Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 34. Kehidupan Angeline {2}


__ADS_3

Oke gays, kita akan mengkorek korek kehidupan Angeline lagiii!!!. Simak ceritanee!!


Dimalam harinya,,


"Mom?" Ucap Angeline sambil memandang Momynya yang sibuk membaca beberapa email masuk. Oh iya! Nama Momynya Angeline itu,, hayooo hayooo siapa tuu?? Wkwk. Namanya adalah \= Fransisca Nasution, biasa dipanggil Sisca.


"Yeah baby" Balas Sisca sambil menoleh kearah Angeline.


"Eumm Dady kapan pulangnya? Lama banget, elin kangenn. Udah hampir 2 bulan lhoo mom" Tanya Angeline dengan memanjakan nadanya.


"Eummm mom kurang tau. Mom coba telfon dady yahh" Ucap Sisca Angeline dengan spontan langsung mengangguk.


Via telfon


📞Sisca \= "Dad. Kamu kapan pulanya?" Tiba-tiba Angeline memotong pembicaraan dan berkata "Mom, pakai speker biar elin bisa dengar." Sisca langsung mengangguk dan mengaktifkan speker. Oh iya! Nama Dadynya Angeline itu Michele Nasution.


📞Michele \= "Eumm kurang lebih 2 week's again baby. Why?"


📞Sisca \= "Ooh okay. Hehe elin katanya kangen." Lagi-lagi Angeline memotong pembicaraan dan berkata "Mom, elin mau ngomong sama dady." Sisca mengangguk dan berkata ditelfon.


📞Sisca \= "Dad, anakmu kangen nih, kmmau ngomong sama kamu."

__ADS_1


📞Michele \= "Okay"


📞Angeline \= "Dady!! I miss you!!"


📞Michele \= "Hahaha. I miss you too my princess. How are you?"


📞Angeline \= "I'm fine. How are you too dad?"


📞Michele \= "I'm fine too."


📞Angeline \= "Dady, nanti dady pulang bawa oleh-oleh yaaa."


📞Michele \= "Hahaha iya nanti dady bawa oleh-oleh. Oleh-olehnya mau apa ni?"


📞Michele \= "Oke oke. Nanti dady bawain."


📞Angeline \= "Aghhh thank you dad!!!"


📞Michele \= "Anything for you baby. Dady akhirin dulu ya. Dady mau lanjut kerja. Jaga diri kamu baik-baik disana ya baby!! Love you muachh"


📞Angeline \= "Hmm okay dad. Dady juga. Love you too dad muachhh!!"

__ADS_1


'Tutttt'


"Kamu sabar aja sayang, dady pasti bakalan pulang kok. Tadi kamu dengarkan? Dady pulangnya 2 minggu lagi. Kamu berdo'a aja, semoga dady baik-baik disana. Yah?" Ucap Sisca menenangkan Angeline.


"Iya mom. Thank you" Balas Angeline lalu memeluk Sisca.


"Hmm anything for you baby" Ucap Sisca membalas pelukan Angeline.


"Kamu tidur gih. Hampir larut tuh" Ucap Sisca lalu menunjuk ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 20:50.


"Okay mom. Good night. Muach" Ucap Angeline lalu mencium pipi Sisca.


"Too baby. Muach" Balas Sisca lalu mencium pipi Angeline. Angeline langsung pergi menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya.


Disudut tembok, terlihat Calista yang tersenyum lebar. Dia senang karena, melihat keluarganya yang bahagia, walau tanpanya. Awalnya, mereka sangat terpuruk kehilangan anak sulungnya itu. Mungkin, menurut mereka tuhan lebih sayang kepada anak sulungnya, akhirnya mereka mengikhlaskan kepergian anak sulungnya itu untuk selama-lamanya.


"Ya tuhan, semoga mereka tetap bahagia walau tanpaku" Gumam Calista yang pasti tidak dapat didengar oleh Sisca. Tidak lama kemudian, Calista mendekati Sisca.


"Mom, aku rindu sama mom. Aku rindu sama masakan mom, aku rindu mom. Mungkin, mom enggak bisa mendengar suaraku. Tapi, aku rindu banget sama mom. Semoga, mom panjang umur yah, biar bisa jagain elin. Andai aku enggak pergi dari dunia ini, mungkin aku bisa memeluk mom. Aku rindu mom. Aku rindu" Ucap Calista yang pasti tidak dapat didengar oleh Sisca. Tiba-tiba, Calista ingin memeluk Sisca namun 'Wuushhhh' Calista langsung menembus tubuh Sisca.


"Mom,, Calista rindu" Lirih Calista. Karena ia arwah, ia hanya bersedih tanpa menangis. Tiba-tiba, Calista hilang bagaikan debu yang disapu oleh angin.

__ADS_1


"Hah? Siapa tadi? Mungkin, angin" Ucap Sisca yang merasakan ada sesuatu yang meniupnya.


-Bersambung-


__ADS_2