Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 22. Hampir terungkap!


__ADS_3

Akhirnya, kami semua kembali ke hotel untuk beristirahat.


Di dalam bus, semuanya hampir tertidur kecuali Aku, Ridho, Siti dan Angeline. Kami hanya menikmati camilan yang kami bawa dari hotel, tiba-tiba Siti mengajakku berbicara,


"Syah, kamu,,,,,,,," Ucap Siti, tapi tiba-tiba ucapannya terpotong dirinya sendiri sambil melihat ke sekeliling dan melihat ke arah Angeline yang sibuk dengan ponselnya.


"Kamu,,,, kenapa?" Balasku sambil meyeritkan dahi karena ada rasa penasaran.


"Eh, eng-enggak jadi deh, nanti aja kalo udah sampe ya" Ucap Siti.


"Lupakan aja, nanti di hotel, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" Lanjut Siti serius.


"Oh, yaudah deh." Balasku singkat. Lalu aku kembali memakan camilanku.




Setelah sampai dihotel, kami semua disuruh untuk memersihkan diri alias mandi dan beristirahat dikamar kami masing-masing.


Lalu kembali berkumpul untuk makan malam.


Didalam kamar,


"Siti, tadi kamu mau bicara apa?" Tanyaku polos.


"Gimana kalo nanti aja ya syah. Habis mandi, kita langsung omongin ya" Balas Siti, langsung pergi ke kamar mandi. Aku hanya mengangguk.


Setelah semua selesai mandi,


"Jadi begini syah, waktu kejadian kamu jatuh dijembatan itu, aku rasa yang celakain kamu bukan karna sengaja deh, tapi emang niatnya. Dan, Aku sama Fatimah itu tau siapa pelakunya, dia emang ada rencana buat celakain kamu" Jelas Siti sambil mengecilkan suaranya supaya tidak ada yang mendengarkan pembicaraan, selain Aku dan Zahra.


"Iya syah, soalnya, waktu kita mau ngambil kotak P3K. Kita ngelihat orang yang ngerencanain buat nyelakain kamu syah. Kamu tau siapa orangnya itu?" Ucap Fatimah.


"Emangnya, siapa dia? Kenapa dia bisa kayak begitu?" Tanyaku kebingungan.


"Dia itu Angeline syah. Kita juga enggak tau kenapa dia bisa begitu" Balas Fatimah.


"Tapi, kalian enggak bohong kan? Kalian jangan nuduh orang yang enggak-enggak, takutnya kita yang jadi tersangka" Ucapku hati-hati.


"Enggak syah, ini bener. Kita yang denger sendiri. Iya kan, Imah?" Balas Siti sambil meminta pendapat Fatimah. Fatimah mengangguk.


"Jadi begini syah," Ucap Siti.

__ADS_1


Flashback on


"Aghhh!!!! Si*llll!!!!!! Kenapa jadi gagal sih?! Seharusnya tuh dia udah tenggelam! Enggak enggak gua enggak boleh kehabisan akal! Gimana ini!!!"


"Nah! Gua tau! Hahahahahahah" Ucap Angeline tertawa lepas setelah memikirkan ide jahatnya itu.


"Stt! Siti! Diam kamu jangan berisik!" Ujar Fatimah.


"Ada apa?" Ucap Siti hampir terdengar oleh Angeline.


"Stt! Lihat itu!" Balas Fatimah sambil menunjuk ke arah Angeline.


"Itu, Angeline. Iya kan?" Balas Siti dengan volosnya.


"Diam, kamu dengerin dulu!" Ucap Fatimah dengan tegas.


"Gua harus bikin si Aisyah itu menderita!"


"Inget! Ini baru permulaan! Belum pertengahannya! Jaga diri kamu baik-baik Aisyah! Jangan sampai diakhir hidup lu itu bahagia! Mungkin, ini akhir dari kebahagiaan lu! Hahahaha!" Gumam Angeline, namun terdengar jelas oleh Siti dan Fatimah.


'Krek' suara patahan kayu.


"Siapa itu? Jangan berani-beraninya lu nguping! Keluar lu!" Ucap Angeline sambil melihat kesekitar.


"Iya-iya ayok. Aku takut niih" Balas Siti. Langsung berlari ke arah jembatan.


•Flashback off


Aku yang mendengarkan penjelasan Siti dan Fatimah sontak kaget sambil menutup mulutku dan membelalakkan mataku.


Zahra yang mendengarnya langsung memelukku,


"Kamu harus kuat ya syah, kita semua bakal jagain kamu kok. Aku yakin, Allah bakal menjaga hambanya yang taat kepadanya" Ucap Zahra sambil memelukku.


"Iya syah, kita bakal jagain kamu kok. Kita bakal saling menjaga satu sama lain" Ucap Fatimah terus memelukku dan tersenyum.


"Hm, apapun itu, kita enggak bakal tinggak diam. Kita bakal ngelaporin apa yang dia perbuat. Kita bakal kasih tau Ridho kok syah" Ucap Siti memelukku sambil tersenyum.


"Makasih ya kalian semua, aku senang bisa kenalan sama kalian semua. Allah pasti akan melindungi hambanya" Balasku lalu memeluk erat mereka semua.


Tanpa aba-aba, air mata menetes dan mengalir diwajahku.


Tanpa disadari, ternyata ada seseorang yang menguping dan sengaja masuk diam-diam.

__ADS_1


"Ehem!"


"Ada yang ngomongin saya ya?" Ucap seseorang itu.


Sontak aku langsung menghapus air mata yang ada diwajahku.


"Ternyata kamu Ridho? Kenapa enggak ketok ketok dulu sih?! Bikin kaget aja! Enggak sopan tauk! Nguping pembicaraan orang!" Aku, Siti, Fatimah dan Zahra berbarengan.


"Lagian, tadi udah diketok-ketok malah enggak ada yang nyaut. Oh ya, btw aku udah tau semuanya kok. Kalo ada apa-apa, bilang ke Ridho aja. Nanti, Ridho bakal kasih tau ke pak Kepsek. Oke? Oh ya, 5 menit lagi, mau makan malam kalian siap-siap gih. Bye! Assalamu'alaikum" Jelas Ridho sambil melambai tangan.


"Wa-wa'alaikumussalam" Ucap kami barengan.


"Eh! Ayok! Kita siap-siap! Laper nih!" Ucap Siti memegang perutnya yang keroncongan.


"Iya sabar napa!" Balas Fatimah sedikit kesal.


"Eh, syah. Ayok! Kok kamu melamun?" Ucap Siti.


"Syah? AISYAH!" Ucap Siti yang memecahkan lamunanku.


"Eh, ah iya" Balasku langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan bersiap-siap.


"Eh, kayaknya Aisyah dia lagi mikirin kata-kata Angeline dah" Ucap Zahra. Siti dan Fatimah yang mendengar hanya mengangguk anggukkan kepalanya.




Skip keesokkan harinya,,


Kami semua bersiap-siap untuk pergi ke museum geologi.


Angeline terlihat sangat senang entah kenapa


"Hai Aisyah, selamat pagi! Semoga dihari ini kamu bahagia ya! Jangan sia-siakan kebahagiaan kamu!" Ucapnya sambil tersenyum.


Semua yang mendengar sangat kebingungan. Begitu juga denganku, aku merasa sangat curiga dengannya.


-Bersambung-


jgn lupa tinggalkan jejak! silakan like+coment positive+vote sebanyak banyaknya!


bay bay!!

__ADS_1


__ADS_2