
Hari ini adalah hari pertama Athena masuk SMA, semua anak baru telah berbaris di tengah lapangan, anak peremuan memakai pita warna warni di rambutnya dan anak laki-laki memakai topi yang terbuat dari koran.
Setiap siswa berbaris sesuai dengan kelas nya masing-masing. Siswa yang lebih pendek berbaris di depan dan yang paling tinggi di belakang.
“Untung cewe-cewe lain dikelas masih banyak yang lebih pendek dari gw”, batin Athena. Athena beruntung karena dia bisa baris di bagian tengah. Ya karna memang paling tidak enak baris di paling depan selain kena panas juga gak bisa ngobrol, karena otomatis keliatan sama senior dan guru-guru yang berdiri di depan.
Akhirnya pengarahan dari kepala sekolah dan dari ketua OSIS selesai dan pelaksanaan Masa Orientasi Siswa resmi di mulai. Semua siswa bertepuk tangan saat kepala sekolah dan ketua OSIS membuka pelaksanaan MOS secara simbolis dengan menekan bel.
“Penderitaan kita siap dimulai” celetuk cindy yang baris di sebelah athena.
“iya nih, males gw, ngapain sih ada MOS-MOS gini, ngerepotin aja” dumel athena.
__ADS_1
Yang disambut anggukan oleh siswa-siswa lain di sebelahnya.
Siswa-siswa telah diperbolehkan kembali ke kelas masing-masing. Dan para siswa dengan cepat berhamburan menuju ruang kelas masing-masing biar bisa milih tempat duduk. Tentu aja gak ada siswa yang mau duduk di bangku paling depan.
Athena masuk ke ruang kelas nya kelas 10-2 sambil celingak-celinguk.
“Then!!, sini-sini!!” Panggil Disti. Disti adalah tetangga Athena, dan beruntung mereka bisa satu kelas. Disti melambaikan tangan nya kepada Athena, dia sudah duduk manis di bangku nomor 3 dari depan yang posisi nya paling jauh dari meja guru. Athena tersenyum melihat Disti. Mantep banget ni pilihan bangku nya Disti, batin Athena. Athena segera menghampiri Disti dan meletakkan tas nya di bangku sebelah Disti.
“Asiik, ini tempat strategis banget” sorak athena saat meletakkan tas nya.
Akhirnya semua siswa telah mendapat tempat duduk setelah sedikit ada pertempuran karena rebutan tempat duduk. Ya karena posisi menentukan prestasi masih jadi kepercayaan sebagian besar bahkan seluruh siswa. Hanya siswa yang sial dan siswa yang emang rajin aja yang mau duduk di bangku paling depan.
__ADS_1
“Halo, gw Dimi” sapa cewek yang duduk di bangku depan disti, seraya mengulurkan tangannya kearah disti dan disambut oleh disti dan Athena. “ Wah, enak banget kalian dapet disini, kavling paling mahal ni.” Seru Dimi yang kebagian tempat duduk di bangku depan disti.
“Iya ni si Disti cepet banget kayak pesut tadi masuk kelas nya, sampe gw gak liat” seloroh Athena.
“Iya donk, gw udah latihan dari tadi malem. Hahaha” Disti bangga dengan dirinya sendiri.
Seluruh siswa mulai sibuk berkenalan dengan seluruh siswa yang ada dikelas. Athena dan Disti juga berkeliling kelas untuk berkenalan dengan anak-anak lainnya. Jumlah siswa di kelas Athena ada 40 siswa dan hanya 10 orang laki-laki sisanya perempuan. Fix ni kelas gak mungkin ikut lomba sepak bola, batin Athena. Seluruh siswa cowok kebagian tempat duduk paling belakang. Setelah selesai berkeliling Athena dan Disti kembali ke tempat duduk mereka, sementara beberapa siswa masih berkumpul di meja yang berada di tengan ruangan, beberapa cowok dan cewek terdengar bercanda dengan heboh, mereka sepertinya berasal dari SMP yang sama.
“Geng anak gaul tu” bisik Disti pada Athena. Athena mengerti kenapa Disti bilang begitu, gaya anak-anak itu emang terlihat lebih mencolok dari anak yang lain. Yang cewe memakai rok pendek ketat diatas lutut, baju ketat dan yang cowo terlihat ada yang metro seksual ada yang tampang preman.
“SEMUA SAYA MINTA KEMBALI KE TEMPAT DUDUK!” sontak para siswa yang sedang asik ngobrol ngibrit ke tempat duduk masing-masing saat beberapa senior dari anggota OSIS memasuki kelas.
__ADS_1
“Oke, sekarang gw mau ngasih tugas buat kalian, besok kalian harus buat surat cinta buat salah satu anggota OSIS yang kalian suka. Surat cinta dimasukin ke amplop dan dikasih poto. Kalo ada yang gak ngumpul bakal gw suruh nembak orang di depan umum. Jadi jangan sampe gak bawa!” Salah satu senior yang kalo Athena gak salah ingat dia adalah Septa anak kelas 3 bendahara OSIS.
Sontak semua anak di kelas mulai bisik-bisik ada yang keberatan tapi ada juga yang menganggap ini adalah kesempatan untuk ngegebet senior.