Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 36. Who Exactly is Angeline?


__ADS_3

Keesokkan harinya,,


"Huahhhh" Angeline menggeliatkan tubuhnya. Ia merasa masih ngantuk, namun, waktu tidak dapat diberhentikan.


"Eh, apa ini?" Ucap Angeline ketika duduk ditepi ranjang.


Surat tersebut berisi.


"Elin, ini surat dari kakak mu, Calista. Kakak cuma mau, kamu ingat pesan kakak. Kakak mohon ngel, please. Kakak mau kamu seperti dulu lagi. Menurut kakak, ini mungkin gampang. Tapi, entahlah bagaimana menurutmu. Kamu harus berusaha mengubah sikapmu itu. Please ngel please. -By: Calista."


Ya, seperti itulah isinya.


"Apa ini?!"


"Enggak, enggak mungkin!!! Ini mimpi kan?!" Ucap Angeline. Angeline pun mencubit tubuhnya dan 'Auwww'.


"Enggak! Ini enggak mungkin!!!" Ucap Angeline dengan sedikit berteriak.


"Hiks, kenapa?! KENAPA?! KENAPA SEMUANYA TERJADI KEPADAKU?! KENAPA HAH? KENAPAA?!!!" Teriak Angeline. Suara Angeline terdengar sampai kamar Momynya. Spontan Sisca menuju kamar Angeline dan masuk.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Sisca. Angeline hanya diam dan menangis.


Sisca melihat selembar kertas dan mengambilnya. Lalu, membaca isi surat tersebut. Sontak Sisca kaget karena melihat isi surat tersebut tertara nama mendiang anak sulungnya itu.


"Astaga! Ada apa ini?? Apa kamu tidak tenang berada disana? Ada pesan apa yang ingin kamu sampaikan nak?" Batin Sisca.

__ADS_1


"Sayang, kamu lebih baik mandi yah. Mom tau kok. Mom tunggu disini. Kamu mandi yah. Nanti mom antar kamu. Yah?" Ucap Sisca menenangkan Angeline. Sisca langsung memeluk Angeline. Angeline hanya menangis terisak-isak.


Setelah itu,,


"Sayang, dimakan dong. Nasinya jangan dimainin" Ucap Sisca yang melihat Angeline hanya memainkan nasinya.


"Aku enggak nafsu makan mom" Balas Angeline dengan nada yang samar-samar.


"Yaudah, kamu minum aja susunya yah. Setelah itu, kita berangkat sekolah" Ucap Sisca. Angeline hanya mengangguk sebagai responnya.


30 Menit kemudian.


"Oh ya, besok kan weekend nih, kita jalan-jalan yuk. Kamu mau enggak?" Ucap Sisca sambil fokus menyetir.


"Hmmm boleh mom. Kemana?" Tanya Angeline.


Tanpa aba-aba, Sisca menyalakan lagu kesukaan Angeline.


"Ini lagu favorit kamu kan sayang?" Tanya Sisca.


"Haha iya mom. Mom ingat aja" Balas Angeline sambil tertawa kecil.


"Aku senang, jika kamu senang" Batin Sisca.


Sesampainya disekolah,

__ADS_1


"Nah, udah sampai. Kamu jangan nakal-nakal ya. Ingat, besok kita mau ke mall. Jadi, kamu jangan nakal-nakal" Ucap Sisca.


"Emangnya kenapa sih mom?" Tanya Angeline dengan puppy eyesnya.


"Yaudah kalo gitu, enggak jadi" Balas Sisca.


"Ah iya mom. Iya, elin janji, elin enggak buat ulah!" Seru Angeline sambil mengangkat yelapak tangannya. Sisca hanya tertawa kecil melihay tingkah putrinya itu.


"Yaudah bye. Mom berangkat dulu ya" Ucap Sisca. Angeline hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum. Sisca pun membalasnya dari kaca mobil.


Semua yang melihat Angeline hanya kebingungan. Baru kali ini, mereka melihat Ratu Psikopat menebarkan senyumnya. Ada apa ini?! Mungkin, kata itulah yang ada dibenak mereka.


"Ngel? Lu sehat?" Tanya Human tanpa basa basi.


"Iya gua sehat. Kenapa? Gara-gara gua senyum-senyum gitu? Masalah apa?!" Tanya Angeline judes. Human hanya menggelengkan kepalanya sambil cengar-cengir bagaikan kuda. Lalu, Human pergi begitu saja. Angeline kembali melanjutkan aktivitasnya yaitu mendengarkan lagu lewat headseet.


Kerja lembur bagai quda.


Sampai lupa orang tua.


Oh hati terasa durhaka.


Apa daya dipalak q preman.


Apa lagi ya??

__ADS_1


Author lupa wkwk


-Bersambung-


__ADS_2