Musuh Menjadi Sahabat

Musuh Menjadi Sahabat
Kecelakaan


__ADS_3

3 Hari kemudian---


Hari ini, 18 Juli 2020 (Ngarang aja ya) merupakan Yaumil Milad Aisyah. Semua anggota keluarga tengah sibuk mempersiapkan acara makan-makan termasuk Aisyah yang akan menjadi Ratu hari ini.


"Dek, gelas-gelasnya tolong taruh disini," perintah Umi Kulstum kepada Aisyah untuk menaruh gelas-gelas diatas meja.


"Ah iya kak!" Nurut Aisyah.


Setelah mereka selesai menyiapkan makanan, 30 menit kemudian teman-teman sekelas Aisyah datang.


"Assalamu'alaikum!" Ucap mereka ketika memasuki rumah Aisyah yang terlihat sederhana tetapi nyaman bagi siapa saja yang masuk kedalam rumah itu.


"Wa'alaikumussalam," balas si empunya rumah.


"Wah kalian datangnya cepat banget. Ayok masuk, jangan sungkan. Anggap aja rumah sendiri ya," sambut Sarah ketika mendapati teman-teman Aisyah.


"Kalo Human mah, nomor satu tan haha," kelakar Iman si belahan jiwa Human.


'Pletak!'


Sebuah jitakan mendarat syantik dikepala Iman.


"Sakit woy!" Pekik Iman sambil mengusap-usap kepalanya.


"Haha. Makanya, kalo ngomong itu intropeksi dulu!" Balas Human sambil meniup-niup tangannya bagaikan meniupkan mulut pistol ketika tepat sasaran.


"Udah udah! Dirumah orang juga! Gue kawinin lo semua nih lama-lama!" Ketus Bagus meleraikan mereka berdua.


"Idihhh ogah. Perang itu mah namanya" Balas Human sambil bergidik ngeri.


"Kalian ada-ada aja. Yuk, masuk!" Ajak Sarah si empunya rumah. Mereka semua pun masuk kedalam Rumah Aisyah.


#Disisi lain~


"Oke. Lo harus lakuin itu dengan lancar dan jangan sampai ada yang tau! Kalo rencananya gagal, gue bakal bilang ke Daddy gue buat mecat lo! Ingat itu!" Ancam Angeline kepada seseorang yang menjadi lawan bicaranya.


"Siap nyonya muda. Yang penting inii~" Balasnya sambil mengusap-usap jari jempolnya dengan jari telunjuknya bagaikan seseorang yang meminta duit.

__ADS_1


"Iya iya. Nanti gue transfer. Yaudah, gue mau kesana," ucap Angeline sambil berdiri dari sofa yang didudukinya.


"Ingat, kalo rencananya gagal, gue ga segan-segan minta Daddy buat mecat lo!" Sambungnya lagi.


"Tenang nyonya muda. Semua pasti aman terkendali," balasnya lalu menyatukan jempol dan telunjuknya seperti tanda 'Oke'.


##


"Permisi," ucap Angeline dari balik pintu sambil mengetuk-ngetuk pintu.


"Iya sebentar," jawab seseorang dari dalam rumah tersebut.


'Ceklek'


"Eh, Angeline? Makasih kamu udah datang. Ayuk masuk!" Ajak Aisyah ketika melihat Angeline berdiri sambil tersenyum ke arahnya.


"Happy birthday! Maafin gue ya kalo gue banyak salah ke lo," ucapnya.


"Makasih. Iya nggak apa-apa kok. Yuk, masuk!" Balas Aisyah sambil menarik tangan Angeline.


Ketika berada didalam, semua teman satu kelas terkejut bukan main. Angeline ketempelan siapa? Kok dia kayaknya berubah drastis gitu? Apa jangan jangan dia drama doang? Mungkin itulah isi pikiran mereka.


"Makasih. Maaaf ya ngerepotin," balas Aisyah lalu menerima kado dari Angeline. Angeline pun tersenyum manis kepadanya.


##


Ketika acara makan-makan berlangsung,


"Aisyah, kamu bisa nggak tolong Mama?" Ucap Sarah dari dapur. Aisyah langsung menghampiri dan berkata,


"Apa Ma?"


"Tolong beliin sirup ya, diminimarket sebrang jalan. Kamu bisa kan? Soalnya, tadi Mama lupa buat beli sirupnya," mohon Sarah kepada Aisyah.


"Iya kok, Aisyah bisa. Aisyah minta anterin ke Siti aja," ucap Aisyah. Tidak lama, Sarah memberikan selembar uang berjumlah Lima Puluh Ribu Rupiah.


"Hati-hati!" Pekik Sarah ketika Aisyah sudah berjalan menjauh.

__ADS_1


*


"Siti! Anterin aku yuk!" Ajak Aisyah sambil menarik tangan Siti.


"Mau kemana syah?" Tanya Fatimah dan Zahra.


"Mau ke minimarket, beli sirup," jawab Aisyah sambil menunjuk arah minimarket dengan isyarat mukanya walaupun jaraknya tidak terlalu dekat.


Semua yang mendengar hanya membuka mulutnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Oke, ini waktu yang tepat," batin Angeline. Angeline pun memberi pesan kepada suruhannya untuk bersiap-siap.


##


"Udahkan? Yuk, kita balik kerumah kamu!" Ucap Siti yang dibalas anggukan kepala oleh Aisyah.


Ketika mereka hendak menyebrang, mereka menoleh ke kanan dan ke kiri. Ketika dipastikan sudah aman, Aisyah berjalan terlebih dahulu karena, Siti sedang mengikat tali sepatunya. (Soalnya Siti tuh pake sepatu padahal udah dibilang jangan pake sepatu eh malahan pake sepatu -_) .


Tiba-tiba, mobil melaju dengan sangat kencang.


"AISYAH! AWASS!!!" Pekik Siti ketika ia sudah selesai mengikat tali sepatunya. Aisyah pun menoleh.


Dan---


**BRUK!


PRANG**!!


"Lho? Mama kenapa?" Tanya Umi Kulstum kepada Sarah.


"Ma-mama ng-nggak tau. Perasaan Mama enggak enak nih. Adekmu belum balik juga?" Ucap Sarah sambil menetralisirkan nafasnya.


"Belum. Palingan, sebentar lagi. Itu perasaan Mama aja kali. Yaudah, Mama istirahat gih, kayaknya Mama kecapekan!" Tutur Umi Kultsum yang dibalas anggukan oleh Sarah.


##


"Aisyah! Aisyah! Bangun Syah! Hiks hiks" Ucap Siti sambil menggoyang-goyangkan tubuh Aisyah yang tak berdaya.

__ADS_1


Disaat itu juga, Aisyah dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.


-Bersambung-


__ADS_2