Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Bab 49. Kemarahan Sisca


__ADS_3

Sisca benar-benar tidak menyangka ternyata putrinya seperti itu. Sisca masih setia menutup mulutnya menggunakan satu tangannya dan mengeluarkan bulir bulir bening dari matanya.


Tidak lama dari itu, Angeline keluar dengan memakai baju santainya.


"Huhhhh seger bangett" Riang Angeline sambil mengeringkan ramnutnya menggunakan handuknya itu.


Ketika Angeline menghampiri Momynya, Angeline langsung kaget.


"M-Mom ke-kenapa??" Tanya Angeline gugup.


Sisca langsung menatap Angeline dengan tatapan yang berbeda. Berbeda dari sebelumnya. Yang sebelumnya hangat sekarang malah sangat susah untuk diartikan.


"APA MAKSUD DARI INI SEMUA ANGELINE??!!!" Murka Sisca sambil menunjukkan kalung dan kaos lengan panjang pemberian Aisyah.


"Hah? Maksud Mom apa?" Tanya Angeline pura-pura tidak tahu.


"KAMU NGGAK USAH PURA-PURA NGGAK TAU!"


"SEKARANG KAMU JAWAB PERTANYAAN MOM, KENAPA KAMU BUANG KADO INI ANGELINE???!!!!! KENAPA?!!!!" Murka Sisca hingga melebihi 3 oktaf. Suaranya pun hampir menggema ke seluruh penjuru ruangan.


"Si*l! Gara-gara dia, gue jadi kena omelan Momy kan tuh! Bangs**!!!" Umpat Angeline dalam hati.

__ADS_1


"JAWAB ELIN JAWAB!!!!!!!" Tanya Sisca sekali lagi.


"Momy nggak nyangka ya. Kamu seperti itu! Aisyah itu mengingatkan Mom sama teman lama kamu! Teman kecil kamu! Asal kamu tau itu!" Jelas Sisca dengan nafas tersengal-sengal.


"E-elin minta ma-maaf Mom" Ucap Angeline dengan sedikit bergetar.


"Kamu nggak perlu minta maaf sama Mom! Kamu harus minta maaf sama Aisyah! Dia itu nggak ada salah apa-apa sama kamu kan?!" Tanya Sisca sambil memijit pelipisnya. Angeline hanya mengangguk dan terus mengumpatkan kata-kata kasar dalam hatinya.


Seumur-umur, ini yang pertama kalinya Angeline dimarahi oleh Sisca. Sisca tidak pernah tau apa yang dilakukan oleh Angeline ketika disekolah. Bahkan, pihak sekolah pun tidak ada yang tahu jika Angeline melakukan pem-bullyan terhadap anak murid.


"Kamu masih ingat kan? Waktu kamu umur 4 tahun, kamu merengek minta eskrim sama Aisyah. Momy nggak habis pikir, kenapa kamu itu seperti ini??!!" Ucap Sisca yang masih setia memijit pelipisnya.


"Momy!!! Alin mau itu. Alin mau es tlim" Ucap Alin dengan bahasa cadelnya sambil memegang tangan Momynya.


"Shasyah juga mau es tlim. Es tlim lata Vanilla ya Mom!!!" Timpal Shasyah dengan bahasa anak kecilnya itu.


"Ihh!! Atu ndak mau lata Vanilla! Maunya Toklat!" Ketus Alin sambil membuang muka. Dan tetap memohon kepada Momynya.


"Ndak mau! Maunya lata Vanilla! Vanilla enak taukk" Shasyah kembali menimpal dan membujuk Alin.


"No no! Lata Toklat!" Keukeuh Alin.

__ADS_1


"Vanilla. Vanilla kan putih kayak salju" Balas Shasyah membujuk Alin.


"Toklat aja. Toklat kan manis" Alin tetap keukeuh dengan pendiriannya.


"Vanilla juga manis kok" Bujuk Shasyah. Alin menggeleng dan membuang muka sambil mengunci tangan didadanya.


"Ayolah" Shasyah tetap membujuk Alin. Namun, Alin tetap tidak mau.


Alin langsung memajukan bibirnya dan tiba-tiba bulir bening keluar dari matanya. Shasyah yang melihat langsung memegang tangan Momy Alin.


"Jadi, mau es krim rasa apa nih?" Tanya Momy Alin.


"Eummm lata setolobeli aja deh Mom" Pasrah Shasyah. Alin langsung tersenyum dan memeluk Shasyah.


#Flashback Off#


"Dulu kamu sama dia akrab bangetttt. Momy yakin! Kalo Aisyah teman kamu yang sekarang itu, sahabat kamu yang dulu"


"Dulu dia pergi karena, ada urusan keluarga. Sampai sekarang, mereka belum kembali. Mom sengaja nggak ngasih tau kamu. Kamu pasti bakalan kecewa. Dan, 1 hari mereka pergi dari sini, kakak kamu sudah dipanggil sama tuhan. Mom nggak nyangka, tuhan lebih sayang kepada kakakmu itu" Jelas Sisca dengan terisak. Angeline yang mendengarnya dapat merasakan kerapuhan hati Sisca.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2