
Hari ini merupakan hari kedua melaksanakan ujian sekaligus hari ulang tahunnya Angeline si ratu psikopat tapi, bagi temannya dia mendapat gelar ratu kulkas.
"Eh Siti, Aisyah lu berdua datang ya ke acara pesta ulang tahun gua!" Ucap Angeline sambil menyodorkan dua buah undangan ulang tahun berukuran kecil yang bertulis namakan Siti dan Aisyah.
Awalnya mereka sempat ragu namun, karena ucapan Angeline yang begitu mantap mereka berdua akhirnya menyetujui. Tetapi, bukan Siti namanya kalau tidak menaruh rasa curiga sedikit pun.
"Aisyah, kita harus hati-hati! Ingat! Apa yang dia lakuin ke kamu waktu dihotel itu!" Peringat Siti dan dibalas anggukan oleh Aisyah.
Aisyah masih sedikit trauma akan kejadian itu. Namun, perlahan rasa trauma itu menghilang sedikit demi sedikit.
"Jangan lupa datang ya!" Ucap Angeline kepada teman-temannya. Teman temannya hanya berdehem. Dan, hanya satu orang yang menjawab 'Iya' siapa lagi kalau bukan Aisyah. Semua mata langsung tertuju kepada Aisyah. Apakah tidak salah? Dulu, nyawanya hampir melayang akibat ulah Angeline. Karena, dikurung digudang yang kedap udara tanpa ada fentilasi sedikit pun.
##
"Nanti kasih Angeline apa yah?" Pikir Aisyah
"Boneka? Enggak mungkin!"
"Coklat? Jangan jangan!!"
"Hmm apa yah? Buku? Tapi, buku apa?"
"Novel? Tapi, genrenya genre apa?"
"Atauu-"
__ADS_1
"Ngapain syah?" Suara itu hampir membuat Aisyah meloncat akibat kaget. Pemilik suara itu adalah Ridho.
"Hehe. Maaf. Ngagetin ya?" Ucap Ridho sambil terkekeh.
"Enggak. Ini, aku lagi mikirin kado buat Angeline" Ucap Aisyah jujur. Ridho hanya mengangguk dan berkata.
"Lebih baik, kadoin dia yang bermanfaat. Biar bisa jadi kenang-kenangan." Jelas Ridho. Aisyah hanya mengangguk lalu bertanya.
"Tapi, apa? Novel? Atau buku? Atau kal-" Ucapan Aisyah terpotong dengab tiba-tiba.
"Apapun itu. Sederhana tapi tak apa. Yang penting bermanfaat iya kan?" Ucap Ridho bijak.
"Oke. Aku mau kadoin dia kalung!" Ucap Aisyah dengan antusias. Ridho langsung membelalakkan matanya.
"Enggak kok. Biar couple gituuu"
"Terserah deh. Aku mau kekanti dulu ya" Ucap Ridho langsung bangkit dari duduk dan berpamit untuk pergi ke kantin dan dibalas anggukan oleh Aisyah.
##
Sekarang pukul 16:00 waktunya Aisyah pergi ke rumah Angeline. Aisyah pergi bersama temannya yaitu Siti. Mereka membawa kado masing-masing. Siti membawa buku dan beberapa alat tulis lainnya. Sedangkan, Aisyah membawa kalung dan satu set pakaian yaitu baju lengan panjang dengan rok. Supaya ia bisa couplean dengan Angeline .
Aisyah benar-benar tidak habis pikir, semua temannya takut jika kadonya itu akan dibuang oleh Angeline atau bahkan lebih dari itu. Tetapi, Aisyah tetap keukeuh untuk memberikan barang itu kepada Angeline ia yakin, jika suatu saat nanti, Angeline akan memakainya.
##
__ADS_1
Sekarang, saatnya acara ulang tahun Angeline dimulai. Semuanya mengucapkan do'a do'a kepada Angeline. Mereka semua memberikan kado kado untuk Angeline.
Dipertengahan acara, kali ini Angeline akan meniup lilinnya.
"Buat harapan dulu sayang sebelum ditiup" Ucap Sisca kepada Angeline.
"Iya mom" Jawab Angeline dengan sangat antusias.
Angeline menutup matanya sambil mebgatupkan kedua tangannya sambil memohon didalam hatinya.
"Ya tuhan, elin mau, elin punya teman yang baik. Elin enggak perduli itu bisa dilihat atau enggak. Intinya, elin mau punya teman yang baik. Satu lagi, elin mau Mom dan Dad elin bahagia sampai elin sukses. Aamiin" Batin Angeline.
Setelah itu, Angeline langsung meniup lilin
'Huftt huftt huftt'
'Prok prok prok'
Suara tepukkan tangan menghiasi rumah itu.
Tiba-tiba,
Ketika Angeline membuka matanya, Angeline seketika kaget. Ia melihat mendiang kakaknya yang sudah 2 tahun yang lalu pergi untuk selama-lamanya. Ini bukan mimpi! Bukan! Ini nyata! Angeline langsung berteriak dan pingsan. Semuanya hanya kaget melihat ekspresi Angeline setelah meniup lilin. Ada apa ini?! Itulah pertanyaan yang ada dibenak mereka semua.
-Bersambung-
__ADS_1