Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 20. Kebun Raya Cibodas,,,,,,,


__ADS_3

"Bodo amad, emang maksud lu apaan? Ada yang bilang kapan makannya?" Balas Hikam.


"Siapa lagi, kalo bukan cacing yang ada diperut gua!" Ucap Bagus sambil memegang perutnya yang keroncongan.


"Oh, begitu. Yasudah, sebentar lagi makanannya datang" Ujar pak Firman.


Setelah beberapa menit, akhirnya makanan yang ditunggu-tunggu pun datang, semua makan dengan lahap dan tenang.


Selesai makan, kami semua disuruh salat Isya' berjamaah dimasjid yang berada dihotel itu, semua siswa/siswi langsung bergegas kekamarnya masing-masing dan mengambil peralatan salat masing-masing.


Ketika berada dikamar ku, Siti terlihat sangat kebingungan karena harus memakai mukena yang mana. Karena, dia membawa 2 mukena.


"Siti, ayok cepetan keburu penuh nanti tempat wudhunya!" Ucapku yang dari tadi sudah rapi.


"Ih, nanti dulu, ini aku bingung harus pake mukena yang mana" Balas Siti sambil menjentangkan mukenanya.


"Ya Allah! Udah sih, yang mana aja. Pake mukena kayak mau pake baju aja. Udah ayok cepetan!" Ucapku yang terpancing emosi.


"Iya,iya. Yaudah ayok" Balas Siti.


"Hm! Fatimah sama Zahra daritadi udah duluan, kamunya aja nih yang lama!" Ucapku semakin berlupan emosi.

__ADS_1


"Yaudah sih, enggak apa-apa kan? Lagi juga, tempat wudhunya gak rame kok, tuh liat. Kan banyak yang halangan (ciwi-ciwi pasti ngerti dah!)" Ucap Siti sambil menunjukkan tempat wudhu.


"Apa jangan-jangan, Siti itu setiap Study Tour kayak begini? Ribet banget? Ya Allah." Ucapku dalam hati.


___Skippp setelah Salat Isya'_______


Setelah Salat Isya', semua masuk ke kamarnya masing-masing, ada yang sudah tidur, ada yang memainkan ponselnya dan ada yang menikmati pemandangan malam Bandung dari atas hotel.


Aku sedang melihat pemandangan bersama Zahra, Fatimah sedang melihat video di Yt, sedangkan Siti tertidur pulas.


__Skip lagiii___


Pagi harinya,,,, kami semua langsung mandi dan membawa barang untuk diKRC nanti.


Lalu, kami duduk dikursi yang kami pilih. Tanpa sengaja, Angeline menatapku dan menghampiri tempat dudukku, tepatnya diseberang tempat dudukku.


"Hai Aisyah, gimana kabarmu? Baik? Semoga Tuhanmu selalu melindungimu" Sapa Angeline dengan suara agak keras hingga terdengar oleh teman yang lain.


Ridho yang mendengarnya, sekaligus melihatnya terlihat curiga dengan Angeline.


"Oh, iya baik." Jawabku singkat, karena aku juga menjaga diriku dari Angeline.

__ADS_1


"Bagus, kalo begitu sampai jumpa nanti. Bye" Ucap Angeline dengan tersenyum sinis dan langsung pergi dari tempat duduknya, dan kembali ke tempat duduknya tadi.


"Semoga lu bakal bisa ngabisin waktu senang senang lu syah, karena sebentar lagi, hidup lu bakal jauh dari kata senang. Hahahah" Ucap Angeline dalam hati


____Skip diperjalanan____


Aku hanya diam, sambil memandangi pemandangan diluar jendela. Tapi aku mempunyai firasat buruk, entah itu akan terjadi padaku atau terjadi pada teman atau keluargaku.


"Syah!" Ucap Siti mengagetkanku dalam lamunan.


"Eh iya? Kenapa? Udah sampe?" Balasku sambil langsung berdiri.


"Eh, enggak, belum. Belum sampe. Kamu kenapa? Kok melamun?" Ucap Siti menyadarkanku.


"Enggak kok. Gak ada apa-apa" Balasku. Lalu langsung menatao ke jendela.


"Enggak apa-apa dari mana? Kalo ada masalah, cerita aja ke aku. Siapa tau aku bisa bantu" Ucap Siti.


"Eum, begini aku ada firasat buruk. Perasaanku enggak enak dari tadi. Aku takut terjadi apa-apa. Entah itu terjadi kepadaku, teman, atau keluarga" Balasku gelisah.


"Udah enggak apa-apa. Nanti kalo ada apa-apa bilang aja sama aku yah, nanti aku laporin ke Ridho, nanti Ridho laporin ke pak Kepsek ya" Ucap Siti.

__ADS_1


Setelah sampai di KRC,,,,


-Bersambung-


__ADS_2