Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 24. Terungkap Sudah!


__ADS_3

Pak Firman langsung masuk dan mendekati kami.


"Kalian kenapa mencurigai Angeline seperti itu?" Tanya Pak Firman


"Ya, memang pak. Soalnya, dia dikelas kayak enggak suka gitu sama Aisyah pak. Waktu kelas kita ribut gitu, itu gara-gara Angeline pak, dia yang udah fitnah Aisyah selama ini." Ucap Ridho terus terang. Aku dan Siti hanya diam dan kebingungan dengan sikap Ridho yang sangat berterus terang.


"Memangnya, kalian tau dari mana? Kalian jangan asal tuduh seseorang" Balas Pak Firman


"Saya udah tau pak, semuanya. Mulai dari Aisyah masuk sekolah pertama kali disini, dia enggak suka. Mungkin, karena Aisyah seperti ini" Ucap Ridho


"Dho, udah. Kita itu enggak berhak main hakim sendiri. Toh, kita udah tau kan? Siapa pelakunya? Siapa yang ngurung Aisyah didalam toilet?" Ujar Siti


"Iya dho, daripada kita yang kena imbasnya" Sambungku


"Tapi, kita harus tau siapa dalang dari semua ini" Balas Ridho frustasi


"Kamu ini, jangan-jangan, kamu ada perasaan ya? Sama Aisyah? Cieee ehm ehem" Ucap Siti meledek Ridho


"Apaan sih kamu! Udah lah. Aku mau keluar aja." Balas Ridho ngambek sambil berjalan keluar


"Yah ngambek orangnya. Ambekan huu" Ucap Siti ketika Ridho sudah tidak ada disitu. Semua yang mendengar langsung tertawa.


Ketika kami keluar, dan menuju ke aula museum, ternyata disudut tempat ada perempuan yang menelfon sambil marah-marah. Perempuan itu tampak tidak asing lagi. Siapa lagi? Kalo bukan Angeline. Ya! Itu memang Angeline. Dia menelfon seseorang sambil memarah-marahinya. Kami langsung bersembunyi dan mendengarkan pembicaraan mereka lewat telfon.

__ADS_1


"Lu itu gimana sih?! Enggak becus banget cuma ngurung satu orang aja! Enggak becus tau gak! Dia sekarang udah sadar! Emang lu itu enggak guna banget!"


"Awas aja kalo nanti ketemu! Gua bakal habisin lu!"


"Enggak ada alasan! Kan lu bisa diam dian gitu!"


"Atau, lu cari tempat yang aman. Yang enggaj ada kamera CCTV-nya!"


"Enggak guna lu!"


"Pokoknya, uang yang udah gua transfer, balikin semuanya!"


"Kalo enggak, lu bakal menderita!"


"Cih, si*l! Begitu doang enggak becus! Pokoknya si Aisyah itu harus menderita! Kalo perlu, biar dia m*ti! Hahaha" Ucap Angeline. Kami mendengarnya sontak kaget, aku langsung menutup mulutku. Dan seketik air mata jatuh dari dalam mataku. Aku heran, kenapa ada orang yang begitu kejam sekali kepadaku?!


"Pokoknya, gua bakal bikin dia menderita dengan tangan gua sendiri!" Geram Angeline.


"Ayok anak-anak, kita keluar. Ini saatnya, kia sudah tau siapa dalangnya." Bisik Pak Firman.


Kami semua langsung keluar dari tempat persembunyian.


"Oh, jadi ini rencana kamu. Bapak tidak menyangka ya, anak seperti kamu itu seperti ini kelakuannya" Ucap Pak Firman mengagetkan Angeline. Sontak, Angeline langsung berbalik badan dan kaget tidak karuan.

__ADS_1


"Em i-itu a-anu pak. Sa-saya bisa jelasakan. Saya enggak ada niatan jahat sama sekali" Balasnya dengan sedikit terbata-bata


"Enggak ada alasan!" Ucap Pak Firman dengan penuh amarah.


"Pak, udah pak. Kasihan Angeline, dia itu tidak pantas menerima hukuman dipenjara. Kita maafkan aja dia pak. Kasihan dia pak." Ucapku memohon


"Tapi, dia itu hampir mencelakai kamu! Bapak tidak mau ada siswa seperti ini! Dia harus dikeluarkan dari sekolah! Jika tidak, nama baik sekolah kita akan hancur!" Balas Pak Firman


"Tapi pak, semua orang bisa berubah. Kalo Angeline harus dikeluarkan, kasihan dia pak" Ucapku memohon kembali. Angeline hanya memasang wajah sedih tetapi,dalam hatinya dia sangat kesal dan sangat marah.


"Cih, enak aja dia mau penjarain gua. Emangnya dia gak tau apa? Siapa gua itu"


"Gua harus pura-pura akting didepan dia. Biar gua enggak dipenjarain dan enggak dikeluarin dari sekolah" Batin Angeline


"Hmmm yasudah, tapi, bapak tetap menghukum dia. Kita pulang nanti, dia harus membersihkan lapangan sekolah, membersihkan toilet disekolah dan piket selama 1 minggu" Ucap Pak Firman


"Oh ya, disini, dia harus diawasi oleh guru-guru supaya tidak melakukan perbuatan yang tadi! Dan, ponselnya, akan Bapak sita dan dikembalikan bulan depan. Kamu sanggup? Jika kamu tidak sanggup, Bapak tidak segan segan untuk mengeluarkan kamu dari sekolah" Lanjut Pak Firman


"Cih, dasar tua! Enak aja dia hukum gua kayak begitu!" Batin Angeline


"Tapi, apa boleh buat? Gua harus akting!" Batin Angeline


"Iya pak. Saya sanggup. Aisyah, gua minta maaf ya, gua enggak tau kenapa tiba-tiba ada niatan kayak begitu. Sumpah, gua nyesel. Gua janji, gua bakal berubah jadi lebih baik lagi." Ucap Angeline sambil tersenyum. Aku kembali membalas senyumannya.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2