Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Menyusul Sang Kakak.


__ADS_3

**Ini lanjutannya ges. Maap nih kalo up nya lama. Tapi, kalo ga ada yang nunggu juga kagak apa-apa. Hehe. Aduhh tangan gatel nih mau buru-buru End! Hampir dipenghujung episode nihh kalian tunggu aja yak.


Dah lah authornya banyak bacd** -_


****


"Aisyah! Akhirnya kamu siuman juga! Kita nunggu nunggu tau!" Ucap Siti sambil memeluk tubuh Aisyah yang masih terbaring dirumah sakit.


"Hehe. Maaf." Balas Aisyah dengan sedikit kekehan kecil.


"Maaf? Ngapain minta maaf?" Tanya Siti lalu melepaskan pelukannya sambil memasang wajah yang tak bisa diartikan aku juga gatau maksudnya apa kan susah diartikan kayak perasaan aku ke dia eak eak wkwk.


Aisyah pun menyeritkan dahinya.


"Kamu harus sembuh! Awas kalo ga sembuh!" Sambung Siti.


"Siap bu!" Balas Aisyah sambil berlagak seperti orang berhomat.


"Cie yang udah siuman. Cepet sembuh lho!" Ucap Kiki yang berada dalam ruangan itu.


"Katanya, kalo 1 minggu ini kamu semakin membaik kamu boleh pulang ya?" Tanya Fatimah yang diangguki Aisyah sebagai responnya.

__ADS_1


"Wahh kalo gitu kamu harus makan yang banyak! Biar cepet sembuh!" Imbuh Zahra sambil menyodorkan nasi goreng kantin kesukaan Aisyah.


"Wahh makasih Ra! Kangen banget aku nih!" Ucap Aisyah sambil menerima bungkusan berisi nasi goreng kantin.


"Sama-sama hehe." Balas Zahra dengan kekehan garing diakhirnya.


"Oh iya! Gue kayaknya punya firasat kalo Angeline yang udah buat lo kayak gini." Ucap Kiki lalu duduk disamping ranjang Aisyah.


"Maksud kamu?" Balas Aisyah.


"Akhir-akhir ini tingkah si Angeline tuh aneh banget. Dia tu kalo kita bahas tentang lo, terus kita natap gitu ke si Angeline dia malah gelagapan sambil bilang gini 'Apaan sih?! Bukan gue yang nyelakain dia!' Gitu." Jelas Kiki sambil menirukan gaya bicara Angeline.


"Tapi, kalo orang nggak salah itu, pasti dia nggak gelagapan gitu. Terus juga, nggak bakal ngaku-ngaku kalo bukan dia yang buat." Elak Kiki yang sangat yakin dengan feelingnya.


"Kayak yang ada didrakor yang gue tonton!" Sambungnya lagi.


"Mohon maaf nyonya, ini itu real life bukan drakor. Terimakasih." Ucap Human yang sudah masuk dari tadi dan mendengarkan omongan mereka.


"Lho itu ya! Kayak jalangkung tau nggak! Datang tak dijemput! Pulang tak diantar!" Ucap Kiki dengan 'Pedenya.


"Nggak tebalik? Bukannya yang bener itu 'Datang tak diantar pulang tak dijemput'?" Ucap Human.

__ADS_1


"Ah tau lah! Males ngomong sama titisan Suneo." Tukas Kiki.


"Mulut gue itu nggak monyong ya nyet!" Hardik Human. Dan terjadilah perdebatan antara titisan Suneo dan titisan Sumeo wkwk.


****


"Kenapa sih?! Gue itu selalu salah?!" Ucap Angeline sambil memukul mukul stir mobil dan menambah kecepatan mobilnya diatas rata-rata.


"Gue itu udah bosen hidup! GUE UDAH BOSEN!!!!" Jerit Angeline ingin rasanya dia mengutarkan kata-kata itu didepan orang lain.


"Lebih baik, gue nyusul kakak aja! Gue pasti bakal lebih bahagia disana!" Sambubgnya lagi kemudian menambah kecepatan mobilnya walaupun sudah diatas rata-rata. Tidak peduli lagi dengan umpatan umpatan orang lain.


Tiba-tiba tanpa disadari Angeline, truk besar mengantamnya.


"AGHHHHH!" Pekiknya dan berusaha untuk menghindar. Dih, elo maunya begitu sih -_


Dan 'BRUK!' 'DUGH!' 'CITTTT!'


Mobil Angeline terhantam dan terguling-guling hingga jatuh kejurang karena, ia sedang berada dijembatan yang dibawahnya terdapat jurang.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2