Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 32. Balik rumahh!!


__ADS_3

"PAPA!!!!!!" Teriak Aisyah sambil berlari-lari kecil.


"Hahaha anak papa udah pulang. Gimana? Seru enggak?" Tanya papanya. Aisyah langsung mengangguk cepat sebagai responnya.


"Yuk, langsung pulang atau mau kemana ni? Tuan putri?" Tanya papa lagi.


"Euumm langsung pulang deh. Kangen sama rumah" Ucap Aisyah jujur. Keluarganya enggak dikangenin nih? Wkwk.


"Penghuni rumahnya enggak dikangenin?"


"Yaa kangen lah pah. Udah yuk! Kita langsung pulang!"


"Oke okee. Mama masak banyak hari ini. Masakan kesukaan kamu lhoo" Ucap Papanya


"Wahh. Enggak sabar ayok pah! Kita buruan pulang!" Ucap Aisyah.


"Iya iya"


*


Sesampainya dirumah


"Assalamu'alaikum!!!" Ucap Aisyah sambil membuka pintu rumah dan langsung masuk kedalam.


"Iya, wa'alaikumussalam"


"Wahhh, anak mama udah pulang nie. Gimana Study Tournya? Seru enggak?" Tanya Mamanya.


"Seru mah. Aku disana betah banget. Serasa dirumah sendiri. Semuanya tersedia" Ucap Aisyah dengan riang gembira.


"Wah wah. Kalo begitu, kamu tinggal disana aja" Balas Mamanya menggoda.


"Mamah mah! Walaupun aku betah disana, tapi kan aku enggak bisa tinggal sendiri! Kalo udah dewasa baru aku tinggal sendiri" Ucap Aisyah sambil memajukan bibirnya.


"Yaudah. Sana gih, kamu bersih-bersih dulu. Pakaian kotornya, taruh dimesin cuci" Ucap Mamanya.


"Iya mah" Ucap Aisyah sambil berjalan menaiki anak tangga dan berjalan ke arah kamarnya.


*

__ADS_1


Kamar Aisyah


"Huft,, capek juga. Tapi seruuu!!!"


"Kapan lagi ya bisa kesana?"


"Pelayanannya bagus. Fasilitasnya juga. Pegawainya ramah dan baik" Ucap Aisyah sambil berbicara sendiri.


"Tapi,, waktu ituu."


"Hmmm" Tiba-tiba, Aisyah kepikiran tentang Angeline yang membullynya waktu hari itu.


"Semoga aja. Dia enggak ngelakuin hal itu lagi"


"Semoga dia bisa berubah"


"Udah lah, mau bersih-bersih" Aisyah langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Badannya terasa lengket walaupun tadi pagi sudah mandi dihotel.


##


POV ANGELINE


"Wahh nak. Gimana disana?" Tanya Mamanya Angeline.


"I'm happy" Jawab Angeline.


"Waww"


"Wait, kamu enggak buat ulah kan? Disana?" Tanya Mamanya Angeline sekali lagi.


"Eumm. No. But, I do a little things that make people waww. ha ha ha ha" Ucap Angeline sambil tertawa kecil.


"Kamu ini. Awas lho, kalo nanti Mama dipanggil sama kepsek lagi" Ucap Mamanya lalu, mencubit hidungnya Angeline.


"Awww. Mom" Balas Angeline sambil memegang hidungnya.


"Hahaha. I'm sorry. Udah gih, ke kamar. Bersih-bersih sana. Mana sini tasnya?" Ucap Mamanya sambil mengadahkan tangannya.


"Okay" Balas Angeline lalu, memberikan tasnya yang berisi pakaian kotornya. Angeline mencium Mamanya dan langsung berlari kecil ke arah kamarnya sambil menaiki anak tangga.

__ADS_1


"Anak itu" Gumam Mamanya yang pasti, tidak dapat didengar oleh Angeline. Sebab, Angeline sudah ada diatas.


"Walaupun dia sedikit nakal. Tapi, itu adalah titipan tuhan untukku. Dia anak dan putri kandungku satu-satunya. Aku harus tetap menjaganya"


"Suatu saat, semoga aku bisa merubah sikapnya itu" Ucap Mamanya Angeline lagi.


"Calista, semoga kamu tenang disana ya nak. Walaupun kamu sudah lama meninggalkan kami, mama yakin, kamu pasti tidak tenang. Karena, adikmu tidak melaksanakan permintaan terakhirmu" Ucap Mamanya Angeline. Tiba-tiba air mata jatuh membasahi pipi wanita itu.


*


Dikamar Angeline,


"Huft"


"Oh iya! Rencana buat ngebully si Aisyah gimana ya?"


"Hmm" Gumam Angeline.


Tiba-tiba,


"Angeline, ingat pesanku" Ucap seseorang. Siapa lagi kalo bukan Calista? Kakak Angeline. Walaupun suaranya samar-samar, tapi Angeline dapat mendengarnya.


"Hah? Siapa itu?"


"Ini kakak kamu" Ucap Calista dengan samar-samar.


"Hah? Pee-pergi ka-kamu!! Jangan ganggu aku!" Ucap Angeline.


"Ingat pesan kakak"


"Gua bakal ingat pesan lu, sebelum dendam gua terbalaskan" Balas Angeline


"Dia itu enggak ada sama sekali niat jahat. Apalagi, berbuat jahat kepada kamu ngel. Tolong ingat pesan kakak" Ucapnya dengan samar-samar.


Angeline hanya menutup telinganya tanpa menghiraukan kata-kata samar dari kakaknya.


-Bersambung-


Maaf kalo ngegantung gitu ya. Soalnya, novel sebelah belum up up dari kemarin. Jadi sad hiks :(

__ADS_1


__ADS_2