
Hari ini, Angeline sedang duduk dan berdiam diri ditepi ranjangnya. Sembari mendengarkan lagu When She Loved Me yang dinyanyikan oleh Sarah McLachlan. Mungkin, lagu itu tengah mendominasi perasaanya.
When somebody loved me
(Ketika seseorang menyayangiku)
Everything was beautiful
(Segalanya menjadi indah)
Every hour spent together
(Setiap jam dilewatkan bersama)
Lives within my heart
(Tinggal di hatiku)
And when she was sad
(Dan ketika dia bersedih)
I was there to dry her tears
(Aku ada untuk mengusap air matanya)
And when was happy so was I
(Dan ketika dia bahagia, aku juga)
When she loved me
__ADS_1
(Ketika dia menyayangiku)
Itulah sepenggal lirik dari lagu tersebut.
Bagi Angeline, liriknya sangat menyentuh dan membuatnya mengingat seseorang. Siapa lagi kalau bukan Sang Kakak Tercinta? Yaitu---- Calista.
Sembari menyanyikan lagu tersebut dan menghayatinya. Diwaktu bersamaan, bulir bening jatuh membasahi pipi gadis itu. Mungkin, sekarang dia sedang dilanda kesedihan yang mendalam. Atau--- merindukan sang kakak?
"Kalo kakak masih ada disini, pasti kakak nemenin aku sekarang--- hikss," kata-kata itu sudah tidak dapat ia pendam lagi. Ingin rasanya semua orang mendengarkan kata hatinya itu. Bahwa, ia sedang merindukan seseorang. Bukan kekasih, bukan sahabat tetapi, seorang kakak.
"Hiks hiks---- tapi, sekarang aku bisa liat kakak," Angeline bermonolog sendiri.
"Kak?! Kakak dimana?! Kak!! Muncul kak!!!" Jeritnya. Suaranya kian menggema diseluruh penjuru ruangan itu.
Ya, Angeline ditinggalkan orang tuanya dirumahnya yang terbilang mewah dan besar. Dikarenakan, orang tuanya ada keperluan bisnis yang harus diselesaikan. Kini, Angeline hanya bertiga saja. Yaitu-- Angeline, Bi Inah sang pembantu dan Pak Joko seorang satpam yang berjaga diluar.
Walaupun begitu keras, tidak ada yang mendengar teriakan Angeline itu.
Tiba-tiba---
"Kak, Elin kangen," ucapnya ingin sekali ia memeluk kakaknya itu. Tetapi, itu mungkin tidak akan bisa.
Calista yang mendengar penuturan dari adiknya itu hanya tersenyum lalu duduk ditepi ranjang dekat Angeline.
"Kak!" Sapanya. Yang dipanggil pun langsung menyeritkan dahinya.
"Gimana kalo------ Eumhh," terbata-bata itulah yang ada didalam dirinya. Ia tidak tau apa respon dari mendiang kakaknya itu.
"Apa dek?" Calista mulai membuka suaranya.
"Eumhh --- tapi, Kakak jangan marah ya?" Tuturnya sambil membentuk huruf 'V'. Calista yang mendengarnya pun menyeritkan dahinya tapi tak urung ia menganggukkan kepalanya untuk mendengarkan kata kata dari adiknya itu.
__ADS_1
"Gimana kalo Elin susul kakak? Jadi kakak nggak sendiri gitu. Kakak disana pasti sendirian iya kan kak? Kalo ada aku nanti, jadi kakak ada temannya. Kakak ga sendiri lagi," ucapnya tanpa henti dengan satu tarikan nafas.
Calista pun tersentak kaget lalu berkata, "Buat apa dek? Kamu mau, buat Mom sama Dad tambah sedih? Kalo kamu susul kakak, kamu bikin Mom sama Dad sedih lagi. Kamu mau itu? Pastinya nggak kan? Lebih baik, kamu disini aja kamu tinggal disini sama Mom dan Dad. Ingat, masa depan kamu itu masih panjang lhoo," jelasnya dengan tulus.
"Tapi, aku kalo disini itu sendirian kak! Aku kesepian! Aku nggak ada teman!" Angeline tetap keukeuh untuk menyusul mendiang kakak-Nya itu.
"Kata siapa kamu sendiri?" Angeline yang mendengarnya menyeritkan dahinya.
"Kamu masih ingat nggak? Waktu 2 tahun yang lalu, kita nyanyi bareng?" Tambah Calista. Angeline pun mengingat ingat kejadian itu.
"But you are not alone
I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
You are not alone" Calista memberikan Reff dari lagu tersebut. Lagu tersebut berjudulkan "You're Not Alone" Yang dibawakan oleh Michlle Jackson.
Angeline memejamkan matanya berusaha untuk mengingat.
Dan----- Angeline pun mengingat itu.
"Emangnya maksud kakak apa?" Tanya Angeline. Bagi Calista, Angeline adalah adik kecilnya. Tetapi, adik kecilnya itu kini tumbuh menjadi anak SMP yang cantik. Namun, sifat dinginnya kepada orang lain membuat Angeline seperti gadis anti-sosial.
"Kamu itu nggak sendiri. You're Not Alone. Kakak selalu ada disini---- dihatimu. Jadi, jangan merasa kesepian. Kamu ingat ini, banyak tau orang orang diluar sana yang lebih kesepian daripada kamu. Kamu masih beruntung, kamu kan masih ada Mom sama Dad. Dan, kalo kamu mau ketemu kakak, kamu bisa liat photo kakak itu," jelasnya lalu menunjukkan photo yang sengaja Angeline pajang dikamarnya.
"Jadi, kamu itu nggak sendiri. Coba kamu buka hati kamu. Masih ada lagi tau yang mau nemenin kamu," timpalnya lagi.
"Begitu kak?" Ucapnya polos. Calista menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kamu pasti bisa," Calista menyemangati adik kecilnya itu. Perlahan Angeline ingin menggeleng tapi, tak urung dia pun mengangguk kepalanya lesu.
-Bersambung-