Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Teman Angeline.


__ADS_3

Keesokan harinya.....


Disekolah 06.45


"Selamat pagi semua!" Sapa Angeline ketika masuk kedalam kelas yang ternyata sudah ramai dari tadi.


Semua yang ada disana sangat terheran-heran. Karena,


"Lin, kok lo nggak pake tongkat?"


"Iya. Nanti kalo lo kenapa-napa gimana?"


"Itu, serius lo nggak pake tongkat? Lo udah sembuh?"


Ya, itulah pertanyaan yang dilontarkan oleh semua murid kelas 7'2. Mereka sangat heran! Sangat! Angeline tidak pakai tongkat? Kenapa?


"Hehe. Kalian semua nggak usah heran gitu lah! Sekarang, gue udah sembuh! Ya walaupun jalannya masih agak kaku. Tapi, kata Dokter pribadi gue, dia bilang sih gue udah bisa jalan tanpa tongkat." Jelas Angeline dengan tenang.


"Ooh gitu toh. Wihh selamat yo! Lo udah berubah banyak tau nggak! Dulu tuh, lo sikapnya dinginn banget eh sekarang jadi meleleh gini. Kutub yang sudah lama membeku akhirnya mencair ges!" Celetuk Human yang kelihatan takjub dengan perubahan Angeline yang sangat drastis ini.


"Iya makasih. Tapi, kayaknya gue nggak kutub banget sih. Sikap gue nggak dingin-dingin amat. Lo nya aja kali yang ngerasa kayak gitu." Balas Angeline dengan tenang tanpa menyadari sikapnya selama ini. Lah? Lo kan dari dulu emang begitu? Dingin, nggak mau bergaul. Aneh -_


"Masa sih?" Celetuk Human lagi.


"Seterah." Balas Angeline sembari mengangkat bahunya.


"Eh, iya! Aisyah kemana? Sama Siti?" Sambungnya sembari cecelingukan.

__ADS_1


Human pun mengangkat bahunya dan berkata, "Nggak tau. Paling juga ada ditaman belakang sekolah. Tapi kan ini udah mau bel dikit lagi."


Angeline hanya ber-oh ria. Lalu, ia pergi ke tempat duduknya setelah itu mengeluarkan buku-buku pelajaran.


Tidak lama kemudian dan bersamaan dengan bel berbunyi. Aisyah dan Siti masuk ke kelas.


"Hai Syah! Ti!" Sapa Angeline seraya melambaikan tangannya.


Aisyah dan Siti pun membalasnya dengan lambaian tangan juga.


"Lho? Kok kamu nggak bawa tongkat kamu? Tongkat kamu kenapa? Rusak? Atau hilang?" Siti langsung memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi kepada Angeline.


"Hahaha. Nggak. Kata Dokter pribadi aku, aku udah bisa jalan tanpa tongkat. Walaupun jalannya masih agak kaku sih." Jawab Angeline sambil tertawa renyah.


"Owalah gitu. Ciee udah sembuh."


"Hehe makasih Ti!"


"Okee!" Jawab Siti dan Angeline bersamaan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Istirahat.


"Syah, makasih ya! Berkat kamu, aku jadi betubah gini! Keluarga aku juga senanggg bangettt!!" Ucap Angeline sambil tersenyum manis.


"Sama-sama. Ini semua berkat do'a kita! Iya kan?" Balas Aisyah dan meminta pendapat Angeline dan Siti.


Angeline dan Siti pun mengangguk secara bersamaan.


"Halo!" Tiba-tiba Ridho datang dan menyapa mereka semua.


"Aku tuh, nggak nyangka tau! Ternyata Angeline bisa berubah drastis kayak gini. Ckckck salut aku tuh!" Ucapnya sembari berdecak kagum.


"Nggak ada yang nggak mungkin. Kalo belum dicoba, gimana mau tau hasilnya?" Sahut Aisyah.


"Iya bener. Awalnya sih, aku takut Aisyah kenapa-napa. Eh, ternyata kayak gini." Sambung Siti dengan cengiran lebarnya.


"Aku eumm minta maaf buat kalian semua. Aku minta maaf atas semua kesalahan aku." Ucap Angeline sambil menundukkan kepalanya.


"Oh iya! Kalian tau nggak?" Sambungnya lagi.


"Apa tuh?"


"Sebenarnya, aku itu Indigo. Semenjak perayaan ulang tahun itu, aku jadi bisa lihat makhluk halus. Dan, aku punya teman. Dia suka ngobrol-ngobrol sama aku kalo aku kesepian dirumah." Cerita Angeline dengan antusias. Sedangkan, yang mendengar hanya berdiam dan mencerna perkataan Angeline.

__ADS_1


"Serius? Aku penasaran. Tapi, kita bisa lihat mereka nggak ya?" Celetuk Siti sambil membayangkan bermain dengan makhluk halus.


"Kapan-kapan, aku ajak kalian buat ketemu mereka! Mereka baik-baik kok! Ada yang umurnya 6 tahun pula!" Balas Angeline hingga membuat jiwa penasaran mereka semua terkobar-kobar.


__ADS_2