
Masih disuasana yang sama.
Semua tampak kaget begitupun dengan Sisca dan Michelle orang tua Angeline.
"Sayang! Bangun! Kamu kenapa?! Kamu enggak bercanda kan?!" Ucap Sisca sambil menggoyang-goyangkan tubuh Angeline. Namun hasilnya nihil Angeline masih setia menutup matanya.
"Mom, Dad bawa Angeline ke kamarnya aja yah. Mungkin dia butuh istirahat" Ucap Michelle lalu langsung dibalas anggukan singkat oleh Sisca. Michelle langsung menggensong Angeline ala Bridal Style dan membawanya ke kamar Angeline.
"Eh, kalian makan dulu makanannya yah. Mungkin, Elin kecapekkan. Soalnya tadi dia semangat banget hehe. Maaf ya anak-anak" Ucap Sisca.
"Iya tante, enggak apa-apa kok" Ucap Siti sambil tersenyum.
"Hehe. Yaudah dimakan ini kuenya" Ujar Sisca. Tiba-tiba, perhatian Sisca mengarah pada Aisyah yang terlihat berbeda dengan temannya yang lain. Aisyah memakai gamis syar'i berwarna hitam dibalut dengan jilbab instan syar'i yang berwarna senada dengan gamismya serta tidak pula memakai Niqabnya yang berwarna hitam pula.
"Nak, nama kamu siapa?" Tanya Sisca kepada Aisyah.
"Nama saya Aisyah tante" Jawab Aisyah dengan tersenyum yang terlihat dari matanya.
"Namanya indah, seperti orangnya" Ujar Sisca. Aisyah terkekeh mendengarnya.
__ADS_1
"Syah, tante boleh minta tolong?" Ucap Sisca. Lalu dibalas anggukan singkat dari Aisyah.
"Tante tolong, kamu mau yah jadi temannya Elin. Tante udah bukuk Elin, tapi tetap aja. Elin maunya menyendiri mulu. Tante enggak mau Elin kayak begitu. Sikapnya berubah drastis semenjak kepergian mendiang kakaknya" Ucap Sisca dengan ada bergetar diakhir kalimat.
"Aisyah mau kok tan! Aisyah bakal merubah sikap Angeline seperti dulu lagi" Ujar Aisyah dengan semangat membara. Hal itu membuat Sisca senang dan memeluk Aisyah sambil berkata.
"Makasih ya Aisyah. Tante senang banget ada yang mau temenan sama Elin. Sekali lagi makasih ya Aisyah" Ucap Sisca dengan terisak. Aisyah pun membalas pelukan Sisca. Semua mata tertuju pada mereka berdua.
Terlihat dari mereka nampak kagum. Karena, Aisyah ingin berteman dengan Angeline apa adanya. Walaupun, Angeline pernah berbuat jahat kepadanya dan mempunyai rencana jahatnya. Menurut Aisyah, pertemanan sesungguhnya tidak memandang fisik, harta, tahta, jabatan, atauapun agama bahkan SARA. Baginya, yang paling penting dalam pertemanan yaitu hubungannya. Jika baik, maka pertahankan. Jika buruk, maka ubahlah hubungan itu untuk kembali seperti semula.
##
#Dikamar Angeline.
"Eghhh" Erang Angeline dan ingin mengubah posisinya menjadi duduk.
"Au!" Angeline merasa pusing dan sakit kepala. Namun, ia tetap ingin duduk.
Tiba-tiba, Angeline melihat kakaknya sedang berdiri dihadapannya. Ia merasa tidak percaya, refleks ia langsung mencubit pipinya dan "Auw!" Ini benar! Ini nyata! Kenapa ia bisa melihat mendiang kakaknya yang sudah berpindah ke alam lain?
__ADS_1
"Happy birthday Elin!" Ucap Calista sambil tersenyum. Ia terlihat sangat bersih walau dengan pakaian yang agak lusuh berwarna putih panjang.
"Kak lista?" Ucap Angeline tidak percaya.
"Iya. Ini kakak. Kamu sekarang bisa liat kakak. Dan, mereka bakal jadi teman kamu" Jelas Calista sambil mengedarkan penglihatannya dan menunjukkkan beberapa makhluk halus yang akan menjadi temannya.
"Mereka baik kok" Lanjut Calista.
"I can see? Aku bisa melihat mereka?" Ucap Angeline. Calista mengangguk dan berkata.
"Kamu mewarisi kemampuan opa kamu. Sekarang, kamu itu indigo" Jelas Calista. Angeline langsung membelalakan matanya dan mulutnya membentuk huruf 'O'. Ketika itu pula Angeline berteriak.
"AKKHHHHHH" Pekik Angeline.
-**Bersambung-
Gays, btw, author bakal merubah judul novel ini menjadi 'Musuh menjadi teman' ndak papa kan? Takut alur sama judulnya ndak sesuai gitu.
Semoga kalian semua suka. bye**!!
__ADS_1