Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Terapi


__ADS_3

Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan.


Setelah keadaannya pulih beberapa bulan terakhir, Angeline diperbolehkan untuk pulang dan melakukan rawat jalan dirumahnya. Sudah genap 4 bulan Angeline melakukan terapi dirumah sakit. Dokter yang menanganinya pun terkejut, karena semakin hari saraf-saraf kaki Angeline semakin pulih.


.


.


Hari ini merupakan hari terkahir Angeline menjalankan terapi. Dan besok Dokter akan memeriksa keadaan saraf-saraf kaki Angeline.


"Saya rasa, semakin hari saraf-saraf kaki ananda Angeline semakin membaik. Mungkin, setelah pemeriksaan besok, Angeline sudah boleh berjalan tanpa menggunakan tongkat lagi." Terang Dokter itu.


"Saya salut sama kamu. Jarang lho, remaja-remaja seusia kamu yang seperti ini. Malahan, banyak diantara mereka yang nggak mau melakukan terapi dan lebih milih untuk lumpuh selamanya. Kata mereka sih, takutnya nggak ada perubahan." Sambungnya.


"Hehe kalo belum dicoba, kita belum tau kan hasilnya?" Ujar Angeline sembari mengambil tongkatnya yang sebelumnya ia letakkan didekat kursi.


"Iya benar. Elin itu tiap hari selalu belajar berjalan tanpa tongkat. Apalagi waktu naik-turun tangga. Waktu itu Elin tuh hampir jatuh Dok, untung ada saya sama Daddynya." Ucap Sisca sambil melirik ke arah Angeline melalui ekor matanya.


"Ooh. Belajar boleh aja. Tapi, jangan sampai melukai diri. Nanti malah tambah parah yang sakit." Balas Dokter itu lagi.


"Tuhh dengar!" Cibir Sisca sambil menyenggol pelan bahu Angeline.


"Iya Momm. Tapi, kan Elin mau cepat-cepat sembuh. Jadi, disekolah nggak ada yang direpotin." Angeline seakan membela dirinya.

__ADS_1


"Iya iya." Sisca akhirnya mengalah berdebat dengan putrinya seakan tidak ada ujungnya layaknya sungai Cisadane jika mau ke ujungnya harus butuh beberapa minggu bayangkan! Berdebat lebih dari satu minggu! WE O WE! WOW!


"Oh iya, udah waktunya makan siang nih. Bell, kamu mau ikut ga? Biar aku aja yang traktir." Sambungnya. Lalu mengajak sang Dokter tersebut yang bernama 'Bella' untuk makan siang bersama.


"Nggak apa-apa nih?" Tanya Dokter Bella.


"Iya anggap aja, ini sebagai tanda terimakasih dari kita. Kamu kan yang bikin Elin sembuh." Tutur Sisca sembari bangkit dari duduknya dan mengambil tasnya yang ia letakkan diatas meja.


"Hehe. Itu semua berkat Tuhan, aku cuma perantara doang." Balas Dokter Bella.


"Yaudah deh, kalo begitu aku ikut." Sambungnya lagi.


"Kita makannya diluar ya Momm! Kebetulan Elin kepingin makan kepiting!" Kata Angeline sambil membayangkan lezatnya makan kepiting saus asam pedas. Ya ampun! Ngiler gue! Gue kan lagi mogok makan ini! Lagi males makan! Huwwaaaaa gagal dong!!!!! Kalian semua beliin gue kepiting ya! Nanti gue bagi kuah sausnya 2 sendok makan! Janjji!!!!


"Kamu ini, kayak orang ngidam." Cibir Sisca sedangkan, yang dicibir hanya cengengesan belaka.


Mereka semua pun pergi ke salah satu resto yang ada dikota tersebut. Mereja langsung memilih kepiting saus asam pedas sebagai menu utama dan beberapa desert lainnya.


"Lho? Itu mirip Elin?" Tanya Aisyah kepada dirinya sendiri ketika ia selesai dari toilet.


"Elin!!" Sapa Aisyah dan langsung menghampiri Angeline dan lainnya.


"Aisyah?"

__ADS_1


Aisyah langsung menyalimi Sisca dan Dokter Bella.


"Kamu disini sendirian Syah?" Tanya Angeline heran. Semenjak berteman dengan Aisyah, Angeline banyak berubah mulai dari perkataannya, tingkah lakunya dan lain-lain.


"Nggak, aku kesini nggak sendiri. Ada Mama sama Kakak." Jawab Aisyah.


"Ooh gitu." Balas Angeline sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kita makan bareng yuk!" Ajak Angeline tiba-tiba.


"Ah? Nggak deh makasih. Hehe aku udah ditunggu sama Mama sama Kakak. Kalo gitu, aku duluan yah!" Tolak Aisyah secara halus. Tidak lama kemudian,


"Tante, aku pamit dulu ya!" Sambungnya lalu menyalimi Sisca dan Dokter Bella.


"Hati-hati ya!" Kata Sisca sembari tersenyum ramah.


.


.


.


.

__ADS_1


-Bersambung-


Mohon dukungannya dengan like, comment, and vote sebanyak-banyaknya. Menjelang End nih gess pliss 😭🙏


__ADS_2