
Masih dikeadaan Angeline,
Aisyah terkulai lemas dan tak berdaya.
Tiba-tiba, 'Byuurrr' salah satu rekan Angeline menumpahkan air dingin tepat ditubuh Aisyah.
"Haaa aaaagh" Pekik Angeline sambil menggigil.
"Ke-kenapa kal-kalian jah-jahat ke-kepadaku?" Tanya Aisyah sambil menggigil kedinginan.
"Kenapa ditanya?!"
"Gua tuh enggak suka sama orang yang penampilannya sok alim! Penampilannya doang yang alim! Hatinya mah busuk!" Ucap Angeline dengan nada yang sedikit tinggi.
"Tapi, Angeline, ini kewajiban aku sebagai seorang muslimah. Aku enggak mau kalau kedua orang tuaku yang menanggung jawabkan segala dosa-dosaku diakhirat nanti" Ucap Aisyah
"Halahhh alasan!" Ucap Angeline sambil mengibaskan tangannya
"Gimana ni? Kita tinggal apa lanjutin?" Tanya salah satu rekan Angeline.
"Sebentar dulu!"
"Angeline, aku mau tau, kenapa kamu bisa seperti ini? Tolong jawab!" Tanya Aisyah dengan penuh penekanan tidak perduli kepada Angeline yang akan menghabisinya nanti. Karena, Aisyah tau, kematian ada ditangan Allah.
"Lu mau tau?!"
"Oke, gua bakal ceritain."
"Jadi, dulu kakak gua itu punya teman hampir sama kayak lu. Dimata keluarga termasuk gua, dia itu baik, ramah, sopan dan yaa gua udah anggap dia sebagai kakak kedua gua. Tapi, waktu kakak gua hilang karena enggak pulang semalam selama hampir 1 minggu, kita semua nyari kakak gua. Terus, ada yang ngabarin kalau kakak gua itu ada disebuah rumah yang cukup luas dan kakak gua itu ada digudangnya. Kakak gua ditemukan dengan kondisi pingsan. Dengar kabar itu, kami semua langsung ketempat kejadian, setibanya kami disana, ada banyak polisi dan sahabat kakak gua itu ditangkap dan kena hukuman penjara. Kami langsung bawa kakak gua ke rumah sakit. Satu hari kemudian, kakak gua koma dan kritis, dan disitu, gua udah janji, gua bakal balas demdam semua perbuatan sahabat kakak gua. Tapi, kakak gua ngelarang, katanya, hal jahat tidak harus dibalas lagi dengan jahat. Tapi, gua tetap bersikeras buat ngebalas dendam. Terus, beberapa jam kemudian, kakak gua dinyatakan meninggal dan ninggalin gua sama orang tua gua untuk selama-lamanya."
Ucap Angeline, lalu dia menarik nafas panjang dann,,,
"Setelah itu, sikap gua mulai berubah, gua mulai menyendiri dan mulai menjadi psikopat. Dan,, setelah sahabat kakak gua dinyatakan bebas dari penjara, gua mulai aksi gua. Gua balas dendam semua perbuatan dia ke kakak gua. Gua lakuin apa yang dia lakukan ke kakak gua. Dan, diakhir permainan, gua tancapin pisau kedadanya dan nusuk ke jantungnya sampe dia memghembuskan nafas terakhirnya. Rasanya, gua bahagia. Setelah membalas dendam. Hahhaha" Ucap Angeline dan tertawa jahat diakhir katanya.
__ADS_1
"Ternyata benar apa yang diceritakan oleh Fatimah. Ya Allah, semoga aku bisa mengubah sikapnya Angeline." Batin Aisyah
"Jadi, sekarang lu tau kan?" Tanya Angeline. Aisyah hanya mengangguk pelan.
"Bagusss. Kalian, urus dia. Lanjutkan." Perintah Angeline kepada teman-temannya.
Mereka semua menyiksa Aiysah mulai dari mengguyurnya dengan air dingin dan sabun pencuci pakaian dan pewangi pakaian serta karbol.
Aisyah pingsan dan sudah tak sadarkan diri lagi. Akibat bau dari pewangi pakaian dan karbol yang sangat menyengat.
POV RIDHO, SITI, DAN LAINNYA.
"Yaudah, yok! Kalian semua? Ikut tidak?" Tanya Ridho ke teman satu kamarnya.
"Hah? Apa?? Aku tidak dengar kakak aku lagi pake kacamata hitam" Sahut si Human sambil memakai kacamata hitam punya Iman
"Heh! Siniin! Punya gua itu! Seenak jidat lu ambil!" Protes Iman
"Ooh, nih, gua mah baik, jadi nih, buat lu" Ucap Human sambil melemparkan kacamata hitam punya Iman
"Gua sih, oh aja" Ucap Human kembali meledek si Iman. Iman hanya menatap tajam kearah Human.
"Iri bilang bos!" Ucap Human sambil bergaya. Kali ini, Iman menatap lebih tajam daripada pisau emaknya.
"Nahh, sukurin. Udah, biarkan anak ayam dan induk macan disini. Kita menyaksikannya diluar aja" Ucap Ridho santai.
"Eh, eh Human ganteng ikut!!!!" Ucap Human langsung berlari keluar. Diikuti oleh Iman dibelakangnya.
*
"Kita cari dimana?" Tanya Ridho. Soalnya kan, enggak mungkin banget, anak remaja kayak mereka ini keliling dihotel yang luas banget.
"Gimana kalo berpencar?" Ucap Siti.
__ADS_1
"Okee" Mereka semua langaung berpencar.
40 menit kemudian,
"Gimana?" Tanya Siti. Mereka hanya menggeleng pelan.
POV AISYAH.
Tiba-tiba, ada orang yang mengecek gudang. Karena, gudang tersebut merupakan tempat penyimpanan barang-barang yang belum dipake.
'Kreekk' ada seorang lelaki yang membuka pintu gudang. Dan, lelaki teesebut kaget melihat keadaan gudang yang berantakan.
"Astaga! Berantakan banget! Hah? Siapa ini? Perempuan? Astaga! Dia pingsan!" Sontak membuat lelaki itu kaget ketika melihat perempuan tak berdaya dengan keadaan basah kuyup.
"Rin!! Ririn!! Buruan kesini!! Ada yang pingsan!"
"Hah? Pingsan?!"
"Iya cepat kesini!!!"
"Iya iya"
Setelah Aisyah dibawa ke kamar pegawai,
"Kasian dia" Ucap seorang pegawai perempuan
"Sebentar, kayaknya dia murid dari SMP Negeri 1 Bandung ya?" Tanyanya.
"Iya kayaknya, waktu pertama rombongan mereka datang, aku lihat, dia sama temannya." Ucap seorang pegawai lelaki.
"Hmm iya" Balas si pegawai perempuan.
"Gimana, kalo kita laporin ke pihak sekolahnya?"
__ADS_1
"Hmm boleh juga"
-Bersambung-