
Setelah acara gaplok-gaplokan selesai yang diakhiri oleh Siti sebagai si pelerai acara tadi. Soalnya, kalo masih berlanjut sampe lebaran king-kong juga ga bakal berhenti tuh. Ekekek.
Setelah itu, Ridho dan teman-teman seperjuangannya pun pamit undur diri untuk pulang. Tapi tenang, nanti balik lagi kok ehehe.
****
Disaat Siti sedang keluar dengan alasan mau beli cemilan emang benar sih dia mau beli cemilan diminimarket dekat Rumah Sakit Aisyah dirawat. Tiba-tiba, Siti melihat para tim medis yang terlihat sangat terburu-buru sambil membawa ranjang Rumah Sakit menuju ruang UGD.
Alangkah terkejutnya! Siti melihat pasien tersebut sangat mirip dengan Angeline. Siti melihat mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki, ternyata benar itu adalah Angeline. Tanpa berlama-lama, Siti langsung berlari kearah minimarket yang berada tidak jauh dari situ. Untuk apalagi selain ingin beli cemilan?
Setelah Siti selesai menunaikan hajatnya, Siti langsung berlari menuju ruang Aisyah dirawat.
'Ceklek' Pintu terbuka oleh Siti.
"Aisyah! Aisyah!" Celetuk Siti dengan nafas tersengal-sengal ketika masuk dan langsung duduk disamping ranjang Rumah Sakit.
"Ada apa? Kenapa?" Aisyah langsung penasaran.
"Angeline! Angeline!" Ucap Siti lagi dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
"Kenapa?! Angeline kenapa?!" Tanya Aisyah yang semakin penasaran.
Siti pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan untuk menetralisirkan nafasnya.
__ADS_1
"Tadi waktu aku mau ke minimarket, aku liat tim medis bawa ranjang Rumah Sakit. Nah, aku liat pasiennya itu mirip Angeline tapi cuma sekilas doang terus aku penasaran banget akhirnya aku liat dia dari ujung kepala hingga ujung kaki."
"Ternyata itu emang benar Angeline! Aku nggak tau penyebab dia kecelakaan gimana. Aku liat sih, dikepalanya kayak luka besar gitu." Jelas Siti panjang lebar. Aisyah pun sontak kaget.
"Kamu nggak bohong kan?!" Pekik Aisyah dengan wajah terkejut.
Siti pun menggeleng pelan dan berkata, "Nggak Syah! Aku nggak bohong! Ini beneran!"
Entah kenapa hati Aisyah seakan teriris mendengar kabar tersebut.
****
'Kringg kringg!!!' Ponsel Sisca berdering.
"Elin?! Kamu ada dimana?!" Ketika mengangkat telfon tersebut, Sisca langsung menanyakan keberadaan anak bungsunya.
"Maaf, apa benar ini pihak keluarga dari ananda Angeline?" Tanya seseorang tersebut yang ternyata adalah suster yang menangani Angeline.
"I-iya benar. Saya Ibunya. Ini siapa ya?" Tanya Sisca dengan raut keheranan.
"Kami pihak dari Rumah Sakit Keluarga. Anak Ibu mengalami kecelakaan mobil dan sedang ditangani oleh dokter sekarang." Jelas Suster tersebut dari balik telfon.
"APA?!!!!" Pekik Sisca.
__ADS_1
"Sekarang anak saya ada dimana?!" Tanya Sisca dengan nada yang meninggi.
"Anak Ibu sedang berada diruang UGD dan sedang diperiksa oleh dokter." Jawab Suster tersebut dari balik telfon.
"Ba-baik! Saya segera kesana!!" Ucap Sisca lalu mematikan telfon sepihak.
"DADDY!! DADDY!!!" Pekik Sisca hingga kepenjuru ruangan.
"Ada apa?"
"Angeline Dad! Angeline!" Tiba-tiba bulir bening keluar dari pelupuk mata Sisca.
"Ada apa??" Micheel pun terheran-heran.
"Angeline --hiks--- Angeline kecelakaan --hiks hiks---" Ucap Sisca. Micheel pun terkejut setangah mati.
Sisca langsung memberitahu Micheel Rumah Sakit dimana putri bungsunya diperiksa. Mereka berdua tidak ingin kehilangan putri satu-satunya.
Sesampainya di Rumah Sakit, mereka berdua langsung menanyakan keberadaan putrinya yang ternyata masih berada diruang UGD.
Hai ^^ maaf nih kalo misalkan ceritanya kurang feel gitu. Mungkin, dengan bantuan kalian ceritanya bakal ada feel nya ehehehe. Kalian bisa ngebantu dengan cara Like, Comment, dan Vote sebanyak-banyaknya. Hampir dipenghujung episose nih ehhe. Makasih buat kalian yang masih setia sama novel ini. ^^
-Bersambung-
__ADS_1