
****
"Dad! Elin kok jam segini belum pulang ya?!" Kata Sisca sambil mondar-mandir dengan raut wajah panik tingkat galaksi.
"Kamu ngapain sih masih pikirin anak kayak gitu?!" Tanya Micheel santai sambil sesekali menyeruput teh yang sudah disajikan oleh Bi Ratmi beberapa menit lalu.
"Dia itu anak kita juga kan?!" Tukas Sisca yang masih menampilkan raut wajah panik.
"Coba kamu telfon dia." Ujar Micheel memberikan saran.
Tanpa ba-bi-bu Sisca langsung menyalakan ponselnya dan membuka aplikasi dengan ikon telfon berwarna biru istilah lain yaitu -Kontak- lalu mencari nama Angeline dan langsung memencet panah berwarna hijau istilah lainnya sih nelfon gitu.
Tuuuttttt
Nomor yang anda tuju tidak menjawab silakan menunggu beberapa saat lagi
Lagi dan lagi tetapi yang menjawab hanyalah suara operator berjenis kelamin perempuan soalnya dari suaranya kayak gitu sih.
"Nggak diangkat angkat yang jawab malah operator. Mommy jadi khawatir nih Dad!!" Keluh Sisca sambil menggigit-gigit jarinya.
__ADS_1
"Coba Daddy aja yang telfon." Ujar Micheel yang terlihat kasihan dengan istrinya itu.
Ketika Micheel melakukan hal yang sama seperti Sisca. Nggak usah dijelasin nanti malah kebanyakan.
Yang menjawab hanyalah tim operator. Sudah berpuluh-puluh kali mereka mencoba menghubungi putri bungsunya tetapi yang menjawab tetaplah operator. Yang ditelfon siapa yang jawab siapa.
****
Angeline terduduk lemas dikursi pengemudi. Dibagian kepalanya mengalir darah segar. Para warga yang melihat kejadian tersebut langsung menelfon mobil Ambulance untuk segera dibawa ke Rumah Sakit dan ada juga yang berusaha untuk mengeluarkan Angeline dari mobil.
Warga yang sedang berusaha mengeluarkan Angeline dari mobil tampak kesulitan dikarenakan, kaki Angeline terjepit dengan bagian mobil. Hingga 10 menit berlalu barulah Angeline bisa dikeluarkan. Tidak menbutuhkan waktu lama, Angeline segera dibawa ke Rumah Sakit terdekat.
****
"Okee!!!" Balas Aisyah dengan sangat antusias.
"Kalian tuh kayak lem sama kertas. Nggak bisa dipisahin ekekek." Oceh Human yang sedang duduk disofa Rumah Sakit bersama teman seperjuangannya.
"Kenapa emangnya? Sesama perempuan ini sih." Elak Siti dengan tampang yang bisa dibilang kayak elang gitu.
__ADS_1
"Ya maap hehehe." Ucap Human sambil diiringi cengiran garingnya.
"Eh, balik kuy mau magrib ini." Ujar Ridho mengajak teman seperjuangannya.
"Iya ya. Eh, tapi gue udah PW ini (Posisi Wenak ehehe)." Human langsung nyengir diakhir perkataannya.
"PW PW. Nggak enak kita udah lama disini." Ucap Ridho sambil melirik sinis ke arah temannya yang rada sengklek.
"Tau lo!" Iman yang tadinya hanya nyimak dan main game langsung mengeluarkan kata-kata seakan-akan menyetujui perkataan Ridho. Tapi.....
"Gue juga PW banget ehehe." Sambungnya. Tuh kan gue bilang apa.
"Yeeee si Udin!" Tanpa permisi ataupun perizinan dari si empunya Human langsung gaplok bahu Iman dengan wajah tanpa DOSA.
"Enak banget ngata-ngatain gue Udin lo! Dasar Markonah!" Tukas Iman sambil membalas gaplokan Human.
"Heh! Gue cowok yah! Bukan cewek! Markonah itu cewek guvluk!" Balas Human sambil membalas gaplokan Iman. Dan terjadilah gaplok-gaplokan antara duo sejoli ini layaknya anak umur 3 tahun yang baru bisa berantem tapi cuma gaplok-gaplokan doang. Kenapa gue bilang umur 3 tahun? Soalnya, ponakan gue juga kayak gitu ehehe.
-Bersambung-
__ADS_1