
POV SITI DAN KAWAN KAWAN.
"Eh, ini udah 1 jam tau. Kok si Aisyah belum datang juga?? Aku khawatir nii. Perasaan aku enggak enak bangett. Takutnya Aisyah kenapa-napa" Ucap Siti cemas karena Aisyah belum menampakkan batang hidungnya.
"Iya nii, aku khawatir. Takutnya ada apa-apa" Sahut Fatimah.
"Aku juga. Gimana kalo kita susulin aja?" Ujar Zahra berusul. Fatimah dan Zahra hanya menatap satu sama lain, terlihat kebingungan. Bagaimana caranya untuk menemukan Aisyah?
"Kenapa?" Tanya Zahra.
"Eumm kita,, kita enggak apa-apa kok. Tapi, ra. Gimana caranya nemuin Aisyah? Enggak mungkin kan, kita bertiga ini cari Aisyah sendirian? Hotel ini kan luas banget. Kita enggak akan bisa ketemu dia sampe besok." Ucap Siti ragu.
"Iya ra, gimana? Kita kan enggak tau Aisyah ada dimana" Ujar Fatimah tidak yakin akan usulan Zahra. Zahra hanya diam sambil memegang dagunya. Zahra berfikir cara untuk menemukan Aisyah.
"Nah! Gimana kalo kita cari kamarnya bu Khadijah? Siapa tau, Aisyah ada disana. Bisa jadi kan?" Ucap Zahra sambil memetikkan jarinya diawal kata. Fatimah dan Siti hanya mengangguk pelan masih ragu dengan usulan Zahra.
Ketika menuju ke kamar bu Khadijah, Siti, Fatimah, dan Zahra melihat bu Khadijah sedang berjalan dikoridor hotel. Mereka bertiga berlari dan langsung menanyakan keberadaan Aisyah.
"Ehh, kalian ternyata. Assalamu'alaikum" Ucap Bu Khadijah sambil tersenyum
"Wa'alaikumussalam bu." Balas Siti, Fatimah dan Zahra berbarengan
"Ada apa? Oh iya, Aisyah enggak bareng sama kalian? Biasanya kan bareng. Ibu dari tadi nyariin Aisyah. Aisyah kemana?" Ucap Bu Khadijah tanpa henti. Mereka bertiga hanya saling menatap kebingungan.
"Lho? Bu? Bukannya Aisyah ada sama ibu? Kita cari ibu cuma nanyain Aisyah bu" Ucap Siti
"Lho? Ibu sejam yang lalu ada dikamar. Aisyah juga belum datang dari tadi. Makanya, ibu nau nemuin kalian" Ucap Bu Khadijah
"Hah? Tapi bu, Aisyah tadi enggak sama kita." Ucap Fatimah
"Tunggu, jangan-jangan, ada yang enggak beres. Enggak mungkin kan? Atauu,," Sahut Zahra berfikir.
"Angeline!" Ucap mereka bertiga barengan. Bu khadijah yang mendengar hanya bingung.
"Maksud kalian? Memangnya, ada apa hubungannya sama Angeline?" Tanya Bu Khadijah bingung.
"Kita cari Angeline dulu ya bu. Assalamu'alaikum!" Ucap mereka bertiga sambil mencium punggu tangan Bu Khadijah dan berlari secepat mungkin.
.
Setelah berada didepan pintu kamar Angeline,
__ADS_1
'Brak!' Suara pintu didobrak. Seisi kamar kaget dan bertanya-tanya pada teman satu kamarnya.
"Dimana Angeline?!" Tanya Siti dengan penuh amarah
"Ti, sabar ti" Ucap Zahra menenangkan Siti
"Huft,,, ini enggak bisa sabar ra! Batas ambang sabar aku udah kelewat!! Udah! Biar aku aja!"
"Ku tanya sekali lagi! Dimana Angeline?!" Sekali lagi Siti bertanya kepada mereka.
"Angeline? Dia 1 jam setengah yang lalu keluar, enggak tau kemana. Dia enggak bilang sama kita-kita." Kata salah satu teman satu kamarnya Angeline
"Benar begitu ko?!" Tanya Siti dengan logatnya yang khas. Mereka hanya ngangguk-ngangguk.
"Yaudah deh, makasih ya. Maaf kalo ngeganggu" Ucap Zahra. Mereka pun menjawab "Iya, enggak apa-apa kok".
"Huft, kita kemana lagi?" Tanya Fatimah yang sudah putus asa.
"Gimana, kalo kita aduin ke Ridho? Nanti dia bakal laporin ke Pak Kepsek. Gimana? Setuju" Usul Zahra. Fatimah dan Siti hanya mengangguk pelan. Karena, mereka berdua sudah mulai putus asa.
POV RIDH****O.
Dikamar Ridho, keadaan cukup berantakan seperti kapal pecah atau bisa dibilang, orang abis bikin kue tapi enggak bener. Para makhluk, sedang rebahan santai dikasurnya. Ada yang sambil main hp, ada yang sambil ngehalu punya kekasih orang korea, ada yang ngigau sambil meluk-meluk bantal terus bilang "Kamu ada disini kok. Udah tenang aja. Ada aku pasti nyaman" ya begitulah kelakuan mereka. Ridho? Dia lagi rebahan dikasur sambil senyum-senyum sendiri.
"Halahh,, kayak lu enggak gitu aja. Inget ya broo No Rebahan No life" Sahut si Iman dengan penuh penekanan di akhir katanya
"Hmm iya iya. Kasian." Ucap Human lagi
"Ett dah, uda uda, takutnya ntar berantem lagi"
"Tau nii giliran berantem aja. Ngadu ke kita-kita."
"Hooh, udah kayak Tom&Jerry"
"Tapi, kalo baikkan bukan Tom&Jerry lagi"
"Apaan tuh?"
"Kalo baikkan bakal jadi anak tikus ama induknya"
"Awokwokwokwokwok"
__ADS_1
Mereka semua tertawa dengan lawakan mereka sendiri.
"Woy, dho, diem aja. Tumben" Ucap si Human
"Enggak. Cuma males aja. Boring nii" Jawab Ridho sambil mengalihkan keadaannya dari rebahan menjadi duduk.
Tak ada angin ataupun hujan tiba-tiba,,,
' Brak!' Suara pintu didobrak kembali
"Ehh ayam ayam ayam!" Latah si Human
"Kodok jatuh ke atas!" Latah si Iman
"Dimana-mana, kalo jatuh itu kebawah! Bukan keatas! Natural banget sehhh!!" Sewot si Human
"Ada apa? Tiba-tiba ngedobrak. Ketok-ketok dulu kek, Assalamu'alaikum kek gitu!" Sewot Ridho
"Yaudah iya! Assalamu'alaikum" Ucap Siti dengan penuh amarah
"Wahhh ngeri woyy ada macan. Ti atii" Ucap Human memperingati. Siti menatap tajam kesemua makhluk yang ada didalam kamar Ridho.
"Dho, ko ni lihat tak? Si Aisyah? Dia dari tadi tak ada. Aku ni curiga lah! Takut kenapa-napa ni sama dia." Ucap Siti dengan logat khasnya
"Enggak tau. Emang dia kemana?" Tanya Ridho
"Aku tak tau lah! Intinya, kita harus cari dia sama Angeline!" Ucap Siti dengan amarah
"Oke okke" Tanpa basa basi lagi, Ridho akhirnya setuju. Sebenarnya, dia dalam hati, banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan. Berhubung Siti lagi marah, jadi dia mengurungkan niatnya untuk bertanya.
POV ANGELINE DAN AISYAH
"Aisyah,"
"Cih! Dia pingsan!"
"Dasar lemah!" Geram Angeline
"Weh, ngel, gimana kalo nanti dia K.O gitu?" Tanya salah satu rekannya
"Yaa baguslah! Emang itu yang gua mau!" Jawab Angeline dengan santainya.
__ADS_1
Tiba-tibaaa,,,,,
-Bersambung-