 100%.
__ADS_1
"Jadi begini, dulu, aku itu mau bepergian bersama keluargaku. Ditengah perjalanan rasanya agak aneh, tiba-tiba rem mobil keluargaku oleng terus kelur jalur. Lebih parahnya, mobil keluargaku jatuh kedasar jurang. Para tim mencari kurang lebih 1 minggu. Setelah ditemukan, aku, kakakku, dan ayahku tidak bisa diselamatkan. Sedangkan, bundaku dan adikku selamat. Aku dapat melihat jasadku mukaku terlihat hancur dengan banyak lumuran darah" Jelas Kevin dengan cerita singkatnya. Angeline menganga lalu menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Kita juga hampir seperti itu lin. Bahkan, beberapa bagian tubuhku hampir terlepas" Ucap Risa mengingat kejadian terakhirnya itu.
"Tapi, kenapa kalian terlihat bersih seperti manusia yang tidak mengalami kecelakaan?" Tanya Angeline.
"Kita ini arwah, jadi, kita terlihat bersih walau jasad kita dalam kondisi yang sangat parah" Jelas Kevin.
"Lin, kita bisa simpulkan, kalo kamu itu Indigo." Ucap Sarah dengan serius.
"In-indigo??!" Angeline sangat tidak percaya lalu menatap teman tak kasat matanya itu satu persatu. Semuanya mengangguk pelan.
"Tapi, mungkin dengan ini, kamu bisa membantu orang lain. Percayalah" Tutur Risa sambil mengelus bahu Angeline pelan.
**Ekekek mon maap ges, ini ga bakal pindah genre hanya memberikan bumbu horror dan misteri sedikit wkwk. Semoga suka yah.
-Bersambung**-
__ADS_1