Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 23. Aku terjebak!!!


__ADS_3

Walaupun aku merasa curiga, aku tidak boleh berprasangka buruk dengannya.


"Iya, pagi juga. Hehe" Ucapku dengan senyum canggung.


"Hmmm bagus deh. Aku balik dulu ya. Jangan sia-siain. Bye!" Balas Angeline sambil melambaikan tangannya.


Semua yang melihat tampak kebingungan dan heran.


"Siap-siap lu syah!" Gumamnya sambil tersenyum jahat.


Setelah kami sarapan, kami langsung berangkat ke museum geologi.


Kami sangat tidak sabar, didalam bus, kami berbincang dengan teman sebangku. Begitu juga denganku, aku mengobrol dengan Siti dan Ridho serta Zahra dan Fatimah.


Ditengah perbincangan, Siti berbicara kepadaku,


"Eh, syah. Kamu ngerasa aneh enggak sama sikap Angeline tadi?" Ucapnya sambil mengecilkan suaranya ditengah perkataan.


"Maksudnya? Kita jangan prasangka buruk sama orang. Nanti kalo kita yang kena, gimana? Kita yang rugi kan?" Jawabku. Sebenarnya, aku merasa curiga juga dengan Angeline. Tapi, aku tetap positive thingking.


"Tapi syahh, kita jangan terlalu berlebihan. Yasudah, terserah kamu. Tapi, nanti kamu kalo mau kemana-mana, harus ijin ya! Kemana-mana harus bareng sama aku. Okey?" Ucap Siti


"Baik bos!" Balasku sambil bersikap hormat.


Setelah sampai dimuseum geologi, kami semua langsung turun dengan tertib. Dan langsung baris rapi lalu masuk kedalam museum.


Didalam, kami disuguhkan dengan berbagai objek zaman purba. Para pegawai yang ada, mereka menjelaskan berbagai objek tersebut.


Kami menulis apa yang dijelaskan oleh pegawai tersebut.


"Gua harus ngelakuin diwaktu yang tepat. Jangan sekarang"


"Tapi kapan? Pikir ayo pikir!!"


"Gimana kalo nanti aja pas istirahat? Nah! Iya! Pandai kau! Hahah" Batin Angeline sambil senyum-senyum.


Setelah kami semua dijelaskan, kami disuruh beristirahat disebuah aula museum tersebut.


Ditengah peristirahatan, kami bercanda ria.


Kami bercanda sampai terdengar oleh guru.


"Wah wah wah, ada apa ini? Kayaknya seru" Ucap guru perempuan


"Oohh ini bu hahaha Ridho dia lucu banget hahaahahahah" Jawab Siti sambil tertawa


"Iya bu, Ridho lucu banget. Katanya, Penyanyi luar negeri apa yang bisa naik sepeda?" Ucap Siti


"Apa emangnya?" Jawab guru perempuan


"Kata Ridho bu, Selena Gowes hahahhah" Ucap Siti sambil tertawa lepas. Kami semua tertawa mendengarnya.


"Terus, gini bu. Pernah dengar cerita jemaah di Masjid Agung Banten?" Lanjut Siti

__ADS_1


"Apa itu?" Jawab guru perempuan


"Katanya mereka di Serang HAHAAHAAHA" Ucap Siti tertawa lepas sampai terdengar oleh orang lain.


"Kalian ini, adaaaa ajaaa" Jawab guru perempuan menahan tawanya.


Setelah lama kami berbincang-bincang, tiba-tiba aku ingin ketoilet.


"Siti! Aku mau ke toilet! Anterin aku ya!" Ucapku berteriak karna tidak tahan lagi


"Iya, iya sebentar" Balas Siti


Angeline yang mendengar, langsung melancarkan rencana jahatnya itu.


"Saatnya"


"Halo, lu lagi dimana?"


"Sekarang, lu cepet ke toilet. Lu tau kan? Apa yang harus lu lakuin?"


"Oke, good. Upahnya, udah gua transfer"


"Oke, bye." Ucap Angeline ditelfon sambil tersenyum jahat.


"Saatnya akan tiba Aisyahhh" Gumam Angeline.


"Iya, ayok!" Ucap Siti. Ketika ingin pergi ke toilet, Siti dipanggil oleh guru untuk membantunya.


"Siti, kamu mau kemana?" Ucap guru lelaki tersebut.


"Ooh, toiletnya rame kok, kamu bantuin bapak sebentar ya. Aisyah, kamu enggak apa-apa kan? Ke toiletnya sendiri? Siti harus bantuin bapak" Jelas Guru tersebut


"Euumm,, iya pak. Enggak apa-apa kok." Jawabku langsung berlari ke arah toilet.


Sesampainya di toilet, keadaannya sangat sepi. Aku memberanikan diri untuk masuk karna tidak tahan lagi.


"Huhh,, sepi banget. Udah lah. Enggak tahan lagiiiii!!!" Ucapku sendiri langsung masuk ke dalam toilet.


"Apa itu dia? Sebentar"


"Iya benar. Itu dia. Tapi, rasanya aku enggak tega. Apa boleh buat? Resikonya besar. Yasudah lah"


"Huhh akhirnya,,," Ucapku ketika keluar dari toliet dan hendak mencuci tangan.


Tiba-tiba ada orang yang membekapku dan membawaku masuk kedalam toilet. Sampai akhirnya aku tak sadarkan diri.


"Selesai juga!"


"Halo bos, udah beres semuanya. Dia pingsan didalam toilet."


"Keadaannya mendukung, sepi!" Ucap seseorang itu didalam telfon.


"Kerja lu bagus juga!"

__ADS_1


"Uangnya udah gua transfer ya. 10jt kan? Kalo begitu, gua mau lanjut lagi. Gua mau ngerayain pesta hahaha" Ucap Angeline dalam telfon.


Setengah jam berlalu,


"Ayo anak-anak, kita kembali ke hotel" Ucap pak Firman.


Siti terlihat kebingungan.


"Ti, kenapa?" Tanya Ridho keheranan


"Ini dho, daritadi Aisyah belum keluar dari kamar mandi. Aku ada firasat enggak enak" Jawab Siti cemas


"Hmm yaudah, aku lapor ke pak Firman ya" Ucap Ridho menenangkan


"Iya dho, makasih" Balas Siti sambil tersenyum. Ridho pun membalas senyuman Siti.


Akhirnya, semua berpencar mencari Aisyah tapi hasilnya nihil. Hingga mereka merasa putus asa dan menyesal karna tidak bisa menemukan Aisyah.


Tiba-tiba, ada salah satu yang mengusulkan untuk melihat ke kamera CCTV. Pak Firman dan yang lainnya setuju dan pergi ke ruangan


CCTV. Pak Firman meminta pegawai tersebut untuk memutarkan video setengah jam yang lalu di toilet. Beruntungnya mereka! Mereka melihat ada seseorang yang membekap perempuan memakai jilbab dan memasukkannya ke dalam toilet.


Akhirnya, Pak Firman dan yang lainnya langsung berlari ke toilet dan menemukan Aisyah yang terlihat lemas dan tak berdaya.


Mereka membawaku keluar dan langsung membantuku.


Angeline yang melihatnya, tampak kesal dan langsung pergi.


"Aisyah, kamu enggak apa-apa kan? Maafin aku yah" Ucap Siti


"Iya, aku enggak apa-apa. Bukan salah kamu kok." Balasku sambil tersenyum.


"Aisyah, siapa yang bikin kamu kayak gini?" Tanya Ridho


"Aku enggak tau, tadinya waktu aku mau cuci tangan, tiba-tiba ada orang yang bekap aku terus ngunci aku didalam toilet. Abis itu aku enggak tau lagi" Jawabku jujur


"Atau jangan-jangan, ini semua ulah Angeline?" Ucap Ridho curiga


"Tapi, kalo emang itu Angeline, apa kamu kenal sama mukanya syah?" Tanya Siti sambil mengangkat satu alisnya


"Enggak, aku enggak tau mukanya. Mukanya asing banget" Balasku


"Tapi kan bisa jadi dia nyuruh orang. Kamu tau kan siapa Angeline itu? Apapun yang dia mau, pasti akan terkabulkan" Ucap Ridho serius.


Aku dan Siti hanya dian dan mengangguk mengerti.


Pak Firman mendengarkan pembicaraan kami, dan tampak kebingungan mengapa mereka bisa mencurigai Angeline?


-**Bersambung-


dont forget to like+coment positive


vote nya jgn lupa yaa ><

__ADS_1


nb: bab ini emang sengaja agak banyak**.


__ADS_2