Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
46. ???


__ADS_3

"Elin! Buka pintunya! Ini Momy!" Seru Sisca sambil mengetuk ngetuk kasar pintu Angeline.


"Hahaha kalian ada ada aja!" Terdengar suara seperti seseorang yang bercanda. Sisca kaget dan langsung menggedor-gedorkan pintu kamar Angeline.


'Dor dor dor'


"Elin! Kamu didalam sama siapa? Buka pintunya" Seru Sisca sekali lagi. Dan,


'Ceklek' Angeline membuka pintunya lebar-lebar. Siaca kaget karena tidak melihat orang selain Angeline.


Sisca langsung nyelonong masuk kedalam kamar Angeline sambil melihat sekeliling kamar Angeline bahkan kamar mandi Angeline. Namun, hasilnya nihil. Sisca tidak melihat siapapun disana. Hampir putus asa, Sisca langsung berpikir. Tiba-tiba, dia berinisiatif untuk melihat bawah ranjang Angeline.


Sisca langsung membungkukkan tubuhnya dan melihat bawah ranjang menggunakan cahaya senter. Hasilnya tetap nihil. Disudut ruangan, terdapat teman tak kasat mata Angeline sambil menaruh jari telunjuknya didekat bibirnya sambil tertawa kecil. Angeline yang melihat, langsung menahan ketawanya. Namun, tidak bisa.


"Hahaha" Tawa Angeline langsung menggelegar. Sisca yang berada dibawah ranjang Angeline sambil melihat lebih teliti menjadi kaget dan kepalanya terkena kayu penyangga ranjang tersebut.


'Bugh!'

__ADS_1


"Aww" Sisca langsung meringis kesakitan dan keluar dari bawah ranjang Angeline lalu berdiri sambil memegang jidatnya yang sakit.


"Kamu ini kenapa Elin?" Tanya Sisca kebingungan. Angeline langsung bungkam sambil menggigit bibir bawahnya dan menutup matanya.


"Tadi Momy dengar kamu ketawa ketawa. Pas Momy cek disini tapi nggak ada siapa-siapa. Kamu lagi ngobrol sama siapa tadi?" Tanya Sisca serius.


"Kayaknya Momy harus bawa kamu ke teman Momy yang ahli psikolog" Lanjutnya lagi dengan nada santai. Angeline langsung kaget membelalakan matanya.


"Mom! Kok Mom gitu sih?! Elin kan nggak gil*! Elin,,, Elin tadi cuma-" Ucapan Angeline dipotong oleh Sisca.


"Ya kali aja gitu. Kamu kan dari tadi mengurung diri mulu" Balas Sisca dengan santainya sambil membuang muka.


"Lin, kamu bilang aja sama Momy kamu. Kita yakin, kalo Momy kamu nggak bakalan marah" Ucap Kevin. Angeline hanya mengangguk singkat takut ketahuan oleh Sisca.


Angeline mengambil nafas dalam-dalam lalu berkata.


"Mom, Elin itu tadi ngomong sama teman Elin. Tapi, mereka itu cuma bisa dilihat sama Elin doang" Ucap Angeline dengan hati-hati. Sisca tidak mengerti apa yang diucapkan Putri bungsunya itu.

__ADS_1


"Mom, Mom tau nggak? Elin indigo Mom!" Jelas Angeline dengan nada serius. Sisca langsung kaget membelalakan matanya. Angeline takut respon apa yang keluar dari mulut Momynya itu.


"Hah? Serius? Momy senang sih. Tapi, mereka itu baikkan?" Ucap Sisca dengan senyum yang merebak lalu dibalas anggukan cepat oleh Angeline.


"Kalo mereka baik, Momy nggak marah kok" Lanjutnya lagi.


"Nama mereka siapa aja?" Tanya Sisca


"Mereka ada dimana?" Sambungnya lagi.


"Nama mereka Kevin, Sarah, Risa, Windi dan Keysha. Mereka ada disana tuh dekat meja belajar aku. Mereka melambaikan tangannya sambil senyum kearah Momy" Jelas Angeline. Sisca langsung menoleh ke arah meja belajar Angeline lalu tersenyum sambil melambaikan tangannya walau ia tidak bisa melihat mereka.


"Yang namanya Kevin, cowok yah? Dia ganteng nggak? Kamu suka nggak sama dia?" Goda Sisca sambil mengepresikan wajah lucu.


"?????" Angeline penuh tanda tanya kenapa Momynya ini jadi agak gesrek ya?


"Momy apaan sih? Darah tinggi Momy kambuh yah? Makanya Momy jadi ngawur begini" Ucap Angeline. Padahal sendirinya juga ngawur.

__ADS_1


"Kamu kali yang ngawur!" Balas Sisca sambil mencubit hidung mancung Angeline.


-Bersambung-


__ADS_2