Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 31. Pulang pulangg


__ADS_3

Masih dikamar Ridho.


Setelah mandi, mereka langsung mengemas barang-barangnya.


"Uwuw bantalnya enak banget tau! Dibawa yak! Gampang, nanti gua izin sama pemiliknya" Ucap Human dengan santainya.


"Oh iya! Ni bantal sama gua, gua namain markonah" Sambung Human. Yang mendengar hanya diam dan rasanya sudah lelah mempunyai teman yang sengklek.


"Bantal lu dinamain? Gulingnya dinamain kagak?" Tanya belahan jiwa Human siapa lagi kalo bukan Iman? Awokwokwokwok.


"Iya, gulingnya gua namain, namanya julaekha" Jawab Human. Semuanya hanya tepok jidat dan ingin rasanya menggigit meja!


*


"Weh, udah pada selesai belum? Gua udahan dong" Ucap Human sambil menseleting tasnya.


"Cepat amat lu man?! Lu kagak bawa kantong ajaib kan?! Biasanya kan, lu yang paling lama" Sahut Iman.


"Iyalah! Kan gua pake jurus naruto" Balasnya dengan bangga. Iman hanya mengangguk pelan.


*


"Yuk! Kita keluar! Enggak ada yang ketinggalan kan?" Tanya Ridho memastikan. Semuanya menggeleng dan seraya berkata "Tidakk kaka" dengan kompak.


"Oke! Kuy!"


Mereka semua pergi meninggalkan kamar hotel.


POV AISYAH, SITI, FATIMAH & ZAHRA


"Yuk! Udahan kan?" Tanya Siti.


"Sabar Siti,, dikit lagi inii" Jawab Aisyah yang masih sibuk merapikan pakaian kotornya. Siti hanya memutar bola matanya malas dan berkata,


"Ayo cepetan! Aku hitung nih! Satu. Dua. Dua setengah. Tiga. Tiga setengah. Empat. Empat set-" Belum sempurna Siti menghitung, Aisyah langsung berkata,


"Iya, iya udah!!"


"Oke! Ayo kita berangkat!" Ucap Siti dengan semangat 45.


"Hah? Berangkat? Kan baru jam 7:15" Ucap Aisyah, Fatimah dan Zahra berbarengan.


"Iya iya. Keluar maksudnya" Balas Siti langsung berjalan kearah pintu.


"Oke!" Ucap Aisyah sambil menggabungkan ibu jarinya dengan jari telunjuknya yang menandakan tanda 'Oke'.


POV ANGELINE DAN TEMAN-TEMANNYA


"Ayo woy! GC! Nanti telat!" Teriak salah satu teman satu kamar Angeline. Yang lain hanya santai sambil merapikan barang-barangnya.


"Sabar napa! Udah sih, santai aja!"


"Iya, ngapain buru-buru amat?"


"Hooh, baru jam segini"


"Weh, ngel, lu kenapa? Bengong mulu dari tadi?" Tanya Kiki sambil memasukkan baju kotornya kedalam tasnya.

__ADS_1


"Eh, eng-enggak. Gua enggak kenapa-napa kok" Angeline tiba-tiba tersadar dari lamunannya.


"Jangan bengong, awas lu! Nanti kesambet dedemit. Wkwkwk" Ucap Kiki sambil tertawa.


"Apaan sih lu!" Balas Angeline kesal dan langsung melemparkan bantal kearah Kiki.


"Hahhah, ya maap, kan cuma bercanda" Ucap Kiki. Angeline hanya cemberut dan memutar bola matanya malas.


*


Ketika semua sudah kumpul direstaurant untuk sarapan, mereka masih berbincang ria dengan temannya.


"Anak-anak, hari ini merupakan hari terakhir kita melaksanakan Study Tour disini. Kira-kira, apakah pelajaran yang bisa kalian ambil?" Tanya Pak Firman.


"Pakk!!!!" Ucap Human sambil mengangkat tangannya.


"Ya Human?"


"Saya ada pak! Pelajarannya, selalu membaca do'a sebelum makan" Ucapnya dengan suara yang lantang. Semua yang memdengar hanya tepok jidat dan geleng-geleng kepala.


"Kamu ini, kebiasaan" Ucap Pak Firman menggelengkan kepalanya.


"Kita semua butuh hiburan pak. Supaya enggak jenuh" Balas Human bangga. Pak Firman hanya mendengus kesal karena, mendapatkan murid yang sengklek sejenis Human. Dia berharap, semoga tidak mendapatkan murid yang sengklek sejenis Human.


*


Setelah sarapan, para murid diperbolehkan untuk berkeliling dihotel dan berkumpul kembali di lobby hotel untuk berpamitan kepada pihak hotel.


"Eh, kita jadi foto-foto enggak?" Tanya Ridho


"Iyalah, jadi. Tunggu yang lain" Balas Siti.


"Euumm boleh. Iya kan syah?" Ucap Siti, lalu meminta Aisyah untuk berpendapat.


"Hmm" Respon Aisyah.


Ridho langsung pergi untuk memanggil yang lainnya.


*


Setelah semuanya setuju untuk berfoto-foto, begitu juga para guru. Mereka semuapun berfoto dengan bahagia. Katanya, untuk membuat kenang-kenangan disana. Wkkwk bisa aja ya?


Setelah berfoto-foto, mereka semua berpamitan kepada pihak hotel.


*


Didalam bus, ada yang makan camilan, ada yang tertidur, ada yang mengobrol, dan ada juga yang berfoto ria.


"Aisyah, kalo ada Study Tour lagi, kamu mau ikut lagi enggak?" Tanya Siti.


"Hmm iya. Boleh" Jawab Aisyah sambil mengangguk.


'Walaupun aku trauma sama kejadian semalam' Batin Aisyah.


*


POV ANGELINE

__ADS_1


'Disekolah nanti, gua harus bully dia lagi! Gua belum puas sama sekali!'


'Pokoknya, gua harus ngebully dia lagi! Harus!'


'Ayo Angeline, pikir!' Batin Angeline.


'Tapi, kenapa gua masih kepikiran sama mimpi gua?'


'Gua, ketemu sama seseorang yang enggak gua kenal.


#Mimpi Angeline#


Ada seorang perempuan menghampirinya dan berkata,


"Angeline, ku mohon, berubahlah seperti dulu lagi. Aku mau kamu yang dulu. Baik hati, ramah, sopan, dan tidak memandang status seseorang"


"Hah? Lu? Lu siapa?!" Tanya Angeline.


"Ini aku, kakak kamu. Aku Calista" Jawabnya.


"Hah? Kakak? Enggak, gua enggak percaya. Lu bukan Calista kan? Muka lu aja beda banget" Protes Angeline.


"Ini aku ngel, ini kakak"


"Lihat ini" Ucap Perempuan itu menunjukkan tanda lahirnya.


"Tanda lahir dileher dan tangan? Kak Calista punya tanda lahir disitu." Ucap Angeline tidak percaya.


"Kakak tau, kamu enggak percaya. Tapi, kakak ada pesan buat kamu" Ucapnya


"Apa itu?" Tanya Angeline.


"Kakak minta, kamu harus berhenti membully Aisyah. Kakak tau, dia itu anak yang baik. Dia ingin berteman denganmu. Tolong jalankan pesan kakak. Kakak mohon" Ucapnya sambil memegang tangan Angeline.


"Tapi, kan kak-" Ucapan Angeline tiba-tiba terpotong oleh Calista.


"Tapi kamu membencinya? Iya? Kamu bisa kan, lihat dia. Dia sangat baik kepadamu" Ucapnya. Angeline hanya menunduk.


"Kakak tolong, hilangkan perasaan buruk itu dari dirimu. Kakak mohon ngel. Kakak mohon" Lanjutnya.


"Tolong jalankan keinginan kakak yah" Lanjutnya lagi. Tiba-tiba, Calista hilang dari hadapan Angeline.


"Kak?! Kakak!! Kakak kenapa hilang?!"


Tiba-tiba, "Kakak!!!"


"Hah? Mimpi?"


#


'Gua masih belum paham sama ucapan kak Calista. Tapi, apa itu benar kak Calista?' Batin Angeline.


#


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, akhirnya, mereka sampai. Mereka disarankan untuk berkummpul diaula sekolah.


Setelah itu, mereka diperbolehkan untuk pulang kerumah masing-masing.

__ADS_1


Aisyah melihat didepan gerbang sekolahnya, terdapat papanya yang menjemputnya menggunakan mobil. Aisyah langsung menghampirinya dan masuk kedalam mobil.


-Bersambung-


__ADS_2