Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Kritis


__ADS_3

#Diruang UGD


Setelah dokter memeriksa kondisi Angeline, dokter pun keluar dari ruang UGD.


"Siapa pihak dari keluarga pasien?" Tanya dokter itu ketika mendapati Sisca dan Micheel didepan ruang UGD dengan raut wajah cemas tingkat galaksi.


"Kami orang tuanya Dok!" Jawab Micheel dan Sisca bersamaan.


"Bagaimana keadaan anak saya Dok? Baik-baik aja kan Dok?!" Sisca berbalik nanya kepada Dokter yang terdapat Name tag bertuliskan Chintya Bella.


"Kondisinya tidak terlalu parah. Tetapi, pasien mengalami kelumpuhan dikakinya." Terang Dokter Bella. Biarin aja gue manggilnya dokter Bella biar gampang gitoh.


"Astaga Ya Tuhan." Sisca dibuat terkejeut sekejut-kejutnya begitu juga dengan Micheel. Mereka kinu menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena terkejut.


"Apa bisa disembuhkan Dok?!" Kini Micheel yang membuka suaranya.


"Mungkin, terapi adalah solusinya. Tetapi, bukan sekarang karena, kondisinya masih lemah. Kita tunggu hingga kondisinya membaik." Kata Dokter Bella.


"Baik Dok! Apa kita boleh masuk?" Setelah mengerti, Sisca bertanya.


"Silakan. Kalau begitu, saya permisi dulu." Pamit Dokter Bella setelah mengizinkan mereka masuk.


"Terimakasih Dok!" Ucap Micheel. Sebagai respon, Dokter Bella hanya menganggukan kepalanya sembari tersenyum. Jangan berpikiran aneh-aneh! Semua dokter kudu begitu.


****

__ADS_1


"Ti, gimana kalo kita jenguk Angeline?" Tanya Aisyah yang memecahkan keheningan disitu. Karena, Siti sedang sibuk dengan ponselnya. Dan ternyata eh ternyata Siti lagi main Cacing Besar Alaska toh.


Sebelum menjawab pertanyaan Aisyah, Siti menyimpan ponselnya dinakas dekat ranjang Rumah Sakit kemudian berdehem kemudian menjawab, "Hmmm gimana ya? Tapi, nanti kamu kesana pake apa? Kan kamu belum sepenuhnya pulih."


"Pake sepatu roda!" Tegas Aisyah.


"Ooh. Emangnya boleh?" Tanya Siti lagi tanpa menyadari perkataan Aisyah sebelumnya.


"Bolehin aja." Singkat Aisyah.


"Eh, tunggu!" Seperti ada yang mengganjal fikiran Siti, sontak Siti kembali berfikir.


"Tadi kamu bilang apa?" Sambungnya.


"Bukan yang itu! Yang tadi!"


"Ooh. Sepatu roda?" Ucap Aisyah sembari menapilkan mimik wajah meminta pendapat. Bukan meminta ditabok -_.


"Kamu mah aneh! Yang ada itu KURSI RODA!" Tukas Siti.


"Hehe. Lagian kamu juga aneh. Dimana-mana tuh, kalo pasien Rumah Sakit mau keluar pasti pake kursi roda lah." Elak Aisyah.


"Iya juga ya." Balas Siti sambil mengangguk-anggukkan kepalanya kayak burung kutilang.


"Emangnya boleh? Diizinin?" Sambungnya.

__ADS_1


"Iya kali. Tunggu suster aja soalnya bentar lagi infusan aku mau diganti." Jawab Aisyah sambil melihat kantung infusan yang memang tinggal sedikit.


"Oh. Oke deh." Balas Siti lalu mengambil ponselnya dan memainkan kembali game Cacing Besar Alaskanya.


****


Kini, Angeline dipindahkan keruang VVIP sesuai dengan keinginan dari keluarga. Semua keluarga dari Sisca dan Micheel berkumpul diruangan itu. Mereka semua berdo'a bersama sesuai keyakinan yang mereka anut.


"Ya Tuhan, kumohon berilah kesembuhan kepada cucuku ini." Mohon Rina ~Nenek Angeline ibu dari Sisca~


"Kita semua berkumpul disini. Bangunlah Elin. Ini Omma." Sambungnya lagi.


"Benar. Oppa juga ada disini." Imbuh Charli ~Kakek Angeline ayah dari Micheel~


"Mungkin, ini semua takdir Tuhan. Mungkin dibalik ini pasti akan ada hikmahnya." Ucap Micheel menenangkan mereka. Kini, ia hanya berserah diri kepada Tuhan-Nya.


"Lebih baik, kita berdo'a bersama. Mungkin, ada Mukjizat menghampiri kita." Kata Maria ~Nenek Angeline ibu dari Micheel~


"Ayo kita berdo'a bersama." Ajak Jeno ~Kakek Angeline ayah dari Sisca~


Ruangan itu pun kini dihiasi dengan do'a yang mereka panjatkan.


-Bersambung-


Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan ^^ 🙏

__ADS_1


__ADS_2