Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Murka Micheel


__ADS_3

"Ma....ma." Itulah kata yang pertama kali Aisyah ucapkan ketika siuman.


"Mama ada dek! Sebentar lagi mereka datang." Ucap Umi Kulstum sambil memegang erat tangan Aisyah.


Tidak lama kemudian, Bu Sarah dan Pak Shodiq masuk kedalam ruangan rawat Aisyah.


"Assalamu'alaikum!" Ucap Bu Sarah ketika memasuki ruang rawat Aisyah.


"Wa'alaikumusaalam." Jawab Umi Kulstum dan Aisyah.


"Alhamdulillah akhirnya kamu siuman." Ucap Pak Shodiq sambil menenteng keranjang buah.


"Ini buah kesukaan kamu. Kamu suka kan?" Sambungnya seraya menyodorkan keranjang buah berisi buah anggur dan pisang.


Aisyah tersenyum kemudian menjawab "Iya Pa. Makasih Pa."


****


Didalam ruang tamu yang terlihat mewah dan glamor. Terdapat makhluk sejenis manusia yang sedang mengobrol dan sesekali tertawa karena obrolan mereka. Mereka yaitu Micheel dan Sisca.


Tidak lama kemudian, datanglah makhluk sejenis manusia juga dengan wajah riang. Ia adalah Angeline.


"Angeline. Kamu dari mana?" Ucap sang Mommy ketika melihat anak bungsunya.

__ADS_1


"Abis dari rumah teman Mom." Balas Angeline.


Tiba-tiba Micheel teringat tentang uang perusahaannya yang semakin tipis. Feelingnya mengatakan Angeline lah yang telah mengambil secara diam-diam.


"Angeline! Sini!" Suara bariton itu terdengar sangat sangar sangat sekali!


"Ada apa Dad?" Tanya Angeline lalu duduk disamping Daddynya.


"Apa benar, kamu mengambil uang perusahaan secara diam-diam tanpa persetujuan Daddy?!" Tanya Micheel dengan nada yang sangat sangat sangar.


//Deg!//


Angeline seketika mematung sebentar dan berfikir untuk mengelak.


"Eumm. I-iya." Jawab Angeline sambil menundukkan kepalanya. Memang ia adalah anak emas, tetapi orang tuanya bisa saja berubah menjadi ultramen ribut atau sinderbolong atau muncul tanduk iblis gitu yang warna merah.


"Soalnya......" Ucap Angeline lalu mengumpulkan semua keberaniannya untuk jujur dia tidak peduli lagi apa tanggapan orang tuanya.


Tidak lama Angeline pun menceritakan alasannya mengambil uang perusahaan diam-diam tanpa sepengatahuan ataupun peesetujuan dari orang tuanya.


"APA?!" Micheel langsung terkejut sekejut kejutnya.


"Kamu itu cuma karna benci sama teman kamu sendiri sampai-sampai kamu hampir melayangkan nyawanya. Kalo dia itu meninggal, kamu jadi buronan! Kamu jadi incaran polisi! Kamu itu sama aja mencemarkan nama baik keluarga kita! Sama aja melakukan tindak kejahatan! Kamu itu bagaimana sih?!" Murka Micheel sambil menunjuk-nunjuk kearah Angeline. Sedangkan yang ditunjuk malah menundukkan kepalanya. Walaupun dia tau akibat perbuatannya. Dasar anak dalam masa pertumbuhan -_

__ADS_1


"Kamu jangan kayak gitu. Dia itu masih belum ngerti apa-apa." Ucap Sisca sambil menenangkan sang suami yang tingkat kemarahannya sudah melebihi level.


"Tapi, Daddy itu nggak nyangka anak yang kita didik malah tumbuh jadi gadis seperti ini!" Murka Micheel.


"Angeline, memang siapa anak teman yang kamu benci itu? Mommy rasa, semua teman kamu itu baik-baik nggak ada yang jahat." Tanya Sisca yang masih tidak percaya dengan omongan anaknya.


"Aisyah." Jawab Angeline singkat.


"A-apa?! Dia itu anak baik- baik Elin!" Kata Sisca seraya menetralisirkan emosinya.


"Ini itu hak aku! Aku berhak berbuat apa aja! Kalo Elin benci seseorang, Elin nggak akan pernah membiarkan dia bahagia dalam hidupnya." Elak Angeline.


"Elin! Semua orang itu berhak hidup! Kamu nggak boleh ikutin hawa nafsu kamu! Kamu nggak boleh egois begitu! Apa kamu pikir gimana perasaan keluarganya?!" Balas Sisca sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Mom! Ini hidup Elin! Mommy nggak bisa atur-atur hidup Elin!" Bentak Angeline lalu bangkit dari tempat duduknya.


"Jaga ucapan kamu!" Kali ini suara bariton milik Micheel bergabung dalam perdebatan sengit itu. Kemudian bangkit dari tempat duduknya. Wah wah satu berdiri semuanya ikut-ikutan.


"Kenapa sih?! Kenapa Elin itu nggak bisa hidup bahagia?! Asal Mommy sama Daddy tau, Elin itu jarang mendapatkan kasih sayang. Karena apa?! Karena, Mommy sama Daddy itu sibuk sama urusan kerja. Elin dirumah cuma bisa main sama bibi walaupun kadang Elin ditemenin sama teman Elin yang makhluk halus." Angeline kini mengutarkan isi hatinya.


Tidak lama dari itu Angeline mulai berjalan menuju anak tangga. Ketika berada dilantai dua, Angeline langsung mencari kunci mobil miliknya. Lo kan belon ada SIM yaaa walaupun bisa nyetir sih. Padahal ntu mobil buat dia SMA nanti keren yak? Baru SMP dan dibeliin mobil pribadi coyy udah bisa nyetir mobil lagi.


"Mau kemana kamu?!" Tanya Micheel ketika melihat Angeline membawa kunci mobil.

__ADS_1


"Bukan urusan Daddy!" Jawab Angeline sambil melengang pergi.


-Bersambung-


__ADS_2